Batal Calon Kakak Ipar

Batal Calon Kakak Ipar
Cemburu


__ADS_3

Riri pulang agak malam, karen mereka makan malam di luar lagi hari ini. Setelah wanita itu dikerjai habis-habisan oleh suaminya di kantor. Wanita itu kini edang membersihkan tubuhnya. Ia berendam di bath tub untuk menghilangkan rasa lelahnya.


"Yang, udah belum?" panggil Kavin pada sang istri yang dirasa lama berada di kamar mandi.


"Bentar lagi, Bang," jawab Riri dari dalam.


"Lama banget sih, Abang masuk ya?"


tawar Kavin dengan senyuman di bibirnya.


"Ish, iya aku pakai handuk dulu," gerutu Riri.


Tak berapa lama pintu kamar mandi pun terbuka, tampak pria dengan dengan kemeja berantakan berdiri tepat di depan pintu.


"Ngapain berdiri di sini?" tanya Riri heran melihat tingkah suaminya.


"Mau mandi bareng, malah udahan," sesalnya yang malah mendapat cebikan dari istrinya.


"Mandi sama kamu lama." Riri beranjak dari sana melewati sang suami. "Udah mandi dulu gih, Bang," imbuhnya.


Kavindra hanya terkekeh, lalu ia pun masuk ke kamar mandi. Sementara itu, Riri sudah memakai piyama tidurnya, lalu berbaring di ranjang king sizenya.


Tak berapa lama, Kavin pun keluar dari kamar mandi, pria itu hanya menutupi bagian bawah tubuhnya dengan handuk, bahkan rambut basahnya masih meteskan air. Hal itu membuat Riri mencuri pandang ke arah suaminya.


"Kenapa liatin akunya gitu banget sih, Yang?" ucap Kavin yang membuat Riri mengerjap kaget.


"Ng-nggak kok," jawab Riri salah tingkah. Lalu wanita itu berbaring membelakangi sang suami dan memejamkan matanya.  


"Aku tahu kamu pura-pura tidur kan, Yang?" bisik Kavindra tepat di telinga sang istri. Wanita cantik itu merapatkan matanya kuat-kuat saat ada gerakan-gerakan aneh suaminya.


"Abaaang!" pekik wanita itu saat sang suami terus menggodanya.


"Apa Sayang?"


"Aku cape mau tidur," ucap Riri setengah 


memohon pada suaminya. Karena ia tahu apa yang akan dilakukan suaminya jika sudah seperti ini.


"Ya udah, aku juga mau tidur, malam ini kita istirahat ya." Kavin memeluk erat tubuh sang istri dari belakang. Suami istri itu pun akhirnya terlelap.


****


Keesokan paginya.

__ADS_1


Riri sedang berada di dapur bersama Bi Sumi. Mereka berdua sedang membuat makanan untuk sarapan pagi ini.


"Bi, tahu nggak kemarin mantan Pak Kavin datang ke kantor," bisik Riri sambil mengupas bawang. Riri memang sering bercerita dengan asisten rumah tangganya itu, bahkan terkadang ia bertanya tentang masa lalu suaminya.


"Dih, nekad banget ya, Neng," balas wanita paruh baya itu kesal.


"Tapi dia bukan mau minta dinikahin lagi, dia minta maaf dan mendoakan aku sama abang agar selalu bahagia," papar Riri.


"Wah, serius Neng? mudah-mudahan bener dah," balas Bi Sumi.


Keduanya larut dalam obrolan mengenai mantan sang suami. Sampai akhirnya, Kavin datang menghampiri keduanya.


"Asyik bener, lagi cerita apa sih?" tanya Kavindra kemudian duduk di kursi meja makan yang tersedia di sana.


"Nggak penting kok, Bang." Riri menyikut lengan Bi Sumi.


"Nih udah siap, kita sarapan sekarang yuk!" Riri mengalihkan pembicaraan dan mulai menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Namun, saat wanita cantik itu duduk di samping sang suami, ia mengerutkan dahinya, Wanita yang masih menggunakan piyama itu memperhatikan  sang suami yang sudah rapi dengan kemejanya.


"Bang, mau ke mana?" Rasa penasarannya tak bisa ia sembunyikan lagi.


Kini giliran Kavin yang menatap heran ke arah sang istri. "Kerja, Sayang."


"Astagfirullah, serius hari ini hari Minggu?" Kavindra menepuk dahinya dan sontak membuat Riri tergelak.


"Pantesan, aku pikir kamu mau ke mana gitu rapi banget , biasanya kan kalau hari libur rebahan mulu,"papar wanita cantik itu sambil trus tertawa.


"Ish, lagian kamu kenapa tadi nggak ngasih tahu sih?" Pria yang sudah rapi dengan kemejanya itu sedikit menggerutu.


"Ya udah daripada udah rapi nggak jadi pergi, kita jalan aja yu, Bang!" ajak Riri antusias.


"Padahal hari libur gini jatah program kita lo, Yang," sesal Kavindra sambil menghela nafas.


Riri dan Bi Sumi saling pandang lalu tersenyum. Kedua wanita beda usia itu makin lama malah makin kompak, kadang membuat Kavindra hanya menghela nafas mengikuti kemauan sang istri yang kadang tak masuk akal.


"Udah Den Kavin, mumpung liburan juga, atau nggak main ke rumah papi sama mami, udah lama juga, kan?" imbuh Bi Sumi sambil mengingatkan tuannya, yang sudah lama tak berkunjung ke kediaman orang tuanya.


"Eh bener, Bang. Aku juga udah kangen sama Mami." Riri bergelayut manja di lengan sang suami.


"Ya udah sana siap-siap, aku tunggu di depan," ucap Kavindra sambil menjawil hidung mungil istrinya.


Setelah itu, Riri pun bergegas menuju kamarnya. Wanita itu hendak membersihkan dirinya sebentar, lalu mengganti pakaiannya. Sekitar tiga puluh menit, Riri sudah cantik dengan celana panjang dan tunik ungunya. Rambutnya ia ikat dengan sangat rapi, sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih.

__ADS_1


Wanita cantik itu menuruni tangga dengan tas selempang menggantung di bahunya. Lalu menghampiri sang suami yang tampak sedang menelepon seseorang.


"Iya, aku akan ketemu kamu besok," ucap pria yang membelakangi Riri itu.


Riri mengerutkan keningnya, karena ia sekilas mendengar suara perempuan dari ponsel sang suami.


"Iya, hari ini aku mau ada acara dulu sama istriku, besok saja sambil makan siang sekalian," pungkasnya kemudian memasukan benda persegi itu ke saku celananya. 


Saat pria tinggi itu berbalik, tampak sang istri sedang melipat kedua tangannya di depan dada. "Eh, udah siap ya? Ayo!" Kavindra meraih tangan sang istri lalu mengajaknya keluar. Namun, wanita yang terlihat begitu cantik itu tak seceria sebelumnya, entah apa yang dipikirkannya.


"Yang?"


"Hm."


Riri hanya bergumam, saat Kavindra memasangkan seatbelt.


"Are you ok?" tanya Kavin.


Riri kemudian mengangguk dan kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kavindra tahu bahwa istrinya sedang tidak baik-baik saja, tapi ia juga bingung harus memulainya dari mana. Akhirmya ia mencium sekilas pipi istrinya, sebelum ia berlari memutar mobil untuk dududk di balik kemudi.


Perjalanan mereka menuju kediaman Pramudya tampak sunyi, walaupun Kavin sudah beberapa kali mencoba untuk membuat istrinya berbicara, tapi hanya dijawab oleh anggukan dan gelengan kepala saja.


Perjalanan terasa lama, karena tak ada percakapan apa pun dari keduanya. Sampai akhirnya mereka sampai di kediaman Pramudya.


Riri langsung keluar dari mobil dan berjalan dengan tergesa untuk sampai ke depan pintu rumah besar itu yang sedikit terbuka.


"Assalamu'alaikum, Mi!" teriak wanita cantik itu sambil mendorong pintu yang memang sudah sedikit terbuka. Terdengar suara dua orang wanita yang bercakap-cakap.


Saat wanita itu masuk, tampak wanita muda bersama mami mertuanya sedang asyik bercengkrama. Riri sempat mengerutkan dahinya, saat melihat wanita di hadapannya yang sama sekali tak ia kenal.


"Eh, Kavin kamu udah datang, aku nungguin kamu dari tadi lho," ucap wanita itu saat berbalik dan langsung berjalan mendekati Kavindra yang berdiri tepat di belakang Riri.


Kavin hanya tersenyum tanpa berucap apa-apa. Namun, saat wanita itu hendak memeluk tubuh pria tinggi itu, Kavin langsung merentangkan kedua tangannya dan menarik pinggang Riri.


"Gue udah punya istri, ini istri gue," jawab Kavindra sambil memperkenalkan Riri pada wanita itu.


"Oh, jadi kamu ninggalin aku buat nikah sama cewek yang dulu ninggalin kamu?"


Bersambung...


Happy Reading 😘


Aku nggak akan pernah lupa untuk minta maaf karena up date Babang Kavin yang nggak bisa tiap hari. Sekarang lagi aga ribet banget di RL. 

__ADS_1


Semoga kalian selalu setia buat nungguin kelanjutannya.


__ADS_2