
Happy reading!
Hari berikutnya adalah hari dimana Sinta dan Kevin disibukkan dengan segala berkas untuk dibawa ke KUA. Pokoknya Sinta dan Kevin juga ingin mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan ini. Selain pesta yang sudah disiapkan oleh keluarga mereka.
Jam 7 pagi Kevin sudah berada di rumah Sinta, setalah tadi berbincang dengan Lika dan Bu Nila, karena lama menunggu akhirnya Ibu mengantarkan Kevin untuk ke kamar Sinta.
Satu hal yang membuat Kevin sedikit tak percaya adalah rak berisi makanan ringan dan juga ada kulkas kecil di samping tempat tidur.
"Pantesan kalau VC selalu ada lampu disisi kanan kamu, ternyata ini," gumamnya yang masih di dengar oleh Sinta.
"Hehehe, kebiasaan dari kecil. Ibu selalu beliin makanan ringan kalau keluar dan numpuk. Jadi dibeliin rak makanan deh, kebawa sampai besar. Itu juga ada mie instan, kopi, dan cokelat."
"Mirip kost ya, yank," ujar Kevin mengambil satu snack yang ada di rak itu.
"Hehehe, ala ala anak kost yang harus kehabisan makanan di hari tua," ucap Sinta dengan senyum manisnya langsung berjalan ke hadapan Kevin.
"Yank harus pake baju putih gini ya?" tanya Sinta dan dianggukkan oleh Kevin.
Sebenarnya bebas juga tak apa apa tapi Kevin ingin baju mereka couple.
"Tapi dulu Bang Rendi sama Mbak Lika pake baju hitam sama putih, gak mesti putih."
"Itu kan mereka, ini kan kita yank jadi beda," jawab Kevin dengan tangan yang sudah mulai memasukkan makanan ringan itu ke dalam mulutnya.
"Tapi..."
"Pokoknya harus putih, biar couple gitu lah yank. Kamu kok gak peka sih," jawab Kevin yang sudah mendudukkan bokongnya di atas kasur.
Akhirnya dengan terpaksa Sinta memakai baju kemeja putih dipadukan oleh rok span berwarna hitam sama seperti Kevin yang memakai kemeja berwarna putih dan juga celana warna hitam.
Setelah perdebatan tentang baju yang singkat itu kini Kevin dan mereka sudah berada di dalam mobil.
Drrttt
"Siapa yank?" tanya Kevin pada Sinta.
Sinta langsung memperlihatkan pada Kevin siapa yang meneleponnya.
__ADS_1
"Angkat aja siapa tahu penting," jawab Kevin yang sudah tahu siapa penelepon itu.
Yah Kevin memang sangat posesif jika itu dengan Sinta. Kevin hanya takut Sinta diambil laki laki yang lebih segala halangan dari dirinya. Ia juga sadar, ia hanya seorang montir yang bahkan tak punya perusahaan besar dan bekerja di perusahaan seperti ayah dan Kakak Sinta.
Sinta mengangguk kemudian ia mengangkat panggilan telepon dari Tiara.
"Halo Tiara ada apa?"
"Aelah lu gak ada basa basinya, mentang mentang mau married lu lupa sama gue," ucap Tiara dari seberang.
"Ya Allah, Tiara. Mana ada aku kayak gitu. Aku cuma lagi sibuk buat siapin acara nikahan. Bahkan istirahat aja kalau gak kepaksa ya gak tidur," jawab Sinta dengan tangan mulai memeluk lengan Kevin yang sedang menyetir.
"Iya iya, percaya gue mah sama lu. Eh btw lu dimana dah kek berisik gitu?" tanya Tiara.
"Di mobil, mau ke KUA," jawab Sinta yang membuat Tiara langsung memiliki ide untuk menggoda Sinta.
"Ya Allah, Sinta sayang kamu gak sabar banget mau kawin sampai ke KUA dulu. Tahan napa 3 Minggu itu gak lama kok. Atau jangan jangan kalian udah nyicil buat kupingnya dedek bayi ya?" tanya Tiara dengan nada menggoda.
Sinta yang mendengar itu langsung menggeleng. Mana mungkin ia memiliki pemikiran untuk menyicil kuping bayinya apalagi belum sah secara agama dan negara.
"Ngaco aja kalau ngomong. Gue mau urus surat nikah di KUA, bukan mau nikah langsung karena udah buat *** ***," sewot Sinta yang tak terima.
"Hahaha sorry bestie, gue cuma mau bilang kalau gue mau ke konsernya Bang Agust sama tunangan gue. Daripada gue sendiri gara gara lu gak ikut karena sibuk dengan acara nikah lu, gak apa apa kan?" tanya Tiara dengan nada tak enak dan Sinta tahu itu.
"Oh iya iya, nanti malam konsernya. Sorry ya gue gak bisa temani lu, gak apa apa kok kalau lu mau sama Jaka perginya. Gue malah seneng karena kalian bisa saling kenal lebih jauh dan nanti Jaka gak kaget saat tahu lu KPop garis keras."
"Hahaha semoga aja Mas Jaka gak cemburu ya sama bujang bujang gue yang ada di kamar," ucap Tiara dengan tawa.
"Cieee udah mas nih panggilnya, gak oppa lagi?" tanya Sinta menggoda sahabatnya.
"Kejadiannya berberapa hari lalu, saat gue panggil dia oppa di depan ibu dan Mama Papa. Lah mereka tertawa, wong Mas Jaka masih muda kok dipanggil oppa. Gak tahu aja mereka kalau ia pakai panggilan sayang ala Korea, dan akhirnya gue sama Mas Jaka sepakat untuk panggil Mas dan Dek. Gitu ceritanya," jawab Tiara yang dianggukkan oleh Sinta.
Kevin yang tingkah lucu sang kekasih itu malah gemas, kemudian ia menyempatkan untuk mengecup kening sang kekasih yang sedang bermanja di lengannya itu.
"Mas jangan nakal, aku lagi telepon."
"Gak apa apa lanjut aja," jawab Kevin dengan berbisik.
__ADS_1
"Halo Sin, lu masih disana kan?" tanya Tiara.
"Iya ini gue masih disini."
"Gue kira lu kemana, ya sudah gitu aja ya. Gue mau beli baju buat nanti malam. Gak bagus banget kalau gue pakai yang udah udah, nanti Bang Agust ilfil lihat gue yang dekil ini," ucap Tiara.
"Halahh Suga mana tahu lu hidup di dunia, jangan lebay deh Tiara. Tapi nanti kalau lu dilirik sama Suga, gue titip salam ya."
"YEeee seenaknya."
"Lah ya gak apa apa dong sekalian," jawab Sinta dengan santainya.
"Iya iya. Udah ya gitu aja, pulsa gue abis nih."
"Eh Maemunah lu telepon di WhatsApp mana ada pake pulsa," ucap Sinta yang makin lama makin kesal dengan kelakuan ajaib Tiara ini.
"Oh iya iya. Ya sudah bye Sin, nanti gue beliin gantungan kunci gambarnya Suga."
"Oke siap."
Setalah itu panggilan telepon itu langsung diputus oleh Sinta.
"Kamu suka Korea juga yank?" tanya Kevin.
"Gak terlalu Mas, cuma kalau ada yang menarik ya aku suka."
"Yang gimana itu?"
"Yang ganteng pokoknya."
"Terus mas gimana yank?"
"Haisss mas Kevin sayangnya Sinta, dengerin ya. Mendapatkan mereka itu cuma mimpi, walaupun mereka nyata tapi mereka gak tahu kita itu hidup atau enggaknya. Kalau mendapatkan Mas Kevin itu bukan mimpi dan Mas Kevin juga tahukan Sinta hidup di dunia ini. Satu lagi, Mas Kevin itu juga cowok paling ganteng selain Ayah."
Kevin yang mendengar jawaban dari Sinta itu langsung mengembangkan senyum manisnya.
"Makasih calon istri, kamu juga cantik banget. Aku bersyukur memiliki kamu, jangan lelah lelah sama Mas ya," ucapnya seraya mengecup kening sang kekasih.
__ADS_1
Akhirnya mobil itu sampai di kantor urusan agama, mereka berdua masuk dan mengurus segala keperluan nikah mereka.
Bersambung