Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
End


__ADS_3

Happy reading


Sinta yang baru tertidur setelah olahraga malamnya Bersama sang suami itu terkejut ketika Kevin berteriak memanggil namanya.


"Astaghfirullah, Mas."


Gadis itu membangunkan suami yang terlihat gelisah di dalam tidurnya. Sebenarnya apa yang diimpikan oleh suaminya hingga membuat laki-laki itu seperti ini padahal belum ada 20 menit Kevin terlelap setelah olahraga malam mereka.


Kabar berapa lama Kevin membuka matanya dan Hal pertama yang dilihat adalah sang istri yang bingung dengan keadaan Kevin saat ini.


Tanpa menunggu lama Kevin langsung memeluk tubuh sang istri dengan erat. Tak sadar air matanya kembali turun begitu saja hingga membuat dada Sinta basah.


"Mas kenapa? Mimpi buruk apa hingga membuat Mas berteriak memanggil namaku?" tanya Sinta mengelus lembut rambut sang suami.


"Hiks mas hiks dek mas takut," ucap Kevin tak jelas karena dibarengi dengan isakan laki-laki itu.


Sinta yang kasihan dengan sang suami itu kembali memeluk tubuh Kevin dengan erat seraya melabuhkan kecupan di kening sang suami.

__ADS_1


"Cup cup udah jangan nangis, cuma mimpi aja gak akan jago kenyataan kok mas."


Setelah beberapa saat akhirnya Kevin menghentikan tangisnya karena kenyamanannya diberikan oleh sinta dalam pelukan itu.


"Udah ya jangan nangis, masa ayah nangis sih. Gak mali sama anak kita hmm?" tanya Sinta yang membuat Kevin langsung menatap perut buncit Kevin.


Kevin mengelus perut buncit Sinta dengan lembut, ternyata hal mengerikan yang terjadi itu hanyalah mimpi belaka.


Bahkan tubuh mereka kini masih polos tanpa sehelai benang pun yang ada di tubuh mereka kecuali selimut.


"Tadi mas mimpi..."


Sinta yang paham dengan apa yang dirasakan sang suami itu ikut menitikkan air matanya. Mimpi yang membuat ia sedih, jika ia diposisi Sinta di dalam mimpi pasti ia akan berusaha menyelematkan anaknya tapi bagaimana dengan Kevin yang nanti akan menjadi single daddy tanpa dirinya.


Belum lagi nanti jika tiba tiba ada yang ingin menjadi ibu sambung anaknya. Tapi bagaimana jika wanita itu tak bisa tulus menyayangi anaknya dan hanya mencintai suaminya saja. Tentu saja Sinta tak akan ridho dengan hal itu.


"Aku gak akan kenapa napa. Aku janji sama kamu untuk terus bertahan sama anak kita, aku gak mau nanti ada ibu sambung buat baby dan istri baru buat kamu," ucap Sinta dengan sungguh sungguh. Hal itu membuat Kevin tersenyum dengan semangat sang istri. Kevin juga akan berdoa agar istri dan anaknya selamat saat lahiran nanti.

__ADS_1


***


2 bulan kemudian di sebuah rumah sakit, suara tangisan bayi laki laki itu terdengar nyaring di sebuah ruangan. Bayi laki laki yang sudah sangat haus itu membuat mereka yang ada disana tertawa karena bayi mungil digendongan wanita paruh baya itu.


2 jam yang lalu Sinta berhasil melahirkan putra pertamanya yang diberi nama Shaka Andara Wijaya. Dan kini bayi kecil itu sedang menyusu pada Sinta untuk pertama kalinya setalah lahir.


Kevin tersenyum bangga pada sang istri yang sudah melahirkan putra pertama mereka itu. Diusia sang istri yang masih 19 tahun, wanita itu sudah sangat layak menjadi ibu.


"Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih sudah mau melahirkan putra kita. Terima kasih sayang, i love you so much baby."


Cups


"Semoga pernikahan kita langgeng sampai maut memisahkan ya mas."


"Bukan semoga Sayang, tapi itu suatu keharusan. Kita harus langgeng sampai kita mati nanti."


Sinta yang mendengar itu tertawa, tanpa mereka sadari Shaka yang sedang menyusu itu tersenyum tipis dengan mata terpejam entah apa yang dipikirkan oleh bayi 2 jam itu.

__ADS_1


Tamat


__ADS_2