Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Bertemu Nurmala


__ADS_3

Happy reading


"Neng sayang jangan ngambek dong. Kan Mas sudah minta maaf sama kamu. Maaf tadi gak tahan sumpah," ucap Kevin menggenggam tangan Sinta dengan lembut kemudian ia mengecupnya.


"Mas kenapa sih mau kecup kecup, belum boleh. Dosa ihh mas mah," ucap Sinta menarik tangannya.


"Makanya jangan marah lagi, mas kan udah minta maaf."


"..."


"Sayang "


"Hufftt iya dimaafin."


Kevin yang mendengar itu langsung tersenyum dengan lembut. Hahaha memang Kevin tak tahan tadi melihat bibir pink milik Sinta yang menggoda dirinya.


"Makasih sayang. Btw bibir kamu manis banget, gimana kalau kita coba lagi?" Goda Kevin yang membuat Sinta menatap tajam Kevin.


"Gak ada ya Mas, aku gak mau dicium cium kamu lagi!!"


"Hahaha maaf sayang, tapi kamu sangat manis jika seperti ini."


Sinta sebenarnya menahan detak jantungnya agar tidak ngreog disana. Apalagi mereka masih berada di atas bianglala itu. Kan gak etis kalau jatuh, bisa bisa keluarganya menyalahkan Kevin karena tidak becus menjaga Sinta.


Setelah sampai di bawah mereka berdua turun dari bianglala dengan biasa seakan mereka tidak memiliki beban hidup sama sekali. Padahal baru berberapa menit yang lalu mereka terlibat dalam perkenalan karena Kevin yang seenak jidat mencium sinta di bianglala.


"Masih jam setengah 9 sayang, kamu mau jalan jalan lagi atau pulang. Tapi usahakan jam 9 harus sampai rumah. Aku gak mau ayah kamu marah sama aku gara gara antara anak gadisnya telat," ucap Kevin pada Sinta.


"Sinta mau beliin jajan buat orang rumah boleh kan Mas, " ucap Sinta dengan tak tahu malunya. Padahal gadis itu juga membawa uang tapi ia meminta Kevin untuk membayarnya. Dasar cewek.


"Boleh sayang."


"Mas, Sinta matre ya," ucap Sinta yang tiba tiba menghentikan langkah mereka.


"Hmm gak juga, kenapa kamu ngomong gitu lagi?"


"Sinta gak tahu diri minta maa bayarin jajan Sinta."


"Sayangnya Mas Kevin. Kapan mas bilang kamu matre? Kan emang Mas ajak kamu jalan buat jajan juga. Gak usah dipikirin ya soal uang. Mas gak mau kamu mikir yang enggak enggak."


"Kita gak ada hubungan khusus loh mas. Tapi Sinta udah banyak minta sama Mas Kevin," ujar Sinta dengan tak enak.

__ADS_1


Memang Sinta adalah tipe orang suka klilaf jika sudah melihat banyak jajan. Tapi jika ia ingin sesuatu Sinta sering tak jajan di sekolah.


"Gak apa apa selagi Mas masih mampu," ucap Kevin yang tak mempermasalahkan tentang uang.


"Tetap aja Sinta gak enak," jawab Sinta dengan pelan.


Kevin menghela nafasnya, kemudian mengajak Sinta untuk duduk di kursi kayu yang disediakan.


"Stop bahas uang, kan tadi Mas sudah bilang jangan bahas soal ini," ujar Kevin.


"Udah ya jangan bahas ini lagi, ayo kita beli oleh oleh buat keluarga kamu."


Sinta mengangguk kemudian bangun dari duduknya kemudian mereka berjalan mencari jajan yang ada disana.


"Mas, Sinta agak risih dipanggil sayang," ucap Sinta tiba tiba saat mereka berjalan beriringan.


"Terus Sayang mau dipanggil apa hmm?" tanya Kevin dengan lembut. Tangannya sudah berada di atas kepala Sinta seraya mengelusnya.


"Dek aja mas. Biar serasi Sinta panggil Mas, Mas panggil Sinta Dek."


"Emm bagus juga tapi gak apa apa kan sekali kali Mas panggil kamu sayang?" tanya Kevin dengan lembut tak lupa dengan senyum manisnya yang membuat Sinta klepek klepek karena senyum itu.


"Heem boleh."


"Gak tahu, dah yuk beli kue cubit," ucap Sinta mengalihkan pembicaraan menujuk penjual kue cubit disana.


Kevin yang melihat itu hanya bisa tersenyum, Sinta sangat menggemaskan jika sedang malu malu seperti itu. Ingin rasanya segera ia halalkan tapi masalahnya Sinta masih sekolah belum lulus pula.


"Eh Bang Kevin," panggil Nurmala langsung nempel pada Kevin.


Nurmala yakin saat ini susuknya akan berhasil menjerat Kevin. Tapi apa yang akan di dapatkan Nurmala setelah ini.


Sinta yang melihat tingkah wanita bersama mas montir gantengnya itu membuat Sinta kesal. Pasalnya wanita itu terus menempel di tubuh Kevin walau sudah ditepis oleh Kevin.


"Sayang dia siapa?" tanya Sinta dengan manja. Ia mengurungkan untuk membeli kue cubit itu saat melihat pujaan hatinya ditempeli makhluk asing seperti Nurmala.


"Sayang?" ucap Nurmala terkejut saat mendengar ada yang memanggil Kevin sayang.


Sedangkan Kevin yang dipanggil sayang itu tersenyum dengan senang. Bangga karena sekarang Sinta memanggil dirinya dengan sebutan sayang.


"Sayang tolong lepaskan tangan wanita ini dari aku," jawab Kevin meminta tolong pada Sinta.

__ADS_1


Sinta yang melihat itu langsung melepaskan tangan Nurmala yang ada di lengan Kevin.


"Mbak siapa ya, genit amat sama pacar orang," tanya Sinta dengan ketus pada Nurmala.


Nurmala yang mendengar ucapan dari Sinta itu langsung membulatkan matanya. Masa iya anak ini adalah pacar Kevin.


"Gue Nurmala, calon istrinya Bang Kevin. Lu siapa sih ngaku ngaku pacarnya Bang Kevin. Ingat ya lu, gue ini calon istrinya," jawab Nurmala yang membuat Sinta kesal setengah mati pada Kevin.


Jika benar Nurmala ini calon istrinya Kevin kenapa Kevin malah bilang suka pada dirinya. Dasar cowo baj*Ng*n si Kevin.


"Jangan sembarang ya kalau ngomong. Kita itu gak ada hubungan apa apa. Lu aja yang setiap hari ke bengkel gue," ucap Kevin dengan sarkas.


"Sayang jangan percaya sama dia. Aku memang kenal dia siapa tapi kita gak ada hubungan apa apa bahkan untuk lihat wajahnya yang penuh susuk itu aja Mas gak mau. Calon istri Mas itu ya kamu sayang bukan wanita ini," ucap Kevin memegang tangan Sinta yang tengah menatapnya.


Sinta menatap itu tak ada raut kebohongan dari mata Kevin.


"Abang gak boleh sama cewek ini. Abang itu punya Nurmala sampai kapanpun, bahkan ayah saja sudah melamar Abang buat Nurmala pada Ibunya bang Kevin," ucap Nurmala dengan manja.


Sinta yang mendengar itu mulai jijik, kok ada wanita tak tahu malu macam Nurmala ini.


"Eh mbak Nurmala, kenalin dulu saya Sinta pacar Mas Kevin sekaligus calon istri dari Mas Kevin. Bahkan saat ini saya sudah hamil, jadi apa alasan mbak ngaku ngaku jadi calon istri Mas Kevin?" tanya Sinta yang membuat Nurmala terkejut.


Apalagi Kevin yang mendengar sandiwara Sinta. Tapi ia cukup bangga dengan Sinta karena tak langsung mengeluarkan tanduknya saat berhadapan dengan Nurmala. Tapi mungkin setalah ini Kevin harus lebih waspada menjaga Sinta, karena Kevin yakin Nurmala adalah orang yang nekat.


"Apa!!! Kamu hamil?"


"Iya Sinta hamil anak gue. Kenapa gak terima? Kan udah gue bilang, usaha lu bakal sia sia."


Kevin mengelus perut Sinta seakan menyakinkan Nurmala jika Sinta benar benar hamil.


"Argghhh Nur gak terima semua ini, Abang gak boleh sama wanita ini. Abang cuma milik Nur!!!"


Nurmala pergi dari tempat mereka meninggalkan Sinta dan Kevin yang ada di pasar malam itu.


"Lepas, Mas ganjen. Sinta gak suka," cemberut Sinta meninggalkan Kevin sendiri.


"Loh sayang katanya ngidam mau beli kue cubit?"


"Gak jadi, anaknya langsung bad mood!!"


Kevin yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dengan pelan kemudian menyuruh penjual kue cubit itu untuk membungkus kue cubit yang sudah matang itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2