Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Gagal Kencan


__ADS_3

Happy reading


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Sinta yang mendapat pesan dari Tiara itu sontak membulatkan matanya.


Tiara Chan


Jangan lupa nanti malam. Gue gak mau tahu lu harus datang!!!


Deg


"Duh kok gue lupa kalau Tiara nyuruh gue ke rumahnya nanti malam. Kalau gini caranya gagal dong kencan gue sama Mas Kevin," gumamnya dengan gusar. Kenapa ia bisa lupa kalau malam ini ia sudah ada janji dengan Tiara.


"Semoga Mas Kevin gak marah deh," ucapnya lagi dengan lirih.


Kevin yang memang sudah gerah dan pasien yang ada di bengkel sudah sedikit itu akhirnya pamit dulu pada mereka semua yang ada disana. Apalagi ia membawa gadis cantiknya yang sedang duduk anteng di kursi kasir itu.


"Gue pulang dulu ya semuanya, mau antar ibu negara dulu. Kalau malam malam nanti calon mertua marah lagi," ucap Kevin pamit pada mereka semua.


"Yoi bos, hati hati ya."


"Iya siap."


"Hati hati bawa bawa bidadari," ucap Udin yang membuat mereka langsung menyoraki Udin.


"Ini bidadari gue yang bakal jadi bunda dari anak anak gue nanti. Lu jangan usik calon bini gue. Udah punya bini juga lu," ucap Kevin setahun mencuci tangan.


"Iya bos iya."


Kevin berjalan menuju tempat sang kekasih kemudian mengambil tas selempangnya.


"Mas sini dulu," ucap Sinta yang membuat Kevin langsung mendekat ke arah Sinta.

__ADS_1


Sinta mengambil tisu basah dari dalam tasnya kemudian mengelap wajah sang kekasih dengan lembut. Sinta tak mau ada kotoran di wajah tampan sang calon suami.


Cie cieeeee


Suara itu keluar dari mulut para montir sang calon suami yang memang sedari tadi mengamati keduanya.


"Mas keringatan banget, pasti capek ya?" tanya Sinta yang masih menggelap kening serta wajah tampan sang kekasih.


"Heem capek banget, rasanya mau peluk kamu lagi tapi masih banyak orang," jawabnya dengan manja.


Sinta yang mendengar itu hanya bisa terkekeh geli, kemudian setelah menyelesaikan mengusap wajah Kevin Sinta membuang bekas tisu yang sudah kotor itu.


"Ayo pulang."


"Kamu gak mau kemana dulu?" tanya Kevin yang mendapat gelengan dari Sinta. Sebenarnya Sinta lapar tapi ia bisa tahan, sekarang fokusnya adalah bagaimana caranya bilang ke Kevin jika nanti malam mereka gagal kencan.


"Mas tahu kamu lapar, apalagi kamu disini dari siang. Mas ada tempat bagus buat kita makan," ajaknya menarik tangan sang kekasih.


"Mas aku bawa motor loh."


"Motornya ditinggal sini aja. Gak akan ada yang ambil," jawabnya dengan senyum.


"Ya sudah deh. Aku titip disini," ucap Sinta mengeluarkan kunci motornya dan memberikannya pada Kevin.


Kevin menerima kunci motor itu dan memberikannya pada Udin.


"Titip motor calon istri gue," ucap Kevin dan dianggukkan oleh mereka.


Kevin tadi pagi memang membawa motor sport merah yang biasa ia pakai. Laki laki itu seperti tahu jika hari ini kekasihnya akan menghampirinya di bengkel. Dan benar saja Sinta mengunjunginya ke bengkel.


Kevin naik ke atas motor diikuti oleh Sinta yang duduk di belakang. Tak ada drama drama tak bisa naik karena Sinta sudah terbiasa.

__ADS_1


Motor sport milik Kevin meninggalkan area bengkel menuju rumah makan yang biasa ia datangi. Sinta tampak santai memeluk perut Kevin, mungkin sudah menjadi kebiasaan. Dan Kevin juga tak risih malah ia senang dengan sikap Sinta.


Tak berapa lama akhirnya motor Kevin berhenti di sebuah rumah makan yang cukup ramai dengan view yang sangat bagus menghadap langsung ke jalan raya.


Mereka berjalan menuju lantai dua, keduanya saling bergandengan tangan dengan mesra. Bahkan banyak pelanggan yang mencuri curi pandang pada mereka.


Keduanya duduk di kursi yang memang khusus untuk berdua. Mereka memesan makanan yang ada di warung makan itu.


"Mas, aku mau bilang sesuatu tapi kamu jangan marah ya," ucap Sinta dengan pelan.


"Mau ngomong apa sayang?" tanya Kevin.


"Emm malam ini kita gak bisa jalan, Mas."


Kevin yang mendengar itu sontak langsung menatap Sinta yang juga menatapnya.


"Kenapa gak bisa?"


"Sinta lupa kalau malam ini sudah janji sama Tiara, dia mau di lamar. Sinta sebagai sahabat yang baik dan sopan harus ikut dalam acara itu kan Mas. Kemarin aja Tiara ikut dalam lamaran kita," ucap Sinta dengan jujur.


"Kamu gak marah kan Mas?" tanya Sinta yang membuat Kevin tersenyum.


"Mas gak marah sayang. Kan kita bisa jalan besok," jawab Kevin dengan senyum manisnya. Ia tak marah jika mereka tak jadi jalan hari ini, karena masih ada hari esok.


"Bener mas gak marah?"


"Iya Mas gak marah. Udah gak usah dipikirin," jawab Kevin dan dianggukkan oleh Sinta.


Akhirnya keresahan Sinta sudah lega, akhirnya mereka bisa menikmati makanan mereka dengan tenang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2