
Happy reading
Tak terasa hari sudah memasuki hari ke 6 dalam Minggu ini. Yah hari Sabtu, hari liburnya anak SMA yaitu Sabtu dan Minggu.
Sedari pagi gadis itu hanya ndekem di kamar dengan pakaian yang sama yaitu piyama berwarna kuning dengan motif bunga bunga.
Bahkan gadis itu hanya keluar kamar untuk makan saja, selebihnya ia berada di kamar. Sinta malas untuk apa apa hari ini.
Kemarin sepulang sekolah Sinta sudah diajak Tiara berkeliling tempat penjualan tiket yang padahal konsernya di gelar masih lama.
"Mager banget gue, mau ajak pacar kagak punya. Apalagi Tiara lagi ngedrakor di rumah, gue kan gak suka drama Korea," gumam Sinta dengan bosan. Gadis itu bangun dari duduknya di jendela dan duduk di lantai dengan kaki yang hendak hentakkan ke lantai.
Drrrttt
"Mager ih, hp juga jauh lagi. Kaki gue mager buat bangun lagi," ucap Sinta dengan kesal saat melihat ponselnya yang menyala di atas tempat tidur lengkap dengan earphone yang masih menempel di sana.
Dengan sangat terpaksa Sinta bangun dari duduknya dan mengambil ponselnya.
"Mas Kevin telepon gue siang siang gini. Ngapain ya? Bukannya dia kerja?" tanya Sinta melihat profil di layar ponselnya. Kemudian mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo Mas."
"Assalamu'alaikum dulu calon makmumnya Mas Kevin," ucap Kevin yang kini sudah mulai berani menggoda Sinta.
Yah sejak kejadian di warung bakso saat itu mereka sudah mulai menerima satu sama lain dan sudah tak ada alasan malu lagi jika ingin menggoda satu sama lain.
"Ehh wa'alaikumsalam calon imamnya neng Cantik," jawab Sinta dengan senyum walau tak bisa di lihat Kevin.
Entah kenapa ia mulai suka dengan panggilan Neng cantik yang tersemat padanya karena panggilan Kevin.
"Lagi apa Neng?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Lagi duduk aja Mas. Mager banget mau ke luar, dari tadi udah kayak orang gak guna di kamar mulu," jawab Sinta yang memang sedang duduk di lantai kamarnya lagi dengan badan yang disandarkan ke sisi ranjang.
"Emang gak jalan sama temen temen neng?"
"Sinta cuma punya satu temen, dan dia lagi ngedrakor di rumah. Sinta gak demen sama drama Korea demen yang cina cina gitu," jawab Sinta dengan lemas. Ia menatap langit langit kamarnya dengan ponsel yang menempel ditelinganya.
"Kenapa gak suka Korea?"
"Ceweknya kurang cantik, cowoknya aja yang ganteng ganteng," jawab Sinta dengan jujur. Sinta dan Tiara sebenarnya tak kalah jauh. Yaitu sama sama pecinta cowok tampan.
"Sama Mas masih ganteng mana neng?" tanya Kevin dengan begitu pdnya.
"Emm 50% 50% Mas, mas tuh gantengnya Sinta di sini. Kalau di Korea itu cuma ngefans aja, Mas tetap yang no 1," jawab Sinta yang cukup membuat Kevin di seberang sana senyum senyum tak jelas.
"Hmm terserah Eneng aja kalau gitu. Mas yang malu kalau kayak gini," ujar Kevin dengan kekehan di akhirnya.
"Mas Kevin gak ke bengkel?" tanya Sinta pada Kevin.
"Enggak, lagi libur dulu sehari. Mau istirahatin badan dulu di rumah," jawab Kevin yang dijawab anggukan kepala oleh Sinta.
"Neng cantik nanti malam ada waktu?" tanya Kevin yang tiba tiba bertanya pada Sinta. Sinta yang sedang memejamkan matanya itu langsung terbangun saat suara itu terdengar sedikit keras.
"Ah apa Mas, coba ulangi Sinta gak denger," ucap Sinta pada Kevin.
"Nanti malam ada waktu gak neng?" tanya Kevin dengan suara lembutnya.
"Ada Mas. Kalau gak ada waktu mati dong Sinta," jawab Sinta dengan jujur.
"Ya gak gitu, maksudnya nanti malam neng ada janjian sama orang apa enggak?" tanya Kevin lagi.
"Oalah gak ada yang ajak mas. Berarti Sinta punya waktu," jawab Sinta.
__ADS_1
"Nanti malam jalan yok, Neng. Mumpung malam Minggu lo. Biar gak boring aja di rumah," ajak Kevin pada Sinta. Sekaligus ia bisa pdkt dengan sang pujaan.
"Malam mingguan ya Mas, boleh deh. Daripada nanti malam disuguhi pemandangan yang merusak mata," jawab Sinta menyetujui ajakan Kevin untuk malam Minggu.
"Kenapa merusak mata, Neng?"
"Soalnya kakak ipar sama Abang aku biasanya kalau malam Minggu ngedekem di ruang tamu sambil mesra mesraan. Anaknya aja di titipin ke Ibu," jawab Sinta dengan jujurnya.
"Hahaha nasib jadi jomblo emang gitu Neng. Ya sudah nanti malam jam 7, Mas jemput kamu ya. Sekalian izin sama Ibu dan ayah kamu," ucap Kevin dan diiyakan oleh Sinta.
Mereka saling berbincang untuk menghapus keboringan dan kemageran keduanya. Kevin dan Sinta seperti dua manusia yang sudah kenal lama dan memiliki hubungan yang khusus.
Kevin selalu menggoda Sinta sedangkan Sinta yang tampak membalas godaan itu membuat mereka melupakan kebosanan yang tadi melanda.
Setelah beberapa saat mereka berbincang akhirnya mereka memutuskan panggilan telepon itu.
"Malam Minggu pertama gue nih, harus tampil cantik walau simple," ucap Sinta langsung bangun dari duduknya kemudian berjalan menuju lemari pakaiannya.
Perempuan berusia 18 tahun itu tampak memilih baju yang nanti ia pakai. Karena diperkirakan nanti malam cuaca akan dingin. Sinta memutuskan untuk mengambil kaos dan outer rajut lengan panjang dan juga celana jeans panjang. Simple tapi itulah yang membuat Sinta tampil apa adanya. Ia tak mau mengikuti tren jaman sekarang yang astaghfirullah.
"Gak sabar nunggu nanti malam, gak penting mau kemana aja yang penting sama Mas montir ganteng," gumam Sinta dengan senyum mengambang seraya memeluk baju yang sudah ia pilih.
***
Tak jauh beda dengan Sinta, Kevin tampaknya juga sedang menyiapkan pakaian yang akan dipakai nanti. Laki laki itu memang tak pernah melakukan malam Minggu macam anak anak yang punya pasangan. Laki laki itu menghabiskan waktu malam minggunya di bengkel.
Tak jarang bengkelnya menjadi tempat pasangan yang sedang malam mingguan karena biasanya kendaraan mereka bermasalah.
Kevin juga yang harus menyaksikan mereka berpacaran. Ada yang bucin ada juga yang cuek cuek perhatian pada pacarnya. Kevin sudah katam jika seperti itu.
"Eh tapi mau diajak ke mana ya si eneng nanti?" tanya Kevin pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Ahh nanti aja deh dipikirkan yang penting kita nanti jalan dulu," ucap Kevin lagi yang lanjut mencari pakaian yang pas.
Bersambung