Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Saran Sinta


__ADS_3

Happy reading


Setelah membeli martabak dan cemilan, Tiara langsung melajukan mobilnya menuju rumah Sinta.


Tak sampai 30 menit mobil itu sudah masuk ke halaman rumah Sinta yang memang sangat luas. Karena Ayah dan Bang Rendi menambahkan halaman disana untuk bermain Nessi.


Tok! Tok! Tok!


"Sinta yuhuuuu...'


Tiara berteriak seraya mengetuk pintu rumah itu, Tiara memang sering menginap dan berminat ke rumah Sinta berbeda dengan Sinta yang hanya berberapa kali sebulan. Itupun karena di rumah ia bosan. Biasanya Sinta lebih memilih jalan jalan mencari makanan.


Tak lama Sinta keluar dengan baju yang belum berganti, karena memang baru saja selesai membersihkan kamar.


"Buset baju lu lusuh amat, kek baru nyangkul halaman?" tanya Tiara pada Sinta.


"Hehehe baru selesai bebersih, itupun sampahnya belum gue buang. Yuk masuk," ajak Sinta menyuruh Tiara masuk.


Mereka berjalan menuju kamar Sinta, Sinta langsung menuju kamar mandi untuk berganti pakaian yang lebih santai.


Setelah selesai mandi, Sinta keluar dari kamar mandi dengan segar. Dengan kaos oblong dan hotpants itu membuat Sinta jauh lebih cantik daripada memakai pakaian tertutup.


"Katanya mau curhat, curhat apa?" tanya Sinta yang sudah duduk di karpet bulu itu dengan tangan mengambil box martabak yang belum di buka.

__ADS_1


"Gue mau dijodohin sama Mama," ucap Tiara yang membuat Sinta yang baru memasukkan martabak ke mulutnya itu langsung tersedak.


Tiara ini sangat to the points sekali ya, Sinta kan belum selesai makan. Minimal kalau beri tahu itu jika Sinta sudah menelan martabaknya biar jadi sekalian.


Uhukkk uhukk


Sinta yang masih terbatuk itu langsung mengambil minuman kaleng minuman itu dan menegaknya.


"Sialan emang. Kalau gue mati gimana hah? Mana gue belum nikah sama Mas Montir lagi," umpat Sinta dengan kesal.


"Hehehe lu kan tahu gue gak bisa basa basi. Jadi ya itu, maafin ya. Gue lagi bingung banget sama permintaan Mama. Gue masih SMA, ujian praktek aja belum selesai, Sin. Lu kan tahu sendiri spek cowok idaman gue gimana. Gue gak mau iya iya aja," ucap Tiara yang sedang tak mood untuk makan.


"What!! Jadi bener lu mau dijodohin? Zaman udah berubah aja masih aja jodoh jodohan," gumam Sinta yang masih bisa idengar oleh Tiara.


"Cup sayang...."


"Jangan nangis, masa gini doang kamu nangis sih hmm?" tanya Sinta mengelus lembut rambut Tiara. Entahlah apa minyak yang ada di tangannya tadi ikut ke rambut Tiara atau tidak.


"Ini masalahnya masa depan tahu gak? Gue gak mau iya iya aja, mana tahu yang mau dijodohin sama gue itu aki aki. Kan yang rugi juga gue, masa ia kesucian gue gue kasih sama aki aki. Dih bayangin aja ogah gue," cerocos Tiara yang membuat Sinta gemas sendiri.


"Lu udah lihat fotonya?" tanya Sinta pada Tiara.


"Belum, tapi Mama tadi sudah kirim fotonya. Gue gak berani buka, nanti kalau jelek gimana?" tanya Tiara yang was was dengan wajah calon suaminya.

__ADS_1


"Jangan pesimis dulu dong, siapa tahu guanteng. Kita lihat bareng bareng," ucapnya dengan senyum.


Akhirnya mereka melihat foto yang dikirimkan sang Mama Tiara. Dengan pelan Tiara yang tadi menutup mata itu langsung membuka matanya dan betapa terkejutnya saat ia melihat laki laki dengan balutan jas kantor dan juga potongan rambutnya itu loh yang membuat Tiara langsung terpana.


"AAAAA GANTENG BANGET!!!!" teriak Tiara yang membuat Sinta menutup telinganya.


Sungguh teriakan Tiara membuat kupingnya berdenging. Memang spesies cewek pecinta cowok ganteng ya begini.


"Sumpah ini yang mau dijodohin sama gue?" tanya Tiara yang seketika melupakan kesedihannya.


"Kayaknya gitu, lihat ini nama Mama lu kan. Jadi ini emang cowok yang mau di jodohkan sama Lu," jawab Sinta dengan tangan yang sudah mengambil martabak yang di bawa Tiara tadi.


"Kalau gini critanya, gue mau nikah sama ni oppa," jawab Tiara dengan senyum manisnya menatap foto itu.


Sinta tersenyum mendengar hal itu, perempuan itu tahu apa yang diinginkan sang sahabat.


"Saranku nih ya sebelum kamu terima, lu harus bener bener lihat itu cowok baik apa enggak buat kamu kedepannya. Gue sebagai sahabat cuma gak mau lu sakit hati gara gara cowok. Tapi kalau dilihat dari postur tubuh dan wajahnya cowok ini baik sih, tapi gak tahu," ucap Sinta dengan trawangan batinnya yang pasti tak seratus persen benar.


"Kayak dukun aja, Lu. Tapi saran lu oke juga, nanti gue coba cari tahu lewat Mama. Lu emang sahabat terbaikku, Sinta."


Tiara memeluk tubuh Sinta yang ada di sampingnya. Memiliki Sinta sebagai sahabat membuat Tiara bersyukur, dulu Tiara adalah orang yang sangat pemalu dan juga cupu. Tapi sejak berteman dengan Sinta, ia menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan sekarang Tiara sangat modis dan percaya diri. Apalagi sekarang ia adalah KPop sejati.


Salah satu alasan ia berubah juga adalah saat ia melihat Blackpink yang konser di Indonesia. Betapa cantiknya para member Blackpink itu hingga membuat Tiara merubah dirinya menjadi lebih cantik.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2