
Happy reading
Hari sudah mulai sore, keinginan Kevin dan Sinta ingin melihat sunset juga hampir terlaksana. Banyak para pendatang yang masih stay disana.
Sambil menunggu sunset, Sinta memutuskan untuk memasak pop *ie kuah yang sengaja di bawa oleh Kevin. Sedangkan ia yang tidak tahu mau kemana itu hanya membawa baju ganti.
"Mas jangan nakal ih," ucap Sinta yang kegelian karena Kevin selalu nakal padanya.
Setalah memasak air tadi Sinta langsung membawanya ke tenda dan memasukkan air itu ke cup pop **e.
Tangan nakal yang tadi sempat meremat asetnya kini kembali berulah. Sepertinya Kevin sudah candu dengan apa yang ada di tubuh Sinta ini.
"Aku gak nakal sayang. Tangan Mas yang bakal," jawab Kevin dengan jahil.
"Sama aja."
Setalah pop **e itu matang, mereka membawanya keluar. Sambil makan sambil menikmati sunset yang hampir tenggelam. Sekaligus agar Kevin tidak macam macam di sana.
"Mas," bisik Sinta pada Kevin.
Mereka sudah duduk di dahan pohon yang sudah tumbang seraya menikmati mie instan itu.
"Kenapa sayang?"
"Ada yang berbuat me**m," jawabnya menatap pelan wanita dan laki laki yang ada di bawah pohon itu.
Laki laki itu sedang memangku wanita yang memakai kaos berwarna biru itu tapi tertutupi oleh slayer tipis di atas paha mereka. Sekilas memang tak ada yang aneh, tapi Sinta melihat jika tubuh mereka maju mundur. Tentu Sinta yang sudah tak suci suci banget ya tahu mereka ngapain.
"Ssstt gak usah diperdulikan, selagi kita bisa jaga sikap di tempat ini."
"Mas tadi gak bisa jaga sikap juga," jawab Sinta dengan cemberut.
"Kan gak sampai masuk sayang, mas cuma pegang doang. Maaf ya, ayo pindah."
__ADS_1
Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih indah jika ingin melihat sunset.
"Mas nanti kita foto berdua ya," ucap Sinta menatap matahari yang hampir berwarna jingga itu.
"Iya sayang, sekali kali lah post wajah tampan mas di story kamu."
"Iya mas tenang aja. Lagian aku udah gak canggung lagi kalau mau post cowok. Kan udah lulus," jawab Sinta dengan senyum manisnya seraya menghabiskan mie instan itu.
"Nanti kita nginep aja ya, beda kamar kok."
"Iya aku nurut aja."
Karena sunset juga masih sedikit lama, Kevin memutusakan untuk melipat kembali tendanya memasukkan barang barang mereka ke dalam tas.
Kata orang sunset itu kayak mantan, pergi membawa sakit datang membawa harapan. Bahkan banyak yang tidak menyukai sunset walaupun terlihat sangat indah.
Tak ingin melewatkan momen ini, Sinta meminta salah satu pengunjung untuk memotret mereka berdua.
Keduanya bergaya sesuai kemauan mereka, mulai gaya formal sampai dimana Kevin mengecup kening dan pipi Sinta. Bahkan Sinta tak malu malu untuk memeluk tubuh tinggi Kevin.
"Sayang kirim ya," ucap Kevin dan dianggukkan oleh Sinta.
Sinta langsung mengirim semua foto itu pada Kevin. Setalah itu mereka menutup ponsel masing masing. Dan kembali menatap matahari disana.
"Terima kasih ya mas, sudah mau membawa Sinta kesini," ucap Sinta dengan senyum tulus.
Sejak kecil ia memang ingin melihat sunset di tempat yang indah tapi tak pernah kesampaian alasannya adalah malas.
"Mas bisa ajak kamu tiap hari kalau mau."
"Gak usah mas, nanti kita datangi tempat lain lagi. Kalau bisa sama anak anak kita nanti," jawab Sinta dengan senyum tak lupa wajahnya memerah malu karena ucapannya sendiri.
"Cie yang mau punya anak, ayo mas siap kok nyumbang benih," bisiknya yang kini makin membuat Sinta malu.
__ADS_1
"Nikahi dulu Sinta."
"Iya nanti aku bicarakan sama Ibu dan keluarga kamu. Bilangnya nanti Neng Sinta udah gak sabar pingin nikah ayah, Ibu. Gitu ya," ucap Kevin menggoda Sinta.
"Ishhh."
Tiba tiba suara riuh orang orang berlarian membuat Kevin dan Sinta sedikit bingung.
"Kenapa ya mas?" tanya Sinta pada Kevin.
"Gak tahu sayang, kita tanya orang orang aja kenapa."
Kevin menghentikan salah satu pengunjung dan menanyakan ada apa.
"Ada orang meninggal, Mas. Dan kondisinya lagi anu anu dan gak mau lepas, emang dasar gak tahu malu orang itu," ucap bapak bapak itu pada Kevin.
"Oh makasih ya pak."
Sinta dan Kevin yang kepo itu juga ingin melihat tapi sekaligus membawa barang mereka. Lagipula mataharinya juga sudah hilang.
"Ayo mas."
"Iya sayang."
Keduanya berjalan menuju kerumunan itu dan betapa terkejutnya Sinta saat melihat siapa yang meninggal itu.
Kedua orang yang tadi ia lihat sedang berbuat me**m, astaghfirullah Kevin yang melihat Sinta itu langsung menutup mata sang kekasih. Apalagi orang orang membuka slayer tipis yang menutup paha pasangan itu dan terlihatlah celana sang gadis yang melorot.
Tapi kondisi dia orang itu sudah tak bernyawa. Dengan segera Kevin mengajak Sinta untuk pergi. Tak baik mereka terus terusan disana.
Bersambung
Pesan Tya untuk kalian tetap menjaga sopan santun dimanapun kalian berada. Jangan berbuat yang tidak tidak di kawasan asing. Karena disana bukan hanya kita saja tapi ada juga makhluk lain yang menghuni tempat itu.
__ADS_1
Salam sayang Tyatul.