Bengkel Cinta

Bengkel Cinta
Pagi


__ADS_3

Happy reading!


Suara ayam tetangga sudah berbunyi pertanda waktu sudah pagi. Kevin yang baru dari tidurnya itu langsung disuguhkan oleh pemandangan seorang gadis cantik yang tidur disampingnya.


"Selamat pagi sayang," bisiknya seraya mengecup kening Sinta.


Mereka masih memakai pakaian untuk resepsi kemarin, rasanya enggan untuk mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Sinta yang sedang terlelap.


"Mas."


"Hmm."


"Capek mas."


Mungkin karena tak terbiasa berdiri dengan waktu yang lama membuat Sinta lebih cepat lelah. Bahkan gadis itu masih memejamkan matanya saat mengatakan capek.


"Mas juga capek sayang, tapi kita mandi dulu ya. Nanti kalau sudah seger lagi kamu boleh tidur," ucap Kevin dan dianggukkan pelan oleh Sinta.


Gadis itu membuka matanya dan menatap Kevin yang sedang tersenyum di depannya. Gadis itu melepas kancing kemeja yang Kevin pakai.


"Mas tadi malam kita gak 👉👈 ya?" tanya Sinta dengan pelan, Kevin yang mendengar itu mengangguk saja.

__ADS_1


"Terus kenapa sayang? Kan katanya kamu capek," jawab Kevin dengan memegang tangan cinta yang ada di dadanya.


"Tapi kata Tiara, orang yang baru nikah itu pasti malam pertama kan. Kan kita gak gitu jadi nggak ada malam pertama dong?" tanya Sinta dengan polosnya.


Kevin tak menyangka jika Sinta bisa berpikiran seperti itu. Gadis itu sudah terlalu banyak terkontaminasi dengan sahabatnya, tapi tak apa karena yang diucapkan Sinta juga padanya bukan pada orang lain.


"Sayangku, istriku yang cantik malam pertama itu bukan cuma soal begituan kayak kaya kamu. Memang setiap pengantin pasti melalui malam pertama mereka contohnya ya tidur, atau ibadah. Gak melulu hubungan suami istri sayang. Kalau kamu mau pagi ini Mas juga bisa bikin kamu biar cepat hamil," Kevin mengecup kening Sinta.


Cinta yang mendengar itu langsung menjauhkan tubuhnya dari Kevin.


"Kalau pagi-pagi nanti ada yang dengar gimana, gak deh Sinta gak mau."


Kevin yang mendengar penolakan dari cinta itu tertawa, emang apa salahnya mereka kan pengantin baru setelah sewajarnya dilakukan seperti itu. Lagi pula Kevin suka tembok jadi kita akan malu walau suara terdengar orang di luar.


"Bareng ya, Mas tolong gosokkan lagi punggung aku," jawabnya dengan senyum.


Kevin menganggukkan mengangkat tubuh istrinya agar duduk.


"Main bentar boleh gak?"


"Gak aku mau mandi."

__ADS_1


Mereka mulai berjalan menuju kamar mandi dengan Sinta yang berada di gendongan Kevin.


Sinta sampaikan berdiri di depan shower, kangen cinta mulai memutar shower itu hingga mengeluarkan air. Tidak seperti kemarin yang masih menggunakan pakaian saat mandi mereka akan mandi seperti biasa.


"Seger mas."


Mereka mulai menyabuni tubuh mereka masing-masing kemudian menggosok punggung pasangan mereka.


"Sayang sini deh bentar," ucap Kevin menarik tubuh Sinta agar mendekatinya.


Sinta mati-matian untuk tidak tergoda dengan tubuh kekar suami. Laki-laki itu meraih tangan Sinta dan meletakkannya di benda itu.


"Mas."


Kevin mau mendekatkan tubuhnya pada putus Sinta kemudian mengecup bibir tipis itu.


Mereka menikmati pagi mereka di kamar mandi dengan cukup *****. Bahkan dinginnya air tak mampu untuk meredamkan hawa disana.


"Pindah ke kasur yuk."


"Nanti basah," ucap Sinta yang menyadari rambutnya sudah basah.

__ADS_1


Kevin membilas tubuh mereka yang licin karena sabun kemudian meraih handuk yang ada di kamar mandi itu. Laki-laki itu mulai mengeringkan rambut cinta dan rambutnya kemudian Kevin menggendong tubuh sang istri yang masih **""* ke dalam kamar dan membaringkannya di kasur empuk itu.


Bersambung


__ADS_2