
Happy reading
Kevin hanya bisa mendesah pelan saat melihat siapa yang datang itu. Kevin tak menghiraukan siapa yang datang ke bengkelnya pagi ini.
"Bang Kevin, Eneng bawain sarapan nih buat Abang. Maaf ya kemarin gak kesini, sopannya di rumah ada tamu," ucap seorang wanita berusia 23 tahun mengapit lengan Kevin yang membuat Kevin kesal bukan main.
Kalau yang ngapit itu Sinta ia malah senang tapi ini, wanita yang tak pernah ia harapkan kehadirannya malah datang seperti jelangkung.
"Apa sih Nur, pulang sana. Aku mau kerja, jangan ganggu lagian aku sudah sarapan di rumah. Kasih sama Dani sana," ucap Kevin sedikit ketus.
Pasalnya wanita ini sedikit kebal dengan gertakan hingga membuat Kevin sedikit kesal dengan wanita yang notabene adalah anak pak RT itu.
Nurmala Sari itulah namanya, wanita yang sudah 2 tahun ini membuat hari hari Kevin suram. Nurmala adalah anak dari RT dimana bengkelnya berada bukan RT rumah utamanya.
Hampir setiap pagi Nurmala akan datang dengan rantang di tangannya. Bahkan tak jarang Nurmala membuat Kevin kesal bukan main hingga memutus untuk pergi dari bengkel.
Sudah berbagai cara Kevin lakukan agar Nurmala pergi dari kehidupannya. Bukannya mau menolak wanita yang datang tapi ini masalah Nurmala yang memang tak punya malu.
"Ih Abang kenapa sih? Kan niat Nur baik, bang. Abang pasti bohong kalau udah sarapan soalnya Nur pernah lihat Abang sering sarapan di warung Mpok Ijah."
"Walaupun gue sering sarapan di sana masalah buat lu. Lagian gue udah gak selera makan lagi, mending bawa pulang atau kasih anak anak lain aja. Gue udah kenyang," ketus Kevin seraya mengambil tang.
Nurmala yang sudah sering mendapat penolakan dari Kevin itu manyun di buatnya. Nurmala adalah tipe orang yang jika ia ingin itu ya harus dapat apapun rintangannya. Walaupun Nur sendiri sudah punya pacar.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu Nur tunggu disini aja ya, bang. Terus kita makan bareng nanti," ucapnya dengan senyum manisnya. Tapi bukannya cantik Nur malah terlihat tua.
Wanita berusia 23 tahun itu membersihkan kursi di bengkel itu dengan tisu yang dibawanya kemudian baru duduk.
Kevin yang melihat itu hanya menggeleng begitupun dengan yang lain. Mereka memang tak suka dengan Nurmala karena wanita itu selalu mengganggu mereka bekerja. Apalagi omelan tak jelas yang selalu di katakannya.
Nurmala seakan disana ia adalah bosnya, bahkan Udin sering kali di suruh suruh untuk mengambilkan ini lah, itu lah hingga Kevin muak. Ia saja yang bos mereka tak pernah memerintah pada karyawannya selain soal pekerjaan tapi wanita ini tak ada jeranya juga.
"Din, ambilin gue air dingin," teriak Nurmala sok ngebos padahal ia tak ada hubungan apapun di bengkel ini. Pemilik bukan, pelanggan juga bukan, bahkan ada hubungan dengan Kevin saja tidak.
Udin yang muak dengan tingkah Nur itu hanya diam tak peduli. Karena memang itu yang di katakan Kevin. Dulu Nurmala bisa memerintah dirinya karena Kevin ada urusan tapi sekarang tidak lagi. Udin tak ingin harga dirinya di injak injak oleh Nurmala si demit itu.
"Udin!!"
"Kaki lu buntung ya? Itu ada warung kenapa nyuruh orang?" tanya Dani dengan beraninya. Untungnya para pegawai bukan dari RT sana jadi mereka tak perlu takut dengan jabatan ayahnya Nurmala.
"Uweekkk mual gue bro."
"Nggilani, siapa sih situ. Pacar bos gue juga bukan," ucap Sapri dengan kepala yang ia gelengan.
"Abang pecat mereka Abang."
BRAK
__ADS_1
Kevin membanting tang yang ia bawa hingga mengenai seng tempat oli bekas itu hingga membuat oli bekas itu berceceran ke mana mana.
"Bisa diam gak sih!!!"
Kevin bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Nurmala. Laki laki itu sudah terlalu muak dengan adanya Nurmala, Kevin bukan tipe orang yang suka diganggu. Apalagi sedang bekerja seperti ini.
"Apa lu gak punya rumah hingga setiap pagi kesini? Gue risih ada lu ada disini, gue bukan cowok lu, lu juga bukan keluarga gue. Jangan sok ngebos disini. Gue yang bosnya bukan lu. Mulai hari ini jangan pernah lu ngebos disini dan jangan pernah lagi ngasih gue makanan gak jelas ini. Gue tahu lu udah kasih pelet kan di makanan ini? Dasar musyrik," tekan Kevin yang membuat Nurmala pucat pasi.
Sakit hati sekaligus bertanya tanya kenapa Kevin bisa tahu jika ia selalu menaburkan bubuk agar Kevin jatuh ke pelukannya.
Darimana Kevin tahu jika Nurmala memberikan pelet di makanan itu? Perlu kalian tahu Kevin sangat peka dengan sesuatu yang dianggap mistis. Nurmala selalu datang dengan hawa yang tak mengenakkan dan ia tahu apa ini artinya.
Kevin juga sudah memagari bengkelnya dari hal hal yang jahat. Hal itu membuat orang yang ingin berniat jahat padanya dan usahanya akan kembali.
"Sekarang gue minta lu pergi dari sini dan jangan pernah kesini lagi, kalau enggak gue bakal bilang ke pak RT buat mengajarkan sopan santun anaknya in," ancam Kevin yang membuat Nurmala takut.
Nurmala adalah wanita yang sangat manja dan selalu dianggap sempurna oleh semua penduduk RT itu. Apalagi Nurmala adalah seorang wanita cantik yang siapa saja mau. Hingga ia selalu menjaga sikap jika di luar tapi entah kenapa saat berada di bengkel ia mengeluarkan sifat aslinya.
"PERGI!!!"
Dengan wajah sedih Nurmala langsung pergi dari bengkel itu membawa rantang yang ia bawa tadi.
Kenapa sih Kevin selalu menolak pesonanya, padahal Nurmala sudah banyak memakai susuk agar wajahnya tetap cantik dan kencang. Tapi kenapa Kevin tak luluh juga dengan pesonanya.
__ADS_1
"Sabar sabar, orang sabar di sayang Neng Sinta," batin Kevin mengelus dadanya.
Bersambung