Batal Calon Kakak Ipar

Batal Calon Kakak Ipar
Liburan


__ADS_3

"Nggak satu macam doang kok, Yang."


"Apa?"


"Rahasia."


Riri berdecak sebal mendengar jawaban dari suaminya. Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya bukan untuk kembali pulang, tapi ke tempat lain.


"Kita mau ke mana sih, Bang?" Sera bertanya saat melewati jalan yang bukan menuju rumahnya.


"Mau minta hadiah," jawab Kavindra singkat walau terdengar kekehan setelahnya.


Sera yang terlihat melipat kedua tangannya. "Harus kontan ya, Bang."


Kavindra kembali tergelak saat mendengar pertanyaan dari adik iparnya.


"Tahu nih, padahal kalau di rumah dibikinin mie instan aja, nggak pernah pakai cabe," protes sang istri yang masih tak percaya bahwa pria di sampingnya bisa menang melawan dirinya soal makanan pedas.


Pria yang sedang mengemudi itu kembali terkekeh saat mendengar ocehan sang istri.


Tak berapa lama mereka sampai pada sebuah pusat perbelanjaan. Hari yang sudah menjelang malam mereka sempatkan untuk pergi ke masjid dulu untuk melaksanakan tiga rakaat.


"Ayo!" ajak Kavindra saat mereka berada di luar masjid setelah salat.


"Atuhlah, Bang. Sera nggak punya duit buat jajanin Abang," sela gadis yang saat ini tampak memelas.


"Nggak, Abang yang mau traktir kalian, beli apa aja yang kalian mau." Pria jangkung itu berjalan lebih dulu meninggalkan kedua wanita yang kini hanya mematung.


"Mau beli apa sih?" Riri bertanya bingung pada sang suami.


"Terserah kamu saja, Yang." Kavin berucap tanpa mengalihkan perhatiannya dari benda pipih di tangannya.


Namun, tanpa pria itu duga sang istri menarik tangannya dan pergi agak jauh dari sang adik yang juga sedang melihat ponselnya 


"Kamu pasti ada maunya kan, Bang?" bisik Riri dengan nada menggerutu.


"Kok, kamu tahu sih, Yang? Nggak seru ah," balas Kavindra yang membuat sang istri berdecak sebal.


"Maafin aku ya," imbuhnya.


Riri melipat kedua tangannya di depan dada, lalu ia menarik satu ujung bibirnya 


"Boleh tapi ...." Wanita cantik itu tak melanjutkan ucapannya saat sang adik tiba-tiba datang.


"Hayo, lagi bisik-bisik apa?" sela gadis berambut panjang itu.

__ADS_1


"Nggak, ayo kita habiskan duit Abang, Dek!" ajaknya sambil tersenyum penuh arti pada sang suami, lalu menggandeng tangan sang adik untuk pergi dari sana.


Sekitar dua jam mereka menghabiskan waktu untuk belanja yang tanpa rencana sebelumnya. Sekarang mereka sudah berada di mobil menuju pulang. Kedua wanita itu tampak kelelahan setelah mengelilingi pusat perbelanjaan. 


"Belanja apa saja sih?" tanya Kavindra yang memang tak mengikuti keduanya.


"Banyak, Bang makasih ya. Kak Riri juga beli baju dinas lo," ucap Sera sambil merebahkan kepalanya pada sandaran kursi mobil.


"Hus!" protes Riri, tanpa melirik ke arah suaminya.


Sampai akhirnya keduanya tertidur karena kelelahan. Kavin pun fokus menyetir untuk sampai ke kediaman mertuanya. Sekitar pukul 23.00, akhirnya Kavindra memarkirkan mobilnya di halaman rumah bercat putih itu.


Sera sepertinya sudah terbangun, saat mobil masuk pekarangan rumah. Namun, Riri masih terlihat begitu lelap.


"Udah nyampe ya, Bang?" Suara serak Sera membuat Kavindra menoleh ke belakang. Terlihat gadis itu mengucek matanya yang mungkin terasa pedih.


"Iya, buka pintu gih, boar abang yang masukin barang-barangnya." 


"Oke." Kemudian tanpa menunggu lama gadis itu pun turun dari mobil dan membuka pintu untuk sang kakak. Ternyata Riri sudah digendong oleh Kavindra saat Sera masuk ke rumah.


"Langsung tidurin di kamar aja, Bang. Kasian," ucap Sera saat melihat kakaknya yang tampak kelelahan. Kavindra pun mengangguk dan menuju kamar mereka saat dulu masih tinggal di sini.


Setelah menidurkan sang istri, pria itu mengambil semua barang belanjaan yang ada di bagasi mobil.


Satu minggu setelah itu, Kavindra dan Riri saat ini sedang berada di bandara. Mereka akan pergi ke Bali. Ternyata waktu persyaratan yang diminta oleh Riri adalah liburan. Sebenarnya wanita cantik itu tak menargetkan harua ke mana, yang penting bagi dia pergi liburan. Ternyata Kavindra memilih Bali sebagai tempat liburan mereka.


Perjalanan yang mereka tempuh akan memakan waktu sekitar dua jam. Riri memang pertama kali naik pesawat terbang, wanita itu terlihat gugup.


"Kamu tenang aja, Yang. Nggak akan apa-apa kok, kan ada aku." Kavindra menggenggam erat tangan sang istri yang terasa dingin.


"Aku takut ... takut bikin malu, Bang," bisik Riri pada sang suami.


Kavindra tergelak mendengar ucapan sang istri yang tak terduga. Padahal naik pesawat tinggal duduk dan menikmati perjalanan sampai ke tujuan, terus apa yang akan membuatnya malu, pikir Kavindra.


"Bikin malu gimana coba, istri aku cantik gini," ucap Kavindra sambil terus menggenggam erat tangan sang istri. Tak berapa lama suara panggilan terdengar dan para penumpang tujuan Bali dipersilakan untuk naik pesawat.


Tak berselang lama, bersama para penumpang lainnya, kini Riri dan Kavin sudah duduk di kursi pesawat. Riri duduk dekat dengan jendela pesawat.


"Kamu nggak takut ketinggian kan, Yang?" tanya Kavin sesaat setelah keduanya duduk dengan nyaman. Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya dan melihat keadaan di luar yang tampak cerah.


Perjalanan mereka pun dimulai, pesawat yang mereka tumpangi sudah membawa mereka ke tempat tujuan. Ternyata tak semenakutkan yang dibayangkan oleh Riri. Bahkan wanita itu begitu menikmati perjalanannya.


Sesuai dengan jadwal, mereka sampai setelah dua jam perjalanan. Kavindra yang memang sudah memesan hotel untuk mereka tempati selama di Bali, langsung menuju ke sana.


Riri sudah dan Kavin sudah berada dalam hotel. Riri sedang membereskan barang mereka ke dalam lemari. Sementara Kavindra duduk di sofa yang ada di sana sambil menerima panggilan telepon dari Raka.

__ADS_1


Rencana liburan mereka hanya tiga sampai empat hari, tapi saat Kavindra menerima panggilan telepon dari Raka, mereka bisa menambah waktu libur mereka menjadi satu minggu penuh, karena klien mereka sudah bisa ditangani oleh Raka dan Olivia.


"Yang, liburan kita bisa nambah, jadi ...." Kavindra memeluk tubuh sang istri dari belakang dan membisikkan sesuatu pada telinga istrinya.


"Ish, baru juga datang kita, Bang." Terdengar nada menggerutu dari mulut sang istri saat ia memasukan pakaian terakhirnya ke dalam lemari.


"Ayolah, selain liburan kita honeymoon juga dong, Yang." Pria tampan itu terus membujuk istrinya.


"Aku mau jalan-jalan dulu, nanti setelah jalan-jalan kamu mau ngapain juga bebas. Gimana deal?" tawar Riri sambil berbalik menghadap sang suami, sementara kedua lengannya ia lingkarkan di leher suaminya.


"Nggak bisa sekarang dulu sekali aja?"


"Akunya mau jalan-jalan dulu lah, Bang. Otak aku udah traveling ini buat lihat pantai Kuta."


"Baiklah. Ayo!" Kavindra pun menarik tangan istrinya untuk keluar. Namun, wanita itu menahannya, karena tasnya tertinggal di meja.


Pantai yang terkenal di sana, membuat Riri merasa takjub saat melihatnya. Karena, tak menyangka bahwa dia akan berada di tempat ini. Padahal dulu ia hanya melihat di televisi.


"Foto dong, Bang. Aku mau kirim ke Adel kalau aku lagi di Bali." Riri meminta suaminya untuk mengambil foto dirinya.


"Ish, sombong banget."


"Ih, nggak sombong buat motivasi dia doang, Bang."


"Ya udah, sini deketan!" titah Kavindra.


Tanpa Riri duga, Kavindra mencium pipinya dan langsung memotretnya.


"Ih, Abang malu tahu!"


"Kita kan udah sah, ngapain malu."


Namun, saat mereka sedang asyik menikmati pemandangan laut dan beberapa kali mengambil foto mereka berdua. Tiba-tiba seseorang menabrak tubuh Riri, hingga wanita itu terhuyung.


"Hati-hati dong, Mas!" Bentak Kavindra sambil menahan tubuh sang istri.


Saat Riri sudah kembali berdiri tegak, ia melihat siapa yang menabraknya.


"Kamu?"


Bersambung...


Happy Reading 😘


Menuju part-part akhir ya guys. Jadi tungguin terus kelanjutannya.

__ADS_1


Jan lupa komennya yang banyak yak timamakasih 😘


__ADS_2