Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Resepsi


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 02.00 siang, Kevin yang terbangun dulu itu langsung membangunkan cinta yang terlelap dipelukannya itu.


Walau sangat nyaman pelukan itu tapi mereka masih harus ke rumah Kevin untuk melanjutkan acara resepsi mereka.


"Sayang bangun yuk."


"Eughh bentar masih capek, peluk lagi," jawabnya dengan manja.


Kevin yang gemes dengan tingkah cinta itu langsung menghujani wajah Sinta dengan kecupan manisnya.


Sinta yang terganggu itu langsung membuka matanya kemudian menatap Kevin dengan sedikit kesal. Pasalnya ia masih sangat capek, kenapa disuruh bangun.


"Ayo bangun, mandi, habis itu berangkat ke rumah aku. Pasti mereka semua sudah nunggu kita," ucap Kevin mengelus lembut rambut Sinta yang berantakan.


Bukannya segera bangun Sinta malah kembali menjatuhkan kepalanya di dada Kevin dan memejamkan matanya. Tidak ada cara lain, Kevin akhirnya menggendong tubuh Sinta menuju kamar mandi dan menyalakan shower itu hingga membuat badan mereka sama sama basah.


Sinta yang kaget itu langsung membuka matanya dan menatap Kevin dengan aura permusuhan.


***


Setalah 20 menit berlalu di kamar mandi, kedua pasutri itu keluar dengan wajah Sinta cemberut lebih ke kesal, sedangkan Kevin tersenyum senang.


"Baju kamu udah kamu siapkan?"


"Udah."

__ADS_1


Kevin yang mendengar nada ketus itu hanya terkekeh geli. Masih ingat raut wajah sang istri saat ia mengguyurnya dengan air dingin, sangat lucu.


Dengan kesal Sinta memakai bajunya begitupun dengan Kevin. Kevin yang tak ingin Sinta marah terlalu lama itu langsung memeluk istrinya dari belakang. Masa iya baru nikah berberapa jam udah marahan, gimana nanti pas malam pertama?


"Udah jangan marah lagi, aku cuma gak mau kita telat. Apalagi kamu kan harus make up sayang. Gak enak kalau kita buat orang orang nunggu terlalu lama," ucap Kevin mengecup pipi Sinta dengan lembut.


"Tapi dingin mas, sampai sekarang aku masih kedinginan nih."


"Nanti mas peluk terus kok, jangan marah lagi ya."


"Iya."


"Mana baju baju kamu?" tanya Kevin yang langsung ditunjukkan oleh Sinta.


Mereka berdua berjalan beriringan keluar dari kamar dengan Kevin yang menarik koper milik Sinta. Tak mungkin nanti mereka kembali ke sini lagi, nanti malah ribet dan capek lagi.


"Nanti dek, mbakmu lagi sensitif takut dia macem macem disana," jawab Bang Rendi yang ia tahu itu hanya akal akalan saja.


Tapi Sinta tak terlalu menghiraukannya, mereka pamit pada kedua kakaknya kemudian keluar dari rumah itu.


Sisa sisa pesta masih terlihat jelas, walau hanya tinggal sedikit orang yang ada disana yang mengurus segala yang ada disana.


Sampainya di mobil, paman Kevin sudah duduk di kemudi menunggu mereka bersama Mas Ilham.


"Mas pikir masih lama, Vin."


"Maaf ya Mas, om, tapi kita ketiduran."

__ADS_1


"Iya, gak apa apa. Dulu gue juga gitu pas awal awal nikah, jadi gak kaget. Itu kenapa istrinya kok cemberut gitu?" tanya Mas Ilham pada Kevin.


"Masih ngantuk Mas, ya gini bawaannya pengen ngamuk aja," jawab Kevin menyandarkan kepala Sinta di pundaknya.


"Aku mau bobo gak apa apa kan? Ngantuk bener deh," pinta Sina yang sudah menutup matanya.


Mereka yang mendengar itu hanya tersenyum membiarkan Sinta tidur di mobil itu sesekali Kevin mengelus lembut rambut Sinta.


"Bahagia kamu udah nikah?" tanya Om Kevin.


"Bahagia lah om, wong sama orang yang dicinta," jawab Kevin mengecup kening Sinta.


*****


Sampainya di ruang Kevin, Kevin langsung menggendong Sinta menuju kamarnya kemudian membangunkan istrinya itu. Untungnya Sinta bisa secepat dibangunkan kalau tidak entahlah apa yang akan Kevin lakukan.


Seraya menunggu Sinta selesai di rias, Kevin memutuskan untuk memakai bajunya sendiri di kamar mandi.


Setelah selesai semua, Bu Rahma langsung memanggil keduanya untuk turun. Acara berlangsung dengan meriah walau pestanya cukup sederhana.


Kevin dan Sinta benar benar menjadi raja dan ratu dalam semalam. Rasa lelah itu tak terelakkan begitu saja, jam 9 malam mereka baru bisa kembali ke kamar.


Sampai kamar pun keduanya langsung berjalan menuju kasur dan tidur. Tidak ada malam pertama karena mereka sudah lelah. Bahkan mereka tak berganti pakaian dan langsung tidur.


Bersambung


__ADS_1


Jangan lupa mampir ya kakak kakak


__ADS_2