Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Merawat Kevin


__ADS_3

Happy reading


Suara lirih Kevin membuat Sinta sedih, Sinta tak pernah melihat Kevin sakit jadi ia takut terjadi apa apa pada Kevin. Apalagi sampai drop seperti ini.


"Kamu datang?" tanya Kevin yang tak bisa menyembunyikan raut bahagianya. Bahkan ia ingin bangun tapi kepalanya tiba tiba pusing hingga Sinta menyuruh untuk tetap berbaring saja.


"Mas kenapa gak bilang sama Sinta kalau Mas sakit. Bahkan mas gak balas pesan Sinta sejak pagi," ucap Sinta dengan suara lirih. Ia tak mau Kevin sedih karena ucapannya.


"Mas gak mau kamu kepikiran dan berimbas sama ujian kamu," jawab Kevin memegang tangan Sinta yang ada di atas dadanya.dx


Sinta yang mendengar itu hanya bisa menghela nafasnya, kenapa sih Kevin selalu memikirkan dia tak pernah memikirkan jika ia juga perlu diberi kabar agar tidak cemas.


"Mas kangen sama kamu, tapi Mas gak mau ganggu kamu," ucapnya lirih yang membuat Sinta makin bersalah.


"Kalau kangen kenapa Mas gak ke rumah? Kan bisa temani Sinta belajar di rumah," ucap Sinta mengelus rambut Kevin yang menutupi jidatnya.


Kevin menggeleng pelan, ia menutup matanya sata tangan sang kekasih mengelus rambutnya dengan lembut.


"Sinta kompres dulu ya Mas. Biar lebih mendingan panasnya," ucap Sinta mengambil air hangat yang ada di sana.


"Kamu sendiri ke sini, Yank?" tanya Kevin lemah.

__ADS_1


"Kalau gak sendiri sama siapa?" tanya Sinta dengan lembut menempelkan handuk basah di di kening Kevin.


Sinta dengan telaten mengompres Kevin hingga Kevin merasa dirinya berharga untuk Sinta. Walau pegangan tadi sudah terlepas tadi ia tak bisa melepas tangannya dari perut hangat sang kekasih hati.


"Kamu gak kenapa napa kan?" tanya Kevin dengan raut wajah terkejut saat tahu Sinta datang sendiri ke rumahnya.


"Gak kenapa napa, Mas. Emang kenapa sih?" tanya Sinta yang bingung.


"Gak apa apa sayang. Mas cuma gak mau kamu kenapa napa," ujarnya dengan lembut.


Sinta tersenyum lembut kemudian mengecek kening Kevin yang sudah tak sepanas tadi walau masih panas.


"Lain kali kalau sakit, bilang sama aku. Jangan hilang kabar kayak gini. Untung ibu mau kasih tahu aku kalau kamu sakit," ucapnya dengan penuh perhatian.


Kevin yang mendengar itu hanya tersenyum kemudian mengelus lembut wajah sang kekasih.


"Maaf."


"Iya."


"Buburnya udah dingin, aku buatin yang baru ya," ucap Sinta pada Kevin.

__ADS_1


"Udah itu aja, sama aja kok yank. Itu juga baru jam 4 tadi ibu taruh situ," jawab Kevin dengan senyum. Kevin bukan tipe orang yang membuang buang makanan yang sudah ada.


"Aku suapi ya Mas," ucap Sinta dan dianggukkan oleh Kevin.


Siapa sih yang gak mau disuapi oleh orang yang kita sayang. Apalagi jika disuapi dengan penuh cinta. Alay bat dah si Kepin.


Akhirnya Sinta menyuapi Kevin dengan bubur yang sudah dingin itu. Sesekali Sinta mengusap bubur yang tertinggal di sudut bibir Kevin dengan lembut.


"Kamu nginep aja ya, yank. Biar besok aja pulangnya. Kan besok kamu libur," ucap Kevin dengan lirih.


Jujur saja ia rindu dengan kekasihnya ini. Sudah lama ia ingin bermanja dengan Sinta tapi karena kesibukan mereka akhirnya Kevin selalu memendamnya hingga akhirnya ia sakit.


"Tapi aku belum bilang sama ayah dan Ibu, takut mereka khawatir sama aku nanti," ucap Sinta dengan pelan.


Ia tak pernah menginap di rumah orang lain selain kakak ipar dan rumah Tiara itupun harus melewati serangkaian ceramah Ayah dan Ibu. Ini apa kata mereka kalau sampai ia menginap di rumah Kevin yang notabene masih tunangan.


"Nanti aku yang minta izin sama Ayah dan Ibu kamu. Mana ponsel kamu?" tanya Kevin seraya meminta ponsel Sinta.


Dengan patuh Sinta mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Kevin. Kevin mencarj nomor sang calon mertua dan memencet nomor tersebut.


Tak lama panggilan itu terjawab, suara Ayah Sinta langsung terdengar di telinga mereka. Dengan tegas Kevin meminta izin agar tinggal di rumahnya, awalnya orang tua Sinta tak memperbolehkannya tapi dengan bujukan Kevin akhirnya Sinta mendapat izin. Asal ia pulang dengan selamat tidak terjadi apa apa dan juga Kevin dan Sinta tidak boleh tidur bersama.

__ADS_1


Setelah itu Sinta kembali menyuapkan bubur yang tinggal separo itu pada Kevin hingga habis.


Bersambung


__ADS_2