
Happy reading
Setalah acara lamaran selesai, Sinta pamit pada tuan rumah karena hari juga sudah sangat malam. Ayahnya yang menjemput itu juga sudah dipersilahkan masuk dengan orang tua Tiara.
Dalam perjalanan pulang, Sinta terus memikirkan tentang ucapan Tiara tadi. Yang mengatakan jika Jaka dulu adalah pacar Nurmala yang tak lain adalah orang yang menggoda Kevin.
Tentang penyakit Nurmala apakah itu adalah itu sebuah karma? Nurmala memelet Jaka saat baru diterima kerja di sebuah perusahaan besar.
Nurmala yang ternyata sangat gila harta dan tahta akhirnya memelet Jaka. Untung Jaka bisa terlepas dari pelet yang dilakukan Nurmala hingga kini ia bisa bersama Tiara.
"Kamu kenapa daritadi diam terus? Ada yang kamu pikirkan nak?" tanya Ayah pada Sinta.
"Enggak, Yan. Sinta cuma capek," jawabnya dengan senyum.
Ia tak mau memberitahukan berita ini pada sang Ayah. Karena jika ia cerita pun Ayahnya gak akan percaya gak hal hal seperti ini.
Sampainya di rumah, Sinta langsung pamit pada Ayahnya kemudian masuk ke kamar lalu menuju kamar mandi.
Setalah selesai dari kamar mandi, Sinta langsung mengambil ponselnya dan berniat ingin menghubungi Kevin.
Karena tadi Kevin meminta dirinya langsung chat seumpama Sinta sudah sampai rumah.
Anda
Mas, Sinta udah sampai rumah.
__ADS_1
Ada yang mau Sinta ceritakan sama Mas Kevin.
Tak lama kemudian pesan yang tadinya centang dua abu abu kini berubah menjadi centang dua biru berarti Kevin sudah membacanya.
Ting
Mas Montir Ganteng
Alhamdulillah kalau sudah sampai rumah.
Mau cerita apa sayang?
Anda
Telepon bisa?
Dengan biasanya Sinta langsung mengangkat panggilan video itu. Wajah Kevin yang masih melek membuat Sinta tersenyum.
"Katanya tadi ngantuk tapi kok gak tidur?" tanya Sinta yang kini mulai merebahkan kepalanya di bantal.
"Keinget kamu jadi gak bisa tidur," jawab Kevin dengan senyum.
"Gombal banget."
"(Tertawa pelan) Kamu mau ngomong apa? Kayaknya serius?"
__ADS_1
Akhirnya Sinta mulai menceritakan apa yang ia dengar dari Tiara tadi. Dan respon Kevin sungguh sangat biasa saja. Sinta kira akan kaget atau apa gitu tapi nyatanya Zong.
"Aku masih bingung kok bisa ya Mas?"
"Mungkin dia dapat apa yang dia tanam. Kamu tahu kan orang yang bersekutu dengan jin itu gak akan mujur hidupnya," ucap Kevin.
"Apa ini ada hubungannya sama pas kita tunangan itu ya Mas?" tanya Sinta pada Kevin.
"Udah gak usah bahas cewek itu, mending kita bahas besok. Aku mau ajak kamu ke suatu tempat," ucap Kevin.
"Kemana?"
"Rahasia dong. Nanti kalau kamu tahu bukan rahasia lagi," ucap Kevin dan dianggukkan oleh Sinta.
"Emang Mas Kevin gak ke bengkel besok?" tanya Sinta.
"Libur sayang. Mas juga mau nyenengin kamu, masa tiap kencan kita di bengkel aja," jawab Kevin dengan santainya.
Tak apa kan sekali kali nyenengin calon istri, Kevin juga sedikit bosan jika yang ia lihat di bengkel cuma itu itu aja. Kalau Sinta bisa nemenin setiap hari kan ia juga yang seneng.
"Ya sudah terserah Mas aja. Kalau Mas bangkrut jangan salahin Sinta ya," ucap Sinta dengan senyum mengejek.
"Mas gak akan bangkrut sayang. Kamu harus doain yang baik baik kalau gitu," ucap Kevin yang tak ingin jika nanti anak dan istrinya hidup susah karena ia bangkrut.
"Iya Mas."
__ADS_1
Akhirnya mereka saling berbincang hingga larut malam, entah apa yang dibicarakan mereka berdua yang pasti sejak pukul 11.15 Sinta memutuskan untuk tidur dan panggilan video itu terputus.
Bersambung