Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Modus


__ADS_3

Happy reading


Seperti yang diucapkan tadi sore, malam ini Sinta menginap di rumah Kevin. Bu Rahma juga sudah melapor pada RT setempat jika calon menantunya akan menginap di rumahnya malam ini. Dan Bu Rahma juga meyakinkan jika calon menantunya tak akan berbuat yang tidak tidak di rumahnya.


Karena Kevin belum sepenuhnya sembuh, akhirnya Sinta diminta untuk menemani Kevin hingga terlelap karena memang sedari tadi tak mau pisah dengan Sinta.


"Mas gantengnya Sinta, ayo bobo. Udah jam 10 kamu belum juga merem, nanti sakit lagi kalau kamu bergadang," ucap Sinta menepuk punggung sang kekasih dengan lembut.


Kevin sedari tadi tak mau melepaskan pelukan erat pada dirinya hingga membuat Sinta juga ikut susah. Ia juga sudah mengantuk saat ini, tapi Kevin belum mau tidur. Kan mereka tak boleh tidur bersama.


"Gak bisa tidur sayang. Mas sebenarnya udah ngantuk tapi mata mas gak bisa ditutup," ujarnya dengan kesal.


Laki laki itu sebenarnya ingin tidur tapi dengan memeluk sang kekasih. Alhasil ia tak memejamkan matanya walau ia sudah ngantuk berat.


"Sinta harus ngapain biar Mas cepat tidur?" tanya Sinta pada Kevin.

__ADS_1


"Peluk Mas sambil diusap usap kepalanya biar cepat tidur," jawab Kevin dengan manja. Bahkan laki laki itu tak malu meminta sebuah pelukan dari Sinta.


Sinta yang mendengar itu sedikit bingung, pasalnya sedari tadi posisi mereka memang sedang memeluk dan tangan Sinta tak henti mengelus rambut Kevin.


"Gimana gimana?" tanya Sinta tak paham.


"Kamu ikut tidur terus peluk aku, sambil elus kepala aku," jawabnya dengan manja.


Akhirnya Sinta tahu modus dari sang kekasih, tapi jika ia ikut berbaring bisa saja ia malah ketiduran. Tapi jika tidak dituruti nanti Kevin tetap bangun tak mau tidur.


****


Bu Rahma yang tak mendapati sang calon mantu di kamar tamu itu langsung berjalan menuju kamar sang putra.


Dengan pelan Bu Rahma membuka pintu kamar itu kemudian terlihat kan kedua anak anaknya sedang terlelap di satu ranjang yang sama. Bahkan mereka tak memakai selimut padahal AC di kamar itu sangat dingin untuk Bu Rahma.

__ADS_1


"Lihatlah Yah. Anakmu sudah kebelet mau nikah. Dia persis sekali sepertimu yang selalu menghalalkan segala cara agar bisa bersama wanita yang dicintainya. Ibu bersyukur karena yang dipilih Kevin anak dari sahabat kamu. Bukan wanita yang jahat dan suka bermain api," gumam Bu Rahma dengan lembut menarik selimut dan menyelimuti tubuh mereka berdua.


Tak tega juga membangunkan Sinta yang pasti sangat lelah menjaga Kevin dari sore sampai malam hari ini.


Bu Rahma juga mengecek suhu tubuh Kevin dan ternyata sudah mendingan tak sepanas tadi sebelum Sinta datang. Memang dasarnya Kevin ingin selalu bersama Sinta jadi ya begini.


Cups


Cups


"Selamat tidur anak anak ibu. Terima kasih juga untuk Sinta yang sudah mau menerima anak ibu dengan segala kekurangan dan kelebihannya," gumam Ibu setalah mengecup kening keduanya.


Setelah itu Bu Rahma keluar dari kamar itu tak lupa mematikan lampu kamar agar tersisa lampu tidur saja di kamar itu.


Bersambung

__ADS_1



__ADS_2