
Happy reading
Berberapa bulan kemudian, usia pernikahan Sinta dan Kevin sudah memasuki bulan ke 7. Pasangan suami istri itu menjalani hari harinya dengan bahagia walau kadang cek cok itu kerap terjadi karena Sinta yang sering memancing emosi Kevin tapi hal itu malah membuat hubungan keduanya harmonis dan romantis.
Seperti pagi ini Sinta tiba tiba mencegah Kevin untuk berangkat ke bengkel karena wanita itu ingin bermanja dengan Kevin terus. Bukannya tidak ingin tapi ia sudah 3 hari tak kerja, kasihan karyawan yang lain kalau ia tak kerja.
Maklumlah Sinta sedang hamil muda saat ini, baru berberapa hari lalu Sinta dan Kevin tahu jika ada kehidupan di perut Sinta.
"Tapi Sinta mau sama Mas terus," ucap Sinta dengan mimik wajah mulai sendu.
"Ikut mas ke bengkel aja mau? Tapi sayang gak boleh ganggu mas kerja ya," ucap Kevin dan langsung dianggukkan oleh Sinta.
Akhirnya dengan berat hati, Kevin mengajak sang istri ke bengkel yang kini semakin besar dan Kevin juga sudah kembali mendapatkan karyawan. Mungkin kini ia akan memantau dan sedikit membantu saja, apalagi Sinta yang kini banyak menyalurkan idenya untuk usahanya ini.
"Yess. Aku ganti baju dulu ya Mas, tungguin jangan berangkat dulu," ucap Sinta berlari menuju kamar hingga membuat Kevin takut.
"Sayang kamu lagi hamil loh," teriak Kevin yang langsung membuat Sinta berhenti kemudian berjalan cepat menuju kamar.
__ADS_1
Sudah kerja teriakan Kevin membuat Ibu Rahma yang sedang bersantai di kamar langsung keluar dari kamar dan menatap Putra tunggalnya dengan heran.
"Kenapa sih Vin."
"Itu mantu Mama pengen ikut ke bengkel. Udah gitu lari lari lagi, kalau kandungannya kenapa napa gimana?" tanya Kevin yang membuat Bu Rahma hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Sejak mengetahui Sinta hamil kelakuan dua pasangan ini semakin tidak jelas dan posesifnya Kevin sangat overdosis.
"Itu artinya anak kalain gak mau jauh jauh dari ayahnya," jawab Ibu Rahma dengan senyum manisnya.
"Iya Bu."
Tak berapa lama akhirnya Sinta keluar dari kamar dengan pakaian santainya. Hanya membawa tas kecil yang berisi hp dan uang receh saja palingan.
Keduanya pamit kepada bu Rahma, Bu Rahma pun mengizinkan kedua anaknya ini. Memang Sinta akhir akhir ini nempel terus dengan Kevin hingga tak aneh jika Sinta ikut kemanapun Kevin kerja. Kecuali jika wanita hamil itu kuliah.
Ya sinta sudah mulai kuliah beberapa bulan yang lalu, dan ternyata memasuki kuliah jurusan teknik itu susah susah gampang. Untungnya ada Kevin yang siap mengajari dirinya jika ada tugas yang sulit.
__ADS_1
"Mas gimana tempatnya udah dapat?" tanya Sinta dan dianggukkan oleh Kevin.
"Sudah sayang, Dani sama Mas juga sudah ke tempatnya. Dan cocok dengan harga segitu," jawab Kevin.
Mereka berencana ingin mendirikan bengkel baru di kawasan lain, agar orang-orang juga bisa bekerja di bengkelnya nanti.
Sinta menganggukkan kepalanya kemudian memeluk perut Kevin yang sangat hangat. Apalagi angin pagi ini sangat segar tak seperti biasanya yang penuh dengan asap kendaraan.
"Kamu mau mampir kemana dulu gak sayang?" tanya Kevin.
"Enggak langsung aja ke bengkel."
Tanpa menjawab Kevin melajukan motor matic milik Sinta menuju bengkel. Dalam kondisi hamil seperti ini Kevin tidak ingin membawa motor sport miliknya yang akan sangat berbahaya bagi kandungan Sinta.
Mau membawa mobil juga Sinta mual dengan bau mobil yang aneh katanya. Sejak hamil memang banyak keanehan dari diri Sinta mulai dari tak suka nasi hingga tak suka bau mobil yang berakhir mual dan muntah.
Bersambung
__ADS_1