Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Kedatangan Kevin


__ADS_3

Happy reading!


Setalah pulang dari penginapan itu, Sinta lebih menjaga jarak dengan Kevin. Takut takut nanti Kevin khilaf kan dia juga yang rugi.


Mas Montir Ganteng


Nanti malam aku ke rumah ya. Sekalian mau ngomong sama Ibu dan ayah.


Anda


Siap, perlu aku buatin apa buat Mas Kevin?


Mas Montir Ganteng


Apa aja sayang, yang penting masakan kamu.


Anda


Oke.


Setalah pesannya itu terkirim, Sinta langsung turun dari ranjangnya dan berjalan menuju lemari. Gadis itu mengambil pakaian santainya karena jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.


Setelah berpakaian, Sinta langsung turun dari kamar menuju dapur. Disana belum ada siapa siapa, hingga ia berniat membuat kue kering untuk Kevin nanti. Masalah masak nanti saja ia bisa membuat saat waktunya makan malam.


Untung ia sering membantu sang ibu untuk membuat kue, hingga ia mulai paham dengan membuat kue kue yang ada saat hari lebaran.


Semoga aja cukup waktu untuk membuat nastar kurma dan juga kue semprit. Dengan cekatan gadis itu mulai menimbang bahan bahan untuk membuat kue kering.


Karena sedikit kewalahan Sinta akhirnya meminta bantuan bibi untuk membantunya.


"Mau dibawa kemana non kok tumben bikin kue kue?" tanya Bibi seraya mengisi adonan yang sudah Kalis itu dengan selai kurma.


"Buat cemilan nanti Bi. Mas Kevin mau main kesini, daripada gak ada apa-apa. Mending Sinta buat," jawab Sinta mengaduk adonan untuk kue semprit.


"Oo buat calon suami ya neng," ucap Bibi menggoda majikannya.

__ADS_1


"Hehehe bibi."


Mereka berdua terus berbincang bincang seray membuat kue kue itu. Sinta berharap nanti Kevin menyukai kue yang ia buat ini.


"Bi di kulkas ada apa aja?" tanya Sinta yang masih sibuk dengan adonan kue yang ia letakkan di dalam plastik itu.


"Banyak neng, wong tadi bibi sama ibuk baru aja belanja bulanan," jawab Bibi.


"Ohh ya sudah, nanti malam buat Sinta yang masak ya bi. Bibi tenang tenang aja di kamar ya, atau nanti jadi pengicip rasa," ucap Sinta dengan senyum manisnya.


"Iya neng."


Adonan yang sudah terbentuk itu satu persatu loyangnya di masukkan ke dalam oven. Sambil mengambil ponselnya dan memotret loyang yang berisi adonan kue itu dan mengirimkannya ke nomor Kevin.


Anda


📷Buat mas ganteng🥰


Tak lama ada satu pesan masuk ke dalam ponselnya dan itu dari mas Kevinnya yang ganteng.


Mas Montir Ganteng


Anda


Yuk sini, Sinta peluk kalau sampai sini nanti🤗


Mas montir ganteng


Bener ya? Janji nanti mas sampai sana kamu harus peluk aku.


Anda


Iya mas. Udah dulu mau lanjut angkat kue nih.


Belum sempat mendapat balasan dari san kekasih, Sinta sudah meletakkan ponselnya di meja dan mulai membuka oven.

__ADS_1


Karena tak hati hati, Sinta malah terkena loyang yang masih panas itu hingga membuat tangannya yang putih itu memerah.


"Ashhh lupa kalau panas," gumamnya langsung mengambil sarung tangan silikon kemudian mengangkat satu persatu loyang yang ada disana.


Kemudian kembali memasukkan berberapa loyang yang tersisa. Setalah menutup oven, Sinta langsung membasuh tangannya dengan air bersih.


"Semoga aja ibu dan ayah gak lihat tangan aku yang terbakar ini," ucapnya dengan pelan kemudian mengobatinya.


****


Tak terasa malampun tiba, semua masakan dan cemilan yang ada di meja makan dan juga meja ruang tamu adalah buatan Sinta. Bahkan gadis itu sudah siap dengan dress lengan pendek yang membuat kulitnya sedikit terekspos. Tak apalah ya.


"Kayak mau ketemu calon presiden aja, Sin. Udah cantik gini," ucap Mbak Lika pada Sinta.


"Wong ketemu presiden ada dia tak pernah dandan. Ini mah the power of bucin, yank," ucap Bang Rendi seraya menggendong tubuh anak perempuannya.


"Jangan sirik jadi orang, gak bisa banget lihat adiknya seneng," ucap Sinta duduk di ruang tamu itu.


Ibu dan ayah yang mendengar perdebatan anak anaknya itu hanya bisa tersenyum. Mereka yakin jika kebersamaan ini yang akan mereka rindukan saat putrinya nanti sudah bersuami.


"Udah gak usah saling ejek, kalian ini gak bisa ya diam aja sebentar. Kita mau tahu apa yang dibicarakan Kevin nanti," ucap Ayah dengan bijaksana.


"Iya ayah."


Ting tong


Dengan segera Sinta langsung berlari dan membuka pintu rumah itu.


"Sayang," ucapnya memeluk sang kekasih.


Sinta juga tampak memeluk tubuh Kevin karena itu janjinya. Setalah saling memeluk Kevin langsung mengendurkan pelukannya dan memberikan buket Boneka itu pada Sinta.


"Tadi aku lihat ada orang jual buket di jalan, aku beli. Harusnya aku beli yang bagus ya, tapi ya karena aku gak ada rencana tadi ya seadanya aja ya sayang," ucap Kevin yang tak enak memberikan buket biasa itu pada Sinta.


"Ini bagus kok, aku suka. Terima kasih ya mas, ayo masuk."

__ADS_1


Sinta menggandeng tangan Kevin untuk masuk ke dalam rumah itu. Kevin tersenyum saat melihat sang kekasih sangat cantik itu.


Bersambung


__ADS_2