
Happy reading
Setelah malam lamaran yang ada insiden tak kasat mata itu. Kevin dan Sinta hanya bisa bertukar pesan karena Kevin dan Sinta sedang sibuk sibuknya. Sinta sibuk dengan sekolahnya sedangkan Kevin sibuk dengan bengkel yang semakin hari semakin ramai.
Tapi berbeda dengan hari hari biasanya, sudah seharian Kevin tak ada mengirim pesan atau hanya menanyakan dirinya.
Sinta juga sudah berberapa kali mengirimkan pesan untuk calon suaminya yang entah kapan sahnya.
Niatnya Sinta ingin mengajak Kevin keluar malam ini mumpung besok tanggal merah. Tapi melihat tak ada tanda tanda Kevin online itu membuat ia khawatir.
Mbak Lika yang sedang makan rujak buah buatan suaminya itu terheran heran dengan Sinta yang sedari tadi mondar mandir seraya mengecek ponsel itu.
"Kamu kenapa sih Dek? Dari tadi mbak lihat kamu mondar mandir terus?" tanya Mbak Lika menguapkan jambu air pada Nessi yang ikut menikmati buah buah yang di rujak itu.
"Ini mbak, Mas Kevin gak ada kabar hari ini. Sinta khawatir deh sama Mas Kevin," jawab Sinta yang kini ikut duduk.
"Kenapa kamu gak telepon Bu Rahma aja? Siapa tahu dia tahu Kevin ada dimana," ujar Mbak Lika dengan tenang.
"Oh iya. Kan ada nomornya Ibu," ucaonyanyang baru ingat jika ia sudah menyimpan nomor telepon calon mertuanya.
Dengan sekali tekan, Sinta langsung terhubung dengan Bu Rahma yang nanti akan menjadi mertuanya.
"Halo."
"Iya halo sayang. Kenapa?" tanya Bu Rahma dari seberang.
__ADS_1
"Maaf Bu, Sinta mau tanya. Mas Kevin kemana ya Bu? Dari pagi Sinta telepon gak diangkat di chat juga gak dibalas," tanya Sinta yang membuat Ibu menghembuskan nafasnya.
"Kevin sakit sayang. Dari tadi dia manggil nama kamu terus, tapi ibu gak berani manggil kamu. Takut ganggu kamu, apalagi kamu masih dimasa masa ujian kan?" jawab Ibu dengan sedih.
Deg
Jantung Sinta seperti berhenti berdetak saat ini juga. Kevin sakit? Dan Kevin tak memberitahu dirinya karena Kevin tak mau menganggu ujiannya.
"Bu, Sinta boleh ke rumah?" tanya Sinta dengan lirih.
"Boleh sayang, pintu rumah ibu selalu terbuka buat kamu," jawabnya yang membuat Sinta mengangguk. Kemudian ia menutup panggilan telepon itu dengan salam.
Sinta pamit pada kedua orang tuanya dan juga kedua kakaknya. Jam sudah menunjukkan setengah 5 sore. Sebentar lagi magrib, awalnya ayah menyuruh Sinta untuk ke rumah Kevin setelah magrib saja tapi Sinta menolak dengan alasan gelap.
Akhirnya mereka mengizinkan Sinta pergi tapi harus tetap berdoa semoga selalu dalam lindungan-Nya.
Ia sedikit kesal kenapa Kevin tak mau memberi tahunya jika dia sakit. Awas saja jika sudah sembuh nanti, gak tahu apa calonnya ini khawatir sama dia.
Sebelum sampai rumah Kevin, Sinta terlebih dahulu mampir ke supermarket untuk membeli buah dan cemilan untuk di bawa ke rumah Kevin.
Setelah selesai berbelanja, Sinta langsung melajukan motornya menuju rumah Kevin. Dan tak butuh waktu lama Sinta sampai di rumah Kevin. Di teras sudah ada Bu Rahma yang menyambutnya.
"Assalamu'alaikum Bu," salam Sinta menyalami Bu Rahma kemudian memeluknya.
"Wa'alaikumsalam, kamu gak kenapa napakan di jalan?" tanya Ibu dan dijawab gelengan oleh Sinta.
__ADS_1
"Ya sudah ayo masuk, pasti Kevin senang tunangannya datang menjenguk," ucap Ibu yang membuat Sinta malu.
"Ini Bu, Sinta ada bawa buah dan kue basah tadi beli di supermarket," ucap Sina menyerahkan apa yang ia belum tadi selain cemilannya.
"Seharusnya gak usah bawa bawa segala sayang. Ibu lihat kamu datang aja udah seneng banget, tapi terima kasih ya," jawab Bu Rahma pada calon mantunya.
"Gak apa apa Bu."
Setelah menyimpan buah itu, Bu Rahma mengantar Sinta ke kamar Kevin. Dengan patuh Sinta mengikuti langkah Bu Rahma. Hingga sampailah mereka di sebuah kamar.
Ceklek
"Nak ada yang datang nih," ucap Ibu pada Kevin yang sedang menutup matanya.
"Assalamu'alaikum," lirih Sinta yang tak mau Kevin terganggu.
"Sedari tadi siang panasnya Kevin gak turun turun, mau di bawa ke rumah sakit dia juga gak mau," ucap Bu Rahma pada Sinta.
Sinta yang melihat itu tak tega, apalagi saat ia melihat bubur yang masih penuh di atas nakas itu.
Sinta meminta izin untuk mendekati Kevin dan di perbolehkan oleh Bu Rahma. Bu Rahma keluar dari kamar untuk memberikan waktu Sinta merawat Kevin.
"Mas Kevin," bisiknya yang membuat Kevin langsung membuka matanya.
"Sayang."
__ADS_1
Bersambung