Batal Calon Kakak Ipar

Batal Calon Kakak Ipar
Masa Lalu


__ADS_3

Pagi ini Riri bangun agak siang, tubuhnya terasa lelah. Dia malas untuk beranjak dari tidur nyamannya.


“Bang, hari ini aku izin nggak kerja ya,” ucapnya parau pada sang suami yang saat ini sedang menghadap ke arahnya sambil bersandar pada satu tangannya.


“Tumben,kenapa?” goda Kavin yang membuat wanita kesayangannya itu berdecak.


“Ish, semua gara-gara kamu, Bang. Aku cape,” gerutunya, lalu menutupi kepalanya dengan selimut.


“Ya udah aku juga izinlah, biar Raka aja yang urus, hari ini juga nggak ada agenda yang penting banget.”


“Ish, sama aja kalau gitu, kamu kerja aja gih!”


“Nggak.” Pria tampan itu malah memeluk tubuh sang istri yang masih dibalut dengan selimut.


Program mereka sepertinya berjalan lancar, karena seharian ini Riri nggak bisa keluar dari kamarnya.


“Bang, kalau misal mantan kamu datang terus minta balikan gimana?” Tiba-tiba saja Riri bertanya saat keduanya sedang duduk bersandar pada kepala ranjang.


“Kok, nanyanya gitu sih?”


“Ih, kan misal, secara wajahnya aja sama kaya aku,” sela Riri.


Kavin menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan aneh dari sang istri. “Emang kamu mau dimadu?” Entah kenapa pertanyaan yang dilayangkan pria tinggi itu malah sukses mendapatkan cubitan dan pukulan di lengannya.


“Jadi kamu mau duain aku, Bang?”


“Astagfirullah, bu-bukan gitu maksud aku, Sayang.” Kavin jadi serba salah. Padahal tadi sang istri yang bertanya, tapi kenapa malah jadi dia yang salah. Istri selalu benar memang nyata adanya.


"Terus?" Riri berucap dengan sewot.


"Kamu mau denger cerita aku tentang dia nggak?" tawar Kavindra yang malah membuat sang istri makin cemberut.


"Kamu mau bandingin aku sama dia? Terus bikin aku cemburu gitu?" Riri makin murka mendengar ucapan suaminya.


Kavin menarik tubuh sang istri ke dalam dekapannya, walaupun wanitanya terus berontak. Namun, tenaga dia bagaimana pun lebih kuat dari sang istri.


"Kamu denger dulu dong ceritanya, apa kamu yakin aku bakal pilih dia, setelah aku punya kamu yang sempurna di mataku," bujuk Kavindra tanpa melepas pelukannya.


Flashback dua tahun lalu.


"Tunggu aku pulang ya, Kia." Pria tinggi itu berucap pada sang kekasih saat akan ke luar negeri.


Gadis dengan rambut panjang itu mendekap erat tubuh kekasihnya.


"Pulang nanti aku akan langsung melamarmu dan menikahimu," imbuh pria yang tak lain adalah Kavindra.


Kiandra hanya mengangguk dan menangis.


Selama Kavindra di luar negeri, komunikasi mereka tak pernah terputus. Namun, tanpa Kavindra ketahui. Kia telah menjalin hubungan dengan Davanka, adik dari Kavindra. Adik satu ayah yang sangat Kavindra sayangi.


Tak dapat dipungkiri wajah Kavindra dan Davanka memang ada kemiripan, hanya tinggi badannya saja yang berbeda.

__ADS_1


Suatu hari di sebuah resto. Terlihat Kiandra dan Davanka sedang makan siang bersama. Pria itu tak melepas genggaman tangannya.


"Kamu yakin akan menikah dengan Bang Kavin setelah apa yang kita lakukan, Kia?"


"Aku nggak tahu, tapi aku menyayangi dia, Dav."


"Kenapa kamu mau berhubungan dengan aku? Apa aku cuma pelarian kamu saja, saat Bang Kavin nggak ada?" desak Dava yang merasa tak terima dengan jawaban gadis di depannya.


"Sebenarnya, aku hanya menganggap Kavin seperti abangku. Sayang aku ke dia kaya sayang adik ke abangnya. Kamu tahu kan, aku nggak punya kakak atau pun adik. Aku anak tunggal, tapi bahkan ayahku tak menginginkan aku." Wanita cantik itu berbicara panjang lebar.


Dava menganggukkan kepalanya. Dia tahu bahwa gadis di depannya ini hanya tinggal bersama ibunya. Ayahnya jarang sekali pulang, karena pria itu sudah memiliki istri lain di luar sana.


Singkat cerita Kavindra pulang untuk melamar dan menikah dengan wanita pujaannya. Pria itu begitu bahagia, apalagi uang yang ia tabung sudah cukup untuk pesta pernikahan yang gadisnya inginkan.


Kavindra beserta keluarganya berkunjung ke kediaman Kiandra untuk melamar gadis itu. Mereka disambut baik oleh keluarga Kiandra. Namun, sang ayah tak menunjukan ekspresi bahagia sedikit pun.


Rencana pernikahan pun akan digelar satu bulan kemudian. Persiapan yang dilakukan oleh Kavindra dan keluarganya benar-benar sudah sempurna. Namun, sampai akhirnya tiga hari sebelum hari H. Kiandra dan sang ibu menghilang tanpa jejak.


Ganendra sempat murka dengan apa yang terjadi pada putra sulungnya. Apalagi undangan sudah tersebar. Namun, semua orang yang ditugaskan oleh Ganendra belum juga menemukan calon menantunya itu. Hingga akhirnya dengan terpaksa pernikahan yang sudah siap itu dibatalkan dengan alasan calon pengantin perempuan meninggal karena kecelakaan.


Kavindra pun kembali ke luar negeri untuk menghindari gosip yang tak enak tentang keluarganya.


***


"Akhirnya aku kembali, karena Raka bertemu kamu. Aku kira kamu benar-benar Kiandra, ternyata saat aku tiga hari satu kamar di hotel Agatha. Aku tahu itu bukan Kia." Kavindra mengakhiri ceritanya.


"Terus dia ke mana? Kok, sekarang tiba-tiba datang lagi," tanya Riri.


"Aku nggak tahu, makanya aku sebenarnya ingin bertanya mengenai hal itu," jawab Kavindra.


"Aku mana tahu kalau kamu dulu tuh abangnya  Dava. Lagian, Dava juga nggak serius sama aku, buktinya dia duain aku. Keselnya lagi pas putus malah ngambil ciuman pertama aku, eh …."


"Apa?" Kavin terlonjak saat mendengar pengakuan sang istri.


"Nggak … aku salah ngomong," jawab Riri terbata saat melihat ekspresi suaminya.


"Sini biar aku hapusin, pokoknya nggak boleh ada bekasnya." Kavin menyambar bibir ranum istrinya dengan rakus, hingga wanita itu kewalahan.


"Abaaang!" pekik Riri saat pagutannya terlepas, dan ia kehabisan nafas.


"Kok, kamu mau sih?"


"Mau apa?"


"Iya sama Dava …."


"Siapa yang mau, aku bilang dicuri, bukan aku ngasih first kiss aku ya." Riri tak terima dengan tuduhan suaminya.


Perdebatan pun terjadi antarkeduanya. Sebenarnya Kavindra tahu, tapi pria itu hanya ingin menggoda istrinya saja.


"Bang, kok kamu tahu kalau Dava pacaran sama calon kamu?" Akhirnya Riri bertanya sesuatu yang sejak tadi mengganjal di hatinya.

__ADS_1


"Raka yang bilang, dia tahu semuanya saat aku masih di luar negeri. Namun, ia enggan menceritakan semuanya karena takut menyakitiku." Pria memaparkan bagaimana ia bisa tahu semuanya.


Riri hanya menganggukkan kepalanya. "Aku ke toilet dulu bentar," izinnya pada sang suami. Namun, baru saja ia turun daei ranjang, inti tubuhnya terasa nyeri dan perih.


"Ish, Bang aku susah jalan tahu. Semua gara-gara kamu," omelnya sambil berusaha berdiri dan berjalan walaupun pelan-pelan.


Kavin hanya terkekeh, lalu pria itu pun turun dan langsung menggendong sang istri. "Nggak apa-apa biar aku gendong saja, oke!"


Kavin pun berpesan jika sudah selesai panggil dirinya kembali. Pria itu pun duduk di sofa yang ada di kamarnya. Sambil menunggu sang istri, ia membuka ponselnya dan ia melihat satu pesan dari nomor yang tak dikenalnya.


Tunggu aku! Kamu akan kembali padaku setelah tahu kebenarannya.


Isi pesan singkat itu membuat Kavin mengerutkan dahinya. Namun, ia sudah tahu siapa pengirimnya, saat melihat foto profil si pengirim pesan.


"Kamu tidak akan bisa melakukan apapun, Kia. Semua sudah terlambat," gumamnya.


Namun, sepertinya Kavindra juga menunggu apa yang akan wanita itu lakukan. Asal tak menyakiti istrinya.


"Bang!"


"Iya, Sayang." Kavin beranjak dari duduknya lalu menghampiri sang istri yang sudah berdiri di depan pintu toilet.


Tanpa menunggu lagi, pria tinggi itu langsung menggendong tubuh mungil gadisnya.


"Aku lapar," ucap Riri saat sudah kembali duduk di ranjangnya.


"Oke, biar aku ambilkan. Kamu tunggu di sini oke!" Kavindra mengedipkan satu matanya pada sang istri. Kemudian berlalu dari sana.


Saat Kavindra sudah keluar dari kamar, tiba-tiba ponselnya berdering. Riri pun mengambil ponsel sang suami, tertera nomor tal dikenal di sana. Karena penasaran, Riri pun mengangkat panggilan telepon itu.


"Assalamu'alaikum."


"Sayang, aku kangen sama kamu. Kita bisa bertemu lagi kan seperti satu minggu yang lalu," jawab suara wanita di seberang dengan nada manja.


"Ini siapa?" tanya Riri.


"Aku kekasih Kavin, satu minggu yang lalu dia tidak makan siang denganmu, kan? Itu karena dia bertemu dan makan siang denganku."


"Yah cuma makan siang doang ya? Dia malah udah makan aku tiap hari," balas Riri dengan jawaban yang diluar dugaan.


"Kurang ajar."


"Kamu kekasih doang kan? Tapi aku istri sah." Lalu Riri menutup panggilan telepon tersebut dan melempar ponsel suaminya ke kasur sembarangan.


Bersamaan itu, Kavin datang dengan nampan di tangannya. "Makanannya sudah siap."


"Makan aja sana sama cewek kamu!"


Bersambung


Happy Reading 😘

__ADS_1


Tenryata eh ternyata Kiandra itu broken home ya, dia cuma cari perlindungan Kavin tok. Cuma siapa sih itu yang ngaku-ngaku makan siang bareng Babang Kavin? Aku nggak suka😏.


Jan lupa gerakin jempolnya ya, jan like doang jadi aku tahu kalau kalian baca cerita aku.


__ADS_2