Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Selesai Ujian


__ADS_3

Happy reading


Setelah puas bergosip di warung mereka kembali bekerja dengan giat. Mereka bekerja untuk mendapatkan uang bukan cuma gosip.


Makin hari bengkel Kevin makin berkembang saja, bahkan Kevin susah memiliki rencana untuk menambah cabang di kota sebelah.


Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, Sinta yang sudah pulang sekolah itu langsung menjalankan motornya menuju bengkel. Ini adalah hari terakhir Sinta ujian. Setalah ini hanya tinggal pengumuman kelulusan saja.


"Sin, jangan lupa nanti malam ke rumah gue. Gue takut nanti kalau ada yang tanya tanya gimana," ucap Tiara yang hari ini akan di lamar oleh anak teman ibunya.


"Iya siap. Yang penting kamu udah sreg, aku juga ikut senang," jawab Sinta sebelum mereka berpisah tadi.


Kini Sinta yang sedang berada di jalan itu tak sengaja melihat tukang pentol langganannya yang sedang berada di pinggir jalan.


"Assalamu'alaikum pak Slamet," salam Sinta pada bapak patuh baya itu.


"Wa'alaikumsalam Neng Sinta, mau beli pentol?" tanya Pak Slamet yang memang sudah hapal dengan Sinta sebagai pembeli langganan.


"Iya pak. 10 ribu ya jangan lupa yang isi sambal sama yang isi ayam," ucapnya dengan senyum.


Pak Slamet langsung membungkukkan pentol pesanan Sinta dengan cepat. Pak Slamet adalah tukang pentol yang biasanya lewat di depan rumahnya tapi entah kenapa hari ini lewat sini.

__ADS_1


"Tumben pak lewat sini?" tanya Sinta pada pak Slamet.


"Coba coba aja neng. Siapa tahu rezeki bapak banyak disini," jawab Pak Slamet dan dianggukkan oleh Sinta.


Tak lama akhirnya pesanan pentol itu jadi, Sinta membayar pentol itu kemudian pamit pada pak Slamet.


****


Sampainya Sinta di bengkel, Sinta langsung mengucapkan salam yang di jawab oleh pegawai disana. Kemudian berjalan menuju Kevin yang sedang mengganti ban.


"Assalamu'alaikum Mas calon suami," ucap Sinta mencium punggung tangan Kevin.


Sudah menjadi kebiasaan jika mereka bertemu Sinta selalu mencium punggung tangan Kevin. Apalagi mereka akan menjadi suami istri entah itu kapan. Yang penting hubungan mereka sudah diketahui oleh kedua orang tua.


"Males, mending kesini bisa lihat calon imam kerja," jawab Sinta dengan nada riangnya. Kemudian menunggu Kevin di kursi yang disiapkan untuk pelanggan.


"Duduk di kursi kasir aja, Dek. Mas agak lama ini," ucap Kevin dan dianggukkan oleh Sinta.


Gadis yang masih memakai seragam itu berjalan menuju kursi kasir. Dengan membawa pentol yang tadi ia beli gadis itu mulai berjalan dengan santainya.


Para montir yang melihat perubahan Bos mereka itu hanya bisa mengulum senyumnya. Tak bisa dipungkiri jika mereka juga senang saat bosnya sudah menemukan tambatan hatinya itu.

__ADS_1


Sedangkan Kevin yang sedang mengganti ban itu sudah menyelesaikan pekerjaannya. Walau didatangi oleh sang kekasih tapi Kevin tidak bisa leyeh-leyeh begitu aja. Laki-laki itu tetap bekerja sesekali menghampiri sang kekasih yang asik dengan ponselnya itu.


"Maaf ya dek. Gak bisa nemenin kamu terus, Mas juga harus kerja. Tapi sebagai gantinya nanti malam mas mau ajak kamu nonton. Sekalian merayakan karena kamu sudah selesai ujian," ucap Kevin pada sang kekasih.


Laki laki itu tak enak karena membiarkan gadisnya duduk sendiri mengamati mereka yang sedang bekerja.


"Lah emang kan Sinta kesini mau lihat Mas kerja. Sinta juga tahu ini masih jam mas kerja, Sinta gak niat untuk membuat mas gak bertanggung jawab sama pekerjaannya," jawab Sinta mengelus pipi sang kekasih yang sangat glowing karena keringat.


"Makasih ya sudah mau mengerti Mas."


"Iya Mas. Aku juga mau lihat lihat kalian kerja, karena aku niatnya mau kuliah dan ambil jurusan otomotif. Pasti keren kan," ucap Sinta yang membuat Kevin menggelengkan kepalanya.


"Selagi kamu ada niat buat masuk jurusan itu, Mas cuma bisa dukung kamu," jawab Kevin dengan senyum manisnya. Kemudian mengambil minuman yang tadi di minum Sinta.


"Manis," gumamnya.


Sinta mengangguk dengan senyum manisnya. Sebenarnya ia belum berbicara kepada orang tua dan kakaknya jika ia kuliah masuk jurusan otomotif. Entah bagaimana reaksi kedua orang tuanya dan juga Kakak serta kakak iparnya nanti.


Bersambung


__ADS_1


__ADS_2