Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Berani Menolak


__ADS_3

Happy reading


Jam 4 pagi, kebiasaan Sinta jika di rumah pasti akan bangun dan menunaikan sholat subuh dulu. Hingga jam 4 sudah menjadi alarm tersendiri untuk Sinta.


"Sshhh."


Sinta langsung membuka matanya saat merasa ada sesuatu yang kenyal dan basah di area atasnya.


Deg


"Mas Kevin!!"


Apa apaan ini, Kevin men***u padanya saat tidur? Ini sudah melanggar kesepakatan mereka tadi malam. Gulung yang ada di tengah tengah mereka juga sudah hilang entah kemana. Jangan lupakan selimut yang sudah terjatuh di lantai itu.


"Sshh linu banget, pasti dari semalam."


Sinta langsung menepuk pipi Kevin dengan sedikit kasar. Ia kesal dengan laki laki itu hingga membuat Kevin yang sedang terlelap dengan nyaman itu langsung membuka matanya.


Senyum mengembang itu tercetak di bibir Kevin, laki laki itu dengan senyum kembali menduselkan wajahnya di belahan dada Sinta, jangan lupakan mulutnya masih men***u.


"Mas jangan gini, udah pagi. Cepat lepas," ucap Sinta dengan greget langsung menarik pepaya miliknya hingga membuat gadis itu meringis saat gigi Kevin menggores miliknya.


"Akhh sakit." Sinta meringis seraya menatap adik kembarnya.

__ADS_1


"Lecet mas, mana merah merah lagi. Gara gara kamu sih, sakit tahu."


Kevin yang baru tersadar dari tidurnya itu langsung menatap sang kekasih dengan tatapan bersalah.


"Maaf sayang, aku gak sengaja. Lagian kamu tarik sih," ucapnya langsung memeriksa si kembar dengan teliti.


Tak terlalu parah, tapi Kevin malah ingin lagi saat melihat dua buah itu yang sangat mangkal dan juga kencang.


"Minggir aku mau mandi," ucap Sinta pada Kevin.


Jangan lupakan Sinta yang sudah memakai bajunya yang dilepas Kevin tadi malam. Dan bodohnya kenapa ia tak sadar jika kekasihnya ini berbuat tidak tidak pada tubuhnya. Memang setan itu membuat sesat.


"Yank."


"Apaan sih Mas, orang gak ada ASInya juga," ucap Sinta malu.


"Gak apa apa, aku mau. Dikit aja," pinta Kevin dengan melas.


"Dosa, kamu tahu gak sih kalau yang kita lakukan ini dosa?" tanya Sinta dan dianggukkan oleh Kevin.


Walau mereka bukan orang yang paham agama tapi Kevin dan Sinta tahu jika apa yang sudah mereka lakukan itu adalah sebuah dosa.


"Halalin aku dulu, baru kamu boleh melakukan apapun padaku," ucap Sinta tetap teguh pada pendiriannya kemudian meninggalkan Kevin disana sendiri.

__ADS_1


Kevin menatap sang kekasih yang tak tergoda padanya, andaikan itu orang lain pasti sudah iya iya saja.


"Aku janji akan menghalalkan kamu sayang," ucap Kevin kembali berbaring seraya tersenyum.


Masih sangat terasa bagaimana rasa dari si kembar itu, walau tak keluar apapun tapi ia tetap saja merasa bangga. Walau harus mencuri sih.


Kevin mulai mengangkat tangannya dan menatap tangannya itu.


"Pas di tanganku, aku tak menyangka jika dibalik sifatnya yang gak bisa ditebak. Ia memiliki aset yang sangat indah, bahkan aku tak menyangka jika besarnya hampir sekepal tanganku ini."


Tak heran juga sih, memang Sinta selalu memakai pakaian agak longgar hingga membuat lekuk tubuhnya yang sangat indah itu tertutupi.


Tak lama Sinta keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang ada di kamar mandi. Masa iya mereka pulang harus memakai baju piyama kan gak mungkin.


Kevin langsung terbangun dari tidurnya dan berjalan ke arah Sinta. Kemudian ia mulai memeluk tubuh sang Kekasih dari belakang.


"Sayang mau goda aku ya?" tanya Kevin dengan nada sen**al. Gai* rahnya muncul begitu saja apalagi ia adalah laki laki normal yan tog seperti ini sudah biasa terjadi.


Pluk


"Gak ada, cepat mandi," ucap Sinta langsung meletakkan baju kotornya di muka Kevin.


Pikiran laki laki itu selalu saja mengarah kesana. Akhirnya dengan berat hati Kevin langsung berjalan menuju kamar mandi. Karena ia sudah mendapati penolakan dari sang kekasih.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2