Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
61


__ADS_3

Happy reading


Akhirnya motor itu sampai di bengkel dengan selamat, Sinta yang senang karena pisah kembali ke bengkel sang suami itu langsung turun dari motor dan menyapa para karyawan yang ada di sana.


Kevin yang baru saja turun itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat betapa antusiasnya Sinta ke bengkel.


"Sayang kamu duduk aja di kursi dekat kasir itu," ucap Kevin pada Sinta dengan senyum manisnya.


"Iya Mas."


Dengan patuh Sinta duduk disana kemudian mengamati keadaan bengkel yang sangat ramai. Memang akhir akhir ini bengkel sangat ramai dengan pengunjung, kadang kadang Kevin sampai pulang larut malam karena masih banyak motor di bengkel.


Karena bosan akhirnya Sinta berjalan ke warung Mpok Ijah untuk sekedar say hello atau mampir makan di sana.


Dan sepertinya iya tak perlu pamit pada Kevin karena suaminya itu sedang sibuk dengan motor-motor yang ditanganinya.


"Mpok Ijah."


Mpok Icha yang melayani pembeli itu terkejut tapi juga senang melihat istri dari Kevin itu mampir ke warungnya.

__ADS_1


"Eh neng Sinta, duduk duduk jangan berdiri kasihan sama utun yang ada di dalam perut," ucap Mpok Ijah memberikan satu kursi pada Sinta.


Jangan senyum Sinta mengangguk dan duduk di kursi itu. Kemudian mengambil jajanan ringan yang ada di meja itu.


"Rame ya Mpok sekarang," ucap Sinta menatap para pelanggan Mpok Ijah seraya menyapanya.


"Neng cantik siapa namanya."


"Sinta Bu."


"Cantik pisan neng Sinta. Mau sama anak ibu? Dia juga ganteng loh neng. Pantes kalau sama Neng Sinta mah," ucap Ibu ibu itu dengan senyum.


Mpok Ijah yang mendengar itu sontak langsung menggelengkan kepalanya. Bisa habis di amuk Kevin nanti jika sampai istrinya ini di goda orang lain walaupun itu ibu ibu.


Memang aura yang dikeluarkan oleh Sinta tak seperti wanita yang sudah memiliki suami. Jadi wajar jika ibu-ibu itu mengira cinta masih lajang karena penampilannya juga tak seperti istri istri pada umumnya maklumlah usianya masih sangat muda.


***


Hari demi hari pun berlalu begitu saja hingga tak terasa usia kandungan Sinta juga sudah memasuki usia 9 bulan. Yang mungkin sebentar lagi wanita itu akan melahirkan buah hatinya ke dunia.

__ADS_1


Bayi yang awalnya mereka kira hanya satu ternyata ada dua di rahim Sinta. Kebahagiaan pasangan itu semakin tak terkira karena sebentar lagi mereka akan memiliki dua anak sekaligus.


"Mas mau sate yang itu," ucap Sinta menujuk sate yang ada di pinggir jalan itu.


"Sekarang?"


Bukan tanpa alasan kenapa Gibran menanyakan hal itu karena kondisi jalan sangat ramai-ramainya apalagi mereka akan jalan pulang. Tak mungkin harus putar balik kan.


"Heem."


Akhirnya kita menghentikan mobilnya itu disebut toko dan menyuruh sang istri untuk duduk saja di dalam mobil. Sedangkan dirinya keluar dari mobil berjalan menuju tukang sate yang ada di pinggir jalan seberang sana.


Karena menunggu suaminya yang sangat lama, Sinta tak sabar ingin memakan sate itu keluar dari mobil dan melihat ke sekeliling memang banyak mobil dan motor di jalan itu.


Tapi keinginannya untuk makan sate itu lebih besar daripada ketakutannya saat ini.


Jangan berani wanita hamil itu menyebrang jalan dengan membawa perutnya yang sudah besar itu menyebrang jalan.


Gibran yang melihat istrinya menyeberang jalan itu seketika takut karena banyak kendaraan yang lalu lalang. Hingga muncullah sebuah truk yang melaju cukup kencang dari arah timur dan menyerempet tubuh Sinta hingga membuat Sinta jatuh dengan posisi Sinta memegang perutnya erat seakan tak ingin bayinya kenapa napa.

__ADS_1


"Sinta," teriak Kevin.


Bersambung


__ADS_2