Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Idola


__ADS_3

Happy reading


Setelah bel berbunyi Sinta dan Tiara cepat cepat pergi dari kantin tak lupa membawa satu cup teh hangat yang masih habis setengah.


Keduanya berjalan menuju kelasnya dengan riang, Sinta dan Tiara memang menjadi idola di sekolah itu. Bahkan banyak diantara para pria di sekolah ini yang kengidam idamkan keduana untuk menjadi pasangan.


Tapi pada dasarnya kedua gadis ini cuek cuek saja, bahkan lebih besar keinginan keduanya untuk berpacaran dengan selera masing masing. Sinta dengan cowok yang selera humornya sama seperti dirinya. Sedangkan Tiara dengan selera yang mirip oppa oppa Korea, bahkan saking cintanya dengan Korea Tiara sampai les bahasa Korea setiap 3 kali seminggu.


Padahal di sekolah itu banyak yang memenuhi kriteria cowok idaman mereka. Tapi entah kenapa dua sekawan itu tetap kekeuh ingin menjomblo jika belum ada yang pas.


"Sinta sayang sama Abang ayokk."


"Neng Tiara mau ke Korea gak sama aku?"


"Ayang Sinta, Abang mau ke rumah buat lamar neng ya."


"Tiara sayang cuittt."


Sinta dan Tiara hanya cuek walau banyak yang menggoda mereka. Bagi mereka cowok seperti itu malah alay dan tidak Maco sama sekali.


Sampailah mereka di dalam kelas, Sinta dan Tiara duduk satu bangku di dekat jendela jadi mereka bisa melihat ke arah luar. Terlihat banyak anak yang sedang memanaskan badannya karena jamnya olah raga.


"Lihat deh si Zain, ototnya itu loh bikin orang travelling," bisik Tiara menujuk laki laki yang memang sangat tampan di antara para laki laki disana.


"Biasa aja, gue lebih tertarik sama Mas montir," jawab Sinta yang baru saja mendapatkan pesan dari mas montir gantengnya.


"Emang seganteng apa mas montir lu itu?" tanya Tiara mengintip isi hp sang sahabat.


"Ganteng banget pokoknya, gak ada duanya kalau sama cowok idaman lu," jawab Sinta memiringkan ponselnya.

__ADS_1


"Pelit banget dah lu, gue cuma mau lihat."


"Gad ada profilnya, Abang ganteng cuma milik gue. Sejak awal Mas montir yang satu ini udah gue claim jadi milik gue," ujar Sinta dengan senyum. Ia tak peduli dengan para jantan yang menatap ke arah mereka. Sinta lebih memilih untuk mengambil earphone dan tidur.


"Tugas gue ada di tas, nanti lu kumpulin ya. Ngantuk gue mau tidur," ujar Sinta dan dianggukkan oleh Tiara.


Walau Tiara terobsesi kali dengan Korea tapi tetap saja gadis itu sangat pintar bahkan kerap menjuarai lomba yang selalu di adakan di sekolah.


Sebenarnya Sinta juga tak kalah pintar tapi gadis itu terlalu malas untuk mengapresiasikan dirinya. Enak juga jadi diri sendiri yang penting nyaman begitu katanya.


****


Sedari pagi Kevin tak pernah memudarkan senyum tampannya. Entah kenapa sekarang ia bagaikan orang yang sedang kasmaran atau memang ia sedang kasmaran tapi kan ia dan Sinta tak ada hubungan apa apa.


Bahkan para karyawan yang melihat bosnya tampak bahagia itu bingung. Tak biasanya Kevin datang selagi ini biasanya juga jam 8 dan jam setengah 9. Ini jam setengah 7 sudah nangkring di kursi depan kasir padahal bengkel buka jam setengah 8.


Baru 3 tahunan ia kerja di bengkel ini. Dulu Dani magangnya juga di bengkel ini jadi tak heran kenapa Dani bisa diterima langsung di bengkel Kevin. Kevin dan Dani memang dekat apalagi diantara para laki di bengkel itu hanya mereka berdua yang belum menikah.


Bang Sapri udah ada Mpok Ijah, bang Udin udah ada Zara yang saat ini lagi hamil anak ke tiga. Emang karyawan Kevin yang satu ini gemar kali buat anak, bahkan anak anak mereka cuma jarak 1 sampai 2 tahun aja.


"Dih bahagia gue gak bisa dibagi apalagi sama lu. Gue lagi menikmati masa masa jatuh hati tahu gak sih Dan. Setelah sekian purnama gue gak ada rasa sama cewek manapun gue tiba tiba bisa langsung jatuh hati sama cewek kemarin itu. Rasanya pengen gue bawa pulang buat teman bobok," ucap Kevin membayangkan wajah cantik Sinta yang menari nari di matanya.


Tak lama kemudian Kevin kembali tersenyum sampai Kevin menutup wajahnya dengan brosur bengkel itu.


"Bos kita lagi puber jangan diganggu, mending kita buka bengkel. Noh udah ada pelanggan," ucap Udin pada mereka. Meninggalkan bos mereka yang masih tersenyum senyum tak jelas.


"Ya Allah di Eneng cantik banget sih. Ibunya ngidam apa ya? Jadi gak sabar pengen ketemu lagi," gumam Kevin yang tak niat untuk membantu rekan rekannya saat ini.


Kevin menatap ponselnya dan membuka galeri kemudian ia menatap foto yang sudah ia simpan. Wajah cantik Sinta dengan seragam yang sangat pas. Cantik banget bagi Kevin.

__ADS_1


Gila!!


Kevin bisa gila kalau gini caranya, yang ada hanya senyum senyum aja. Bahkan tak ada niatan untuk beranjak dari kursi itu.


"Kang Kepin kopi gak mau?" tanya Mpok Ijah mengganggu lamunannya tentang Sinta yang sangat cantik saat ini.


"Mpok usik aja sih, Kevin lagi bayangi wajah bidadari nih. Kan jadi ilang," jawab Kevin yang mulai beranjak dari kursi itu membantu teman temannya.


"Buatin 4 ya Mpok, kayak biasa."


"Oke siap."


"Mpok lain kali kalau bos lagi senyum senyum sendiri biarin aja. Dia lagi puber nanti ngamok kalau diganggu," teriak Udin yang membuat mereka tertawa. Bahkan pelanggan yang ada disana itu juga ikut tertawa.


"Mas ganteng ini udah punya calon toh? Padahal mau bapak jodohin sama anak bapak," ucap salah satu pelanggan yang duduk disana.


"Udah punya pak, maaf maaf nih ya. Kevin udah punya cewek walau belum jadian tapi doakan segera nikah," jawab Kevin sedikit tak nyambung tapi tak apa lah.


"Woalah udah punya target ternyata," ucap bapak itu sedikit kecewa.


"Iya pak."


Jika Sinta idola di sekolahnya maka Kevin adalah idola di bengkel ini. Bahkan tak jarang bapak bapak bahkan ibu ibu ingin menjadikan Kevin menantu mereka.


Kevin kembali membantu Dani yang sedang menangani pasien dengan masalah yang sedikit serius. Jadi mereka bisa lebih cepat selesainya.


"Abang," pekikan seseorang membuat Kevin dan orang yang ada disana saling pandang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2