
Happy reading
Hari sudah semakin mendekati hari H, Kevin juga sudah sembuh dari sakit maagnya. Laki laki itu kini tampak sangat bersemangat momong keponakannya l yang masih berusia 2 tahun.
"Nia sayang, sini sama Ibu nak. Kasihan om Kevin di mintain gendong terus," ucap Mbak Sisil yang merupakan ibu Nia.
"Gak apa apa mbak. Kevin gak keberatan," ucap Kevin dengan senyum manisnya mulai mengajak bermain Nia.
"Ya sudah kalau begitu, oh ya nanti malam kamu langsung ke rumahnya calon kamu kan Vin?" tanya Mbak Sisil pada sepupunya.
"Iya mbak, kalian gimana?" tanya Kevin.
"Kita besok pagi aja, lagian gak enak kalau semua keluarga harus menginap disana. Nanti kamu share lock aja dimana tempatnya," jawab Andre dengan lembut mendudukkan sang istri yang sedang hamil tua itu di sofa.
"Duh adikku ini lagi hamil besar kok ya di ajak ngeluyur," ucap Mbak Sisil melihat adik iparnya yang sedang hamil besar.
"Dianya ngotot mbak. Udah aku bilangin di rumah aja, dia ngeyel mau ikut mau lihat Kevin nikah katanya," jawab Andre.
"Emang harus di tegasin, Ndre kalau udah hamil besar gini. Mbak yang takut lihatnya," ucap Mbak Sisil duduk disamping bumil yang baru memasuki usia 8 bulan itu.
__ADS_1
"Gimana rasanya hamil gede gini, Ta? Udah ngerasain kan gimana beratnya. Dulu aja kamu olok olok mbak, sekarang kamu ngerasain sendiri kan?" tanya Mbak Sisil yang mulai keluar cerewetnya.
"Ih mbak mah, wong adiknya lagi susah juga. Kalau aku gak hamil udah aku ajak war mbak tadi," jawab Tata dengan ngotot.
Entahlah kedua wanita ini jika bertemu selalu saja bertengkar. Tapi nyatanya ipar ini saling menyayangi bahkan Mbak Sisil lebih sayang Tata daripada Andre yang notabene adalah adik kandungnya sendiri.
"Udah udah, lihat tuh calon pengantin bingung," ucap Mas Ilham menujuk Kevin yang menatap mereka dengan bingung.
"Iya bingung lah Mas. Wong aku gak tahu mereka ini kenapa kalau ketemu selalu aja bertengkar."
"Ini tandanya aku sayang Tata. Yah walaupun dulu sempet gak suka sih karena ia sempat nyuri mangga muda yang udah susah payah Mas Ilham ambil saat aku ngandung Nia," jawab Mbak Sisil yang membuat mereka semua tertawa.
Ibu Rahma memang tak memutus tali persaudaraan keluarga alm suaminya karena sampai saat ini mereka masih menjadi keluarganya.
"Kevin, bisa ikut kakek sebentar?" tanya Kakek Toni pada sang cucu. Kakek dari ayahnya yang masih hidup sampai saat ini.
"Iya kek."
Kevin menyerahkan Nia pada orang tuanya sedangkan dirinya mengikuti sang kakek dari belakang.
__ADS_1
Keduanya duduk di teras depan rumah seraya melihat tenda pernikahan yang sudah terpasang. Bahkan kini sudah banyak kursi kursi yang terpasang.
"Bagaimana perasaan kamu, nak?" tanya Kakek dengan lembut.
"Alhamdulillah kek. Kevin bahagia," jawab Kevin.
"Kakek disini mewakili ayah kamu ya nak. Ingat pesan kakek, di dunia ini ada makhluk hidup dan makhluk gaib. Kamu pasti sudah paham maksud kakek. Dimasa depan pasti banyak rintangan dalam rumah tangga kalian, kakek ingin jika suatu saat mereka terlibat masalah selesaikan dengan kepala dingin ya nak. Jangan sampai setan mengambil alih otak kamu dan istrimu," pesan kakek dan dianggukkan oleh Kevin.
"Gelang yang kalian pakai juga jangan sampai di lepas ya. Cuma buat jaga jaga, karena kita gak tahu apa yang akan terjadi di masa depan," ucap Kakek tersenyum lembut.
"Pasti kek, gelang itu juga sudah ada di Sinta sejak berberapa bulan yang lalu," jawab Kevin dan dianggukkan oleh Kakek. Tanpa diberi tahupun kakek sudah tahu jika cucunya itu memberikan gelang warisan itu pada calon istrinya. Sudah seyakin itu Kevin pada calon istrinya.
"Kamu memang tak salah pilih jodoh, Nak. Sama seperti ibu kamu, wanita yang akan menjadi istri kamu ini memiliki tanggal lahir yang baik. Semoga pernikahan kalian tidak memiliki batu sandungan yang besar," ucap Kakek dan dianggukkan oleh Kevin.
"Kek, apa nanti ada yang merusuh seperti saat Kevin melamar Sinta dulu kek?" tanya Kevin.
"Sudah tenang saja, kamu fokus pada ijab kabul kamu saja biar tidak gagal. Ingat nama dan ayahnya jangan sampai keliru," ucap Kakek menenangkan sang cucu.
Kakek tahu perasaan Kevin yang memang sudah peka sedari dulu. Karena mata batin Kevin yang sulit di tutup juga karena turunan dari kakek.
__ADS_1
Bersambung