Batal Calon Kakak Ipar

Batal Calon Kakak Ipar
Davanka Pramudya


__ADS_3

Hari ini Davanka Pramudya akan berkencan dengan sang kekasih, Arisha Shanika. Pria itu ternyata tak jadi mengajak jalan sang kekasih saat gadis itu pertama diterima kerja.


Mereka berjanji bertemu di taman baca, lalu mengajaknya makan siang di Almahera resto. Pria itu terkejut saat mengetahui bahwa sang kekasih ternyata bekerja di perusahaan milik sang kakak, Kavindra Pramudya. Hal itu pula yang membuat gadisnya merajuk saat ini.


Arisha pergi ke arah pantai sendirian, tanpa mengajak Davanka. Pria itu pun mengikutinya


saat tepat berada di belakangnya, dia pun dengan lembut menelusupkan kedua tangannya ke pinggang ramping gadis itu dan memeluknya. Pertamanya Arisha terkejut, tetapi saat tahu bahwa itu dirinya, gadis itu hanya bergeming.


Namun, saat keduanya menikmati suasana pantai, tiba-tiba saja hujan turun lumyan deras, hingga membuat keduanya berlari masuk kembali ke mobil.


Arisha tampak sibuk menutupi tubuh bagian atasnya yang ternyata bajunya sudah basah.


Davanka pun mendekat, tanpa disadari gadia itu. Sampai akhirnya gadis yang tampak panik itu menoleh.


"Da-Dava … kamu ngapain?" Arisha tampak terkejut dan terbata.


Davanka hanya menaikkan satu alisnya sambil tersenyum miring. Kenapa gadisnya terlihat begitu cantik saat ini. Apalagi dengan baju basah seperti sekarang ini.


Pria dewasa itu merasa tertantang dengan situasi saat ini.


"Ka-kamu jangan macam-macam ya, Dav!" pekik Arisha saat pria itu makin memepetnya ke pintu mobil.


"Nggak cuma satu macam doang kok, Sha." Davanka makin mendekatkan wajahnya, hingga membuat gadis itu makin terpundur.


Namun, sepertinya hal yang diinginkan tak terjadi karena tiba-tiba sebuah ketukan di kaca jendela mengalihkan perhatian keduanya.


Davanka kembali ke posisi semula, lalu berdehem dan membuka kaca jendelanya.


"Ada apa ya?" Davanka bertanya dengan wajah datar.


"Maaf Pak, saya mau keluar, dan mobil saya tidak bisa keluar karena terhalang mobil Bapak," ucap pria yang ditaksir seusia dengan Arisha itu sopan.


"Tuh, Dav ayo kita pulang aja," ajak Arisha merasa tertolong dengan pria barusan.


"Baiklah." Davanka menjawab singkat dan mulai menyalakan mesin mobilnya. Lalu pria itu pun memundurkan mobilnya dan langsung melaju meninggalkan tempat itu.


"Kita pulang saja, Dav," ucap Arisha pelan.


"Kita beli baju dulu, kamu mau basah-basahan gitu ke rumah? Apa kata orang tuamu nanti?" Davanka menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan di depannya.

__ADS_1


Arisha hanya diam, ia berpikir hal yang sama dengan sang kekasih. Kenapa sampai lupa bawa jaket si, Ri sesalnya dalam hati.


Davanka membawa gadis itu ke sebuah toko baju. Namun, hanya ia sendiri yang keluar dan mengatakan pada Arisha untuk tetap di dalam mobil dan menunggunya.


Arisha hanya mengangguk pasrah, dan tetap duduk bergeming di tempatnya.


Tak berapa lama pria dengan tinggi 175 centimeter itu, kembali dengan sebuah paper bag di tangannya. Davanka memberikan benda itu pada gadisnya. "Kamu ganti dulu, aku mau beli minuman dulu di minimarket sana," ucapnya sambil menunjuk minimarket yang tak jauh dari sana.


Arisha pun pindah ke jok belakang dan mulai mengenakan baju yang dibelikan Davanka. Sebuah sweater warna ungu, dengan ukuran yang agak besar.


Bersamaan itu, Davanka sudah kembali dengan dua botol minuman di tangannya.


"Udah selesai, kan?" tanya pria itu sebelum membuka pintu mobilnya.


"Udah." Arisha kembali ke jok depan saat pria tampan itu sudah masuk dan duduk di balik kemudi.


"Nggak mau jalan-jalan ke mana lagi nih?" tanya pria dengan senyum khas itu sambil menyodorkan satu minuman pada gadisnya.


"Besok lagi lah, ujan juga nggak enak dan bahaya," jawab Arisha dengan menekankan kata bahaya.


Davanka terkekeh mendengar ucapan gadisnya, lalu ia pun mengangguk dan mulai melajukan mobilnya menuju arah pulang.


Tidak ada percakapan berarti selama perjalanan pulang, bahkan keduanya lebih banyak diam.


"Ini rumah aku, ayo masuk! Aku kenalin ke mama sama papa," ajak Arisha. Namun, pria itu dengan halus menolak ajakan sang kekasih dengan alasan saat ini bahkan pakaiannya setengah basah dan tak rapi.


"Masa ketemu calon mertua, buluk gini malu lah," candanya sambil mencolek hidung mancung gadisnya.


"Iya juga si, ya udah besok-besok lagi deh," jawab Arisha dengan terkekeh.


Namun, Davanka kembali mencondongkan wajahnya. "Mau minta yang tadi, boleh?" bisiknya.


"Nggak!" Arisha mendorong dada bidang pria di sampingnya.


"Dikit doang," godanya.


"Nggak!"


***

__ADS_1


Keesokan harinya Davanka yang diam di rumah tanpa berniat untuk ke mana-mana. Pria itu saat ini sedang bersantai di kursi malas yang ada di belakang rumah. Kedua tangannya ia lipat di belakang kepalanya sebagai penyangga.


Pikirannya berkelana pada kejadian dua tahun lalu, saat satu bulan menuju pernikahan sang kakak. Davanka sedang berada dalam sebuah kamar hotel bersama seorang wanita cantik. Keduanya tampak intens.


"Kamu beneran mau nikah sama abang aku?" tanya Davanka pada wanita berambut panjang itu.


"Iyalah, persiapannya sudah hampir selesai, Dav," jawab wanita itu.


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita?" sela Davanka.


"Aku sudah menerima lamaran kakakmu, kita tak bisa melanjutkan semuanya, Dav." Wanita yang bernama Kiandra itu mengalungkan kedua tangannya pada leher Davanka. Lalu keduanya saling memagut, menikmati keintensnan mereka.


Davanka menutup matanya setelah semua ingatan itu kembali hadir. "Kamu sebenarnya pergi ke mana, Kia?" gumamnya lalu mengusap wajahnya dengan satu tangannya.


"Aku selalu mencarimu, sampai akhirnya aku bertemu Arisha, gadis yang sangat mirip denganmu. Aku tetap mencari sosok kamu daei dirinya, tapi tak pernah ada," lirihnya.


Namun, yang ia khawatirkan saat ini adalah Arisha yang bekerja di perusahaan sang kakak. Jika suatu hari, pria yang berada di luar negeri itu kembali dan bertemu dengan Arisha. Ah … entahlah apa yang akan terjadi?


Karena Davanka tahu bagaimana sang kakak mencintai Kiandra dengan sepenuh hati.


Namun, karena keegoisan Davanka dengan tak tahu malu menggoda Kiandra, hingga gadis itu akhirnya memilih berhubungan dengannya di belakang sang kakak.


Bahkan satu bulan sebelum hari pernikahan mereka pun, Davanka mengajak Kiandra ke sebuah hotel.


Sampai akhirnya, tiga hari menuju hari H, Kiandra menghilang tanpa jejak. Bahkan semua orang sudah dikerahkan untuk mencari gadis itu, tapi nihil. Hingga akhirnya sang kakak memutuskan untuk kembali ke luar negeri dan sampai saat ini belum kembali.


Kini, Davanka merasa bahwa sang kakak akan segera kembali dan jika ia bertemu dengan Arisha. Pria itu takut akan merebutnya. Padahal selain dengan Arisha, Davanka juga berhubungan dengan asisten pribadinya, Azrina.


"Aku akan segera menemui kedua orangtuanya, sebelum abang kembali," gumamnya.


Bersambung...


Happy Reading


Nah lo, ternyata babang Dava gitu ya. Kok aku kesel sih, Riri dikhianatin. Moga cepet ketemu sama bos ya.


Vote dong


Riri & Davanka

__ADS_1


Riri & Agam


Riri & Kavindra


__ADS_2