
Happy reading
Setelah puas menstalking akun Instagram Sinta, Kevin beralih ke aplikasi hijau dan mengetikkan nama Sinta di kontaknya.
Anda
Assalamu'alaikum Neng.
Centang dua abu abu berarti sudah terkirim namun belum di buka. Entah kenapa Kevin lebih senang memanggil Sinta dengan sebutan neng atau Eneng cantik.
Tak menunggu lama ada pesan masuk dari orang yang ditunggu.
Sinta
Wa'alaikumsalam, Mas Kevin bukan? Kelihatan dari profilnya.
Anda
Iya Neng, aku Kevin.
Lagi apa neng cantik?
Sinta
Rebahan aja Mas. Mas sendiri lagi apa?
Anda
Sama lagi rebahan juga, terus chat kamu. Masih jam segini juga mau tidur nanggung.
Sinta
Lah emang mas tidurnya jam berapa biasanya kok nanggung?
Anda
Jam 11 12 an malam lah.
"Udah centang biru tapi kok Ndak dibales sih?" tanya Kevin menatap ponselnya.
Anda
Neng masih disana kan?
Sinta
Iya Mas, Sinta masih disini. Kenapa?
Anda
Kok gak dibalas tadi.
Sinta
Gak tahu mau balas apa
Anda
Hmmm, motornya sudah gak ada masalah kan tadi?
__ADS_1
Kevin mencoba mencari topik pembicaraan agar tak hening lagi.
Sinta
Aman Mas, makasih ya. Kurangnya besok Sinta cicil.
Kevin
Iya yang penting dilunasin.
Sinta
Siap Mas Ganteng.
Senyum di bibir Kevin tiba tiba tertarik begitu saja saat Sinta mengatakan dia ganteng. Walau pada kenyataannya dia juga sangat tampan di bengkel itu.
"Gue emang paling ganteng, Anjas gue mau terbang," gumam Kevin yang seketika ingin berguling guling.
Kevin
Telepon boleh gak neng?
Sinta
VC juga boleh Mas
Kevin yang melihat itu tersenyum manis kemudian merapikan rambutnya yang sedikit panjang.
Kevin menekan tombol video itu dengan gemetar. Ia takut jika panggilan Video itu dimatikan oleh Sinta atau malah tidak diangkat juga nantinya.
"Bismillah."
Tak menunggu sampai 3 menit akhirnya panggilan video itu di terima oleh Sinta.
"Neng," panggil Kevin.
Sinta yang di panggil itu hanya tersenyum kemudian duduk dengan tegak di atas kasurnya itu.
"Iya Mas."
"...."
"...."
Mereka sama sama diam, karena bingung ingin berbicara apa. Ini seperti bukan mereka yang sejatinya memang tak bisa diam.
"Grogi Neng," ucap Kevin.
"Sama, padahal di chat tadi. Sinta sok berani ajak VC. Tapi akhirnya malah kayak gini. Maaf ya Mas," jawab Sinta dengan rasa tak enak.
"Gak apa apa Neng, Mas juga gak tahu kenapa jadi gini. Mungkin karena mas gak pernah VC orang," jawab Kevin dengan senyumnya yang mampu membuat Sinta makin klepek klepek dengan senyum Kevin.
"Mas..."
"Iya Neng, ada apa?" tanya Kevin.
"Kalau senyum jangan manis manis nanti Sinta makin terpesona loh," ujar Sinta dengan malu malu.
Kevin yang mendengar itu malah langsung tersenyum karena gemas dengan perkataan gadis di layar itu.
__ADS_1
"Gak apa apa kamu terpesona, semoga aja bisa jadi demen," ucap Kevin yang makin membuat Sinta salting di sana.
Untung kamar Sinta tak terlalu terah hingga membuat wajah merah Sinta tak terlihat oleh Kevin.
"Hahaha kamu belum ngantuk neng? Udah jam sembilan lebih loh," tanya Kevin yang di jawab gelengan oleh Sinta.
"Orang masih VC sama Mas Kevin kok," jawab Sinta dengan senyum.
"Kalau gak VC sama Mas, kamu udah tidur?"
"Belum juga, soalnya aku kalau tidur ngedrakor dulu," jawab Sinta dengan senyum manisnya.
"Emm emang pacar Neng gak marah kalau Neng VC sama Mas gini?" tanya Kevin memancing Sinta berkata jujur.
"Pacar siapa Mas? Sinta masih jomblo, gak ada waktu buat pacaran. Mending lulus habis itu nikah, pacaran buat kita jadi bodoh aja," jawab Sinta.
Bukan tanpa sebab Sinta bilang seperti itu, karena teman temannya yang dulu pintar pintar sekarang jadi menurun prestasinya karena efek pacaran sendiri yang tidak sehat.
"Ohh jadi mau langsung nikah, Neng?" tanya Kevin yang sepertinya mempunyai kesempatan untuk mengejar cinta sang gadis idaman.
"Iya kalau ada yang mau, la wong sekarang aja gak ada yang mau sama Sinta. Padahal Sinta gak jelek jelek amat perasaan," curhat Sinta menatap pantulan dirinya di ponsel itu.
"Neng gak jelek kok, Neng cantik."
Mendengar Kevin mengatakan ia cantik itu ia langsung menajamkan pendengarannya. Ia berharap tadi itu tak salah. Kevin mengatakan dia cantik, ARGHHH Sinta ingin terbang rasanya.
"Bener Sinta cantik? Tapi kalau Sinta cantik kok gak ada yang mau?" tanya Sinta dengan lirih.
"Mas mau kok sama Neng, ya walau kita belum 1 hari bertemu," ucap Kevin pada Sinta. Karena tadi ia mendengar gumaman Sinta.
"Hah apa mas?"
"Mas mau kok sama Eneng," jawabnya lagi.
"Bercandanya gak lucu, nanti pacarnya Mas tahu bahaya loh," ucap Sinta meledek sang montir idaman.
"Mas gak ada pacar Neng, udah waktunya cari calon istri. Gak ada waktu juga buat pacaran, maunya yang langsung halal," jawab Kevin tanpa malu mengatakan jika ia ingin segera menikah.
"Mas kan ganteng gak mungkin gak punya pacar?" tanya Sinta dengan wajah jahilnya.
Sinta masih tak percaya jika Kevin tak memiliki pacar, pasalnya wajah Kevin ini sangat tampan bak oppa oppa Korea yang bekerja di bengkel. Ya seperti itulah kira kira.
"Gak punya neng cantik, tapi kalau neng mau sama Mas gak apa apa. Berarti Mas udah punya pacar," jawab Kevin yang membuat Sinta langsung terkekeh.
"Pacaran marai mendo," ucap Sinta dengan bahasa Jawa yang diketahui oleh Kevin.
"Kalau langsung tunangan aja gimana? Gak perlu pacaran. Katanya marai mendo," tanya Kevin yang kini malah membuat Sinta tersipu.
Pasalnya mereka baru saja bertemu tapi dengan beraninya Kevin mengatakan hal seperti ini. Kalau Sinta baper kan gak ada yang bolong untuk saat ini.
"Udah udah jangan bahas ini lagi, Sinta gak mau baper. Nanti pas udah baper Mas gak mau tanggung jawab lagi," ucap Sinta dengan malunya.
"Kan Mas gak hamilin Eneng, kok disuruh tanggung jawab?" tanya Kevin dengan jahilnya.
"Ihh mas mah, gak tahu lah aku mau tidur dulu. Besok sekolah," ujar Sinta dengan malu langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
"Beneran mau tidur?"
"Hemmm."
__ADS_1
"Ya sudah selamat malam cantik, tapi VCnya gak usah dimatikan ya," ujar Kevin dan dianggukkan oleh Sinta.
Bersambung