
Happy reading
Kini keduanya sedang berada di dalam kamar, dengan Kevin yang sedang membantu sang istri melepaskan riasan yang ada di rambutnya. Jangan lupakan sanggul yang sedikit berat itu.
"Ahh kepalaku dan gak berat, makasin ya mas."
"Iya sayang. Sini peluk dulu, Mas kangen banget sama kamu," ucap Kevin memeluk tubuh Sinta dari belakang jangan lupakan kecupan kecupan kecil di leher Sinta hingga membuat Sinta geli di buatnya.
Jam masih menunjukkan pukul 01.00 siang masih ada waktu 1 setengah jam untuk mereka istirahat. Kemudian bersiap menuju rumah Kevin.
"Mandi dulu yuk, Mas. Aku lelah banget, lelah kita kan bakal double," ucap Sinta membalikkan badannya.
"Mandi? Bareng?" tanya Kevin dan dianggukkan oleh Sinta.
"Mandi bareng untuk pertama kalinya, tapi jangan unbox di kamar mandi juga. Aku udah capek banget pakai pakaian ini, berat," ucap Sinta mengelus pipi sang suami.
"Oke, yuk."
Untungnya di kamar Sinta sudah ada kamar mandinya sendiri, jadi mudah jika ingin mandi tak perlu keluar kamar.
__ADS_1
Keduanya berjalan menuju kamar mandi membawa pakaian masing masing.
"Maaf ya, gak ada bathtub. Shower ini aja aku mintanya sambil nangis," ucap Sinta menujuk shower yang ada di kamar mandi itu.
"Kamu mau bat tub? Nanti kita beli dan dipasang sekalian, buat kita bersantai kalau di kamar mandi," ucap Kevin membuka kancing kemejanya. Dasi yang mencekik lehernya tadi sudah ia lepas.
"Boleh?"
"Boleh sayang, apapun itu jika buat kamu senang dan mas masih sanggup," jawab Kevin yang membuat Sinta bahagia.
Yah, kedua keluarga juga sudah setuju jika Sinta dan Kevin akan tinggal di rumah Bu Rahma alias rumah Kevin. Tapi mereka juga janji akan menginap di rumah Sinta jika ada waktu luang.
Mereka mulai melakukan ritual mandinya, karena badan mereka yang sama-sama capek dan melihat Sinta yang sudah ingin istirahat membuat Kevin tak berniat untuk menggoda sang istri walau itu halal dilakukan.
Setelah selesai mandi keduanya melepas pakaian yang masih dipakai saat mandi tadi kemudian menggantinya dengan baju santai.
"Sini Mas keringkan."
Kevin mengambil handuk yang ada di tangan Shinta kemudian mengeringkan rambut Cinta yang basah itu dengan handuk.
__ADS_1
Kini keduanya sudah berada di depan cermin dengan posisi Sinta membelakangi Kevin yang mengeringkan rambutnya.
"Mas kamu romantis banget sih, jangan berubah ya. Tetap kayak gini, karena banyak orang yang romantis itu cuma di awal awal pernikahan aja, selanjutnya katanya hambar gitu," ucap Sinta mengambil sisir dan menyisir rambut panjangnya.
"Iya sayang, kita akan buat pernikahan kita selalu bahagia dan tidak hambar sampai kita tua nanti dan punya banyak cucu," jawab Kevin mengeringkan rambutnya sendiri.
Setelah selesai dengan aktivitasnya keduanya berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan badan mereka di atas kasur itu.
Rasanya sangat nyaman dikala lelah melanda, kasur yang menjadi tempat ternyaman untuk mereka.
Keduanya saling berhadapan dan tersenyum malu. Padahal ini bukan pertama kalinya mereka tidur bersama, tapi ini pertama kalinya keduanya tidur bersama setelah menikah.
Dan ternyata iman Kevin tak sekuat itu nggak bisa menahan has*** dalam dirinya sebagai laki-laki.
"Ahh mas jangan kenceng banget reme*nya," ucap Sinta saat tangan Kevin mulai nakal itu.
"Mau nen ya yank. Haus," manja Kevin yang sudah menyingkap baju itu.
"Dasar bayi gede, ya sudah sini. Kita udah halal jadi kamu bebas apain aku, gak kayak dulu," ucap Sinta yang ternyata juga sangat perhatian dan tahu batasan mereka dulu.
__ADS_1
Siang itu Kevin menghabiskan beberapa waktu untuk mengisi tenaganya kembali. Setelah puas ne* nya Kevin menarik tubuh Sinta dan mengajaknya untuk tidur sebentar sebelum mereka kembali capek nanti.
Bersambung