Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Stalking


__ADS_3

Happy reading


Tak seperti biasanya yang pulang hingga larut malam, entah ada angin apa Kevin sudah pulang jam 6 sore ini.


Bahkan sang kanjeng putri yang sedang menonton acara di televisi itu langsung merondong dengan banyak pertanyaan. Tak biasanya anak satu satunya ia dan suami itu pulang jam segini.


"Tumben pulang cepet?" tanya Bu Rahma pada Kevin.


"Kangen sama Ibu, kenapa gak seneng anaknya pulang cepet?" tanya Kevin memeluk tubuh sang ibu dengan sayang.


"Ya bukan begitu, cuma heran aja. Biasanya pulang larut banget bahkan sampai nginep di bengkel. Lah sekarang kok udah pulang? Gak kesambet kan kamu?" tanya Ibu Rahma mengelus rambut sang putra yang masih lembut walau seharian ini di luar.


"Lagi pengen curhat sama Ibu," jawabnya dengan senyum menawan.


"Tumben, mau curhat udah dapat calon istri?" tanya Bu Rahma dan dianggukkan oleh Kevin tapi kemudian menggeleng.


Bu Rahma yang mendapat respon itu langsung antusias mendengarkannya. Kapan lagi anaknya ini bisa berbagi cerita tentang perempuan padanya.


"Tadi ada anak SMA yang bawa motornya ke bengkel, dia cantik Bu. Dan tingkahnya itu loh bikin gemes Kevin."


Cerita dari sudut Kevin mengalir begitu saja, Bu Rahma yang mendengar anaknya bercerita itu hanya bisa mengulas senyumnya.


"Apa ini yang namanya cinta ya Bu?" tanya Kevin mengarahkan tangan sang ibu ke jantungnya.


"Setiap ingat dia dan segala tingkahnya, Kevin rasa ada yang aneh sama jantung Kevin."


"Berarti kamu sudah ada rasa sama dia, Nak. Ibu dukung seratus sepuluh persen kalau kamu mau kejar cinta kamu. Gak peduli mau anak SMA atau bukan, Ibu mau cepet gendong cucu," jawab Ibu yang membuat semangat Kevin membara.


"Tapi ibu gak apa apa kalau calon mantu ibu gak lulusan sarjana?" tanya Kevin pada sang ibu.


"Ya gak apa apa, yang penting mantu itu baik dan mau menerima kamu apa adanya. Dan jangan lupa dia bisa menjadi mantu yang baik buat ibu," jawab Bu Rahma.

__ADS_1


"Makasih Bu, Kevin yakin gadis yang Kevin pilih ini gak salah. Dia baik dan apa adanya, semoga Kevin bisa dapatin dia ya Bu. Kevin minta doanya semoga dalam satu bulan Kevin bisa menjadikan dia istri," ucap Kevin meminta doa pada ibunya.


"Iya doa ibu selalu sama kamu sayang. Kamu anak ibu satu satunya masa iya gak ibu doakan. Tapi gadis yang kamu taksir itu kelas berapa nak? Gak mungkin dalam 1 bulan kamu bisa nikahi dia kalau dia masih sekolah," ujar Ibu mengelus rambut sang putra dengan tangan keriputnya.


"Namanya Sinta, dia udah kelas 3 bu. Paling berberapa bulan lagi dia udah lulus," jawab Kevin dan dianggukkan oleh Bu Rahma.


"Ibu dukung apapun yang menjadi keputusan kamu."


"Makasih Bu."


Cups


Kevin mencium pipi sang ibu dengan sayang sedangkan sang Ibu hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Sang putra.


"Mandi habis itu makan ya, ibu udah siapin makan malam di meja," ucap Ibu dan dianggukkan oleh Kevin.


Laki-laki itu berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai 2. Kevin selalu bersenandung ria karena suasana hatinya sedang membaik.


Ibu yang melihat anak laki-lakinya yang sedang kasmaran itu hanya bisa tersenyum.


***


Jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam, setelah selesai mandi tadi Kevin langsung berganti baju dan turun untuk makan.


Di meja makan ibu juga bertanya apa Kevin tidak ingin menambah cabang bengkel yang ada. Dan Kevin masih memikirkan hal itu berbeda waktu lalu.


Setalah selesai makan, Kevin langsung masuk ke dalam kamar. Mau nonton televisi di luar juga males, toh di kamarnya ada televisi.


"Neng Sinta udah punya pacar apa belum ya?" tanya Kevin yang baru sadar akan hal itu.


"Tapi peduli apa gue, selagi janur kuning belum melengkung si eneng masih milik bersama," jawab Kevin menjawab dirinya sendiri.

__ADS_1


Hingga ia teringat jika tadi ia sempat memfollow akun Instagram milik Sinta dan juga sudah memiliki nomor wa gadis itu.


Kevin mengambil ponselnya dan membuka aplikasi Instagram kemudian ia mencari akun yang tadi sempat ia follow.


Akun yang memiliki follower hampir 10 ribu itu tampak menampilkan banyak postingan disana.


Kevin mulai menyekroll foto foto itu hingga bawah, hingga ada satu foto yang membuat dirinya bingung. Kenapa Sinta ada di tengah tengah pernikahan sahabatnya? Siapa Sinta sebenarnya?


Kemudian laki laki itu lagi lagi menggeser postingan Instagram itu ke bawah. Rata rata foto itu adalah foto Sinta memakai seragam sekolahnya bersama teman temannya.


Tak ada postingan laki laki lain di akun itu hanya, hingga ia melihat sebuah reel yang menampakkan sebuah pernikahan dan sialnya disana ada dirinya juga.


"Ada hubungan apa Sinta sama Lika? Kenapa Sinta sepertinya akrab sekali dengan dia?" tanya Kevin yang masih bingung. Apa dulu ia pernah bertemu dengan Sinta sebelumnya? Tapi ia tidak ingat.


Karena sibuk dengan pikirannya, Kevin tanpa sengaja memberikan tanda love pada postingan 4 tahun yang lalu itu.


"Kecilnya aja dia cantik dan lucu banget sih, gak heran kalau besarnya jadi kayak gitu. Ahh jadi pengen halalin aja," gumam Kevin menatap postingan yang menunjukkan Sinta masih berkuncir dua itu.


***


Sedangkan di sisi lain, Sinta yang sedang membalas chat dari teman sekelasnya itu langsung terkejut saat ada notifikasi yang memperlihatkan @kevin_ menyukai salah satu postingan di Instagramnya.


Tanpa basa basi busuk Sinta langsung membuka notifikasi itu dengan senyumnya yang macam iklan pepsodent.


"Loh loh loh, dia stalking Ig gue. Gila!!! Seneng bat ya gue cuma diginiin aja," gumam Sinta dengan senyum mengembangnya.


"Ya Tuhan, gue stalking balik ah."


Sinta juga melakukan hal yang sama dengan Kevin, Sinta langsung membuka akun Instagram sang montir idola dengan cepat.


"Lahh cuma 4 postingan apa yang perlu di stalking," gumamnya menatap satu persatu foto yang diunggah Kevin.

__ADS_1


"Mas Kevin semoga jodoh, apa gue bayar hutangnya nyicil aja ya. Sepuluh ribu sehari kan lumayan bisa lihat wajahnya tiap hari. Pinter banget dah gue," ujarnya dengan rencana yang sudah ia siapkan.


Bersambung


__ADS_2