Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Kembar dua


__ADS_3

"Lo mau ngapain?' tanya Caya yang tiba tiba kaget kerena Damar menyentuh pipinya.


"Ini tompel kamu hampir terlepas." sahutnya sambil membenarkan tompel dipipi Cahaya.


"Kirain apaan gue ampe deg degan gini.' gumam Cahaya dalam hati.


Setelah itu Damar memasak sayuran yang dia beli di pasar menggunakan tungku di belakang gubug dibantu Cahaya dan Tari. Setelah selesai makan Damar menambah kamar menggunakan triplek dan asbes agar muat untuk tidur satu orang lagi.


Setelah selesai Damar berpamitan hendak mencari barang bekas yang bisa dijual.Cahaya merengek minta ikut,akhirnya Damar mengijinkan Tari dan Cahaya ikut memulung.


Dengan memakai wig palsu serta melumuri tubuhnya menggunakan lumpur serta menambahkan tompel Cahaya mengikuti Damar dibelakang bersama Tari.


"Ayo kita setor dulu sama kang Diman ." ujar Damar sambil mendorong gerobaknya,karena hari ini dia dapat lumayan banyak.


Cahaya dan Tari hanya mengekorinya dibelakang.


"Ini hasil kamu hari ini Mar." ucap Dimam sambil l menimbang tiga karung barang bekas milik Damar.


" Ya kang Alhamdulilah lumayan dapat banyak." ucap Damar.


"Nih uangnya." ucap Diman menyerahkan dua lembar dua puluh ribuan.


" Ya ampun segitu banyaknya dihargai empat puluh ribu.Sungguh menyedihkan sekali hidup di jalanan." gumam Cahaya dalam hati sambil menahan air mata yang hendak jatuh.


"Ya udah kang saya pamit dulu,terimakasih bang." ucap Damar sambil menerima uang dari Diman.


"Tunggu Mar,itu siapa yang sama Tari?" tanya Diman yang menunjuk kearah Cahaya.


"Oh ini istri saya kang namanya bunga." ucap Damar.


"Jadi kemarin pas kamu pulang satu hari kamu nikah sama dia Mar.Ya ampun Damar kamu itu ganteng loh masa nikahnya sama cewek koyo ngene loh mbok ya nyari yang cantikan dikit.Masa kalah sama aku,aku aja yang jelek gini istrinya tiga." ucap Diman sambil tersenyum mengejek.


"Istri kamu orang mana Mar." tanya Diman.


"Saya dari Semarang kang." jawab Cahaya.


"Kalau gitu sama kayak istri mudaku,dia juga orang Semarang.Semarange mana?" tanya Diman.


"Semarang kan luas kang,lagian istri saya suka pindah pindah tempat." ucap Damar yang melihat Cahaya kebingungan menjawab.


Damar bergegas mengajak Cahaya dan Tari pergi dari situ dan menyuruh mereka berdua istirahat.


"Nih minum dulu,pasti kamu kehausan." ucap Damar sambil menyerahkan minum yang dia bawa dari rumah.

__ADS_1


Cahaya lalu meminum airnya sampai habis tidak tersisa.


"Kamu pasti lapar kita beli makan dulu ya,Tari dana kamu beli makanan buat Bunga aku mau cari kayu bakar dulu." ucapnya sambil memunguti ranting yang menumpuk.


"Ngga usah Tari gue masih kenyang,makannya nanti saja.Biar gue bantuin nyari ranting." ucap Cahaya yang ikut memunguti ranting bersama Damar.


"Ya udah kamu tolong beli beras sama sayuran yah biar nanti Kaka yang masak " ucap Damar sambil menyerahkan uang pada Tari.


"Ya ampun Damar Lo baik banget andai saja gue nggak hamil gue mau jadi istri Lo." gumam Cahaya dalam hati.


Saat sedang memungut ranting tiba tiba tangan mereka bertubrukan dan kepala mereka bertubrukan satu sama lain.Cahaya dan Damar hanya saling pandang.


"Ehmmm"


Suara Tari mengagetkan mereka berdua.


"Ya ampun kakak kapan selesainya,kalau liat liatan Mulu." ucap Tari menahan tawa.


"Ayo kak kita masak aku sudah laper banget." ucap Tari sambil menurunkan barang belanjaannya.


Beruntung sekali Damar pandai memasak sehingga tidak perlu repot repot membeli sayur.Namun Cahaya merasa mual jika mencium bawang sehingga dia pergi saat Damar tengah memasak.


Setelah selesai mandi Cahaya,Damar dan Tari makan bersama.Mereka salat bertiga di dalam gubug.Saat tengah tertidur tiba tiba hujan turun,sehingga tempat tidur Damar kebasahan.Berintung tempat yang Cahaya dan Tari tiduri tidak kebocoran karena telah diganti menggunakan asbes.


Sebenarnya kamar yang mereka tempati hanya mengunakan sekat saja sebagai pembatas.Tanah yang mereka tempati juga tanah milik orang.Yang sewaktu waktu mereka bisa ditendang dari situ.


"Gue ikut Lo mulung lagi ya,bosen sendirian dirumah mana Tari lagi pergi." ucap Cahaya sesudah merubah penampilannya.


"Ya udah deh, ayo kita berangkat keburu siang." ucap Damar sambil mendorong gerobaknya.


Cahaya mengikuti Damar dari belakang.Hari ini setelah memungut sampah ditempat pembuangan yang cukup besar,karena merasa mual Cahaya hanya melihat dari kejauhan.


"Alhamdulilah kita dapat seratus lima puluh ribu hari ini.Ini semua berkat kamu,kamu mau makan apa hari ini?" tanya Damar setelah menjual barang bekasnya


"Nggak usah,makan masakan Lo aja itu juga enak banget kok gue suka." ucap Cahaya.


"Ya udah entar aku masak buat kamu." ucap Damar.


"Memangnya penghasilan Lo biasanya berapa?" tanya Cahaya.


"Nggak tentu sih kadang dapat dua puluh ribu paling besar dapat lima puluh ribu." sahut Damar.


"Emang duit segitu cukup." ujar Cahaya.

__ADS_1


"Ya dicukup cukupin aja.Manusia itu dikasih rejeki berapapun pasti selalu kurang." ucap Damar.


"Ya bener manusia memang serakah,termasuk gue." gumam Cahaya lirih.


Saat perjalanan pulang, tiba tiba ada sebuah mobil melesat kencang dan hampir mengenai Cahaya beruntung Damar sigap menolongnya.


"Maaf mas kamu nggak papa." ucap seorang ibu memakai kacamata.


"Ya Bu nggak papa cuma lecet dikit." ucap Damar.


 "Tapi itu mbaknya pucat,biar bawa kerumah sakit ya kebetulan anak saya juga mau kerumah sakit." ucap si ibu.


"Ya bunga kamu pucat banget ayo kita kerumah sakit." ucap Damar sambil menuntun Cahaya kedalam mobil.


"kenalkan nama saya Lastri ini menantu saya Tiara.Dia sedang hamil empat bulan." ucap Lastri memperkenalkan diri.


"Saya Damar,dan ini Bunga." ucap Damar sambil berjabat tangan.


Setelah Lastri memeriksakan menantunya,kini giliran Dokter yang memeriksa Cahaya.


"Maaf Bu apa suaminya ikut." tanya dokter pada Cahaya.


"Memangnya kenapa dok apa ada masalah?" tanya Cahaya cemas.


"Sebaiknya anda melakukan USG karena sepertinya kandungan ibu lebih dari satu." ucap dokter.


"Maksud dokter apa?" tanya Lastri yang tiba tiba masuk.


 "Ini Bu Lastri saya menanyakan suaminya." ucap Dokter.


"Mungkin di depan tadi saya tidak sengaja menabraknya,biar saya panggil dok." ucap Lastri sambil berjalan keluar.


" Ada apa dok,apa yang terjadi dengan istri saya?" tanya Damar yang dari tadi menunggu di luar.


"Apa anda,suaminya?" tanya Dokter.


" Ya dok memangnya kenapa dengan istri saya!!" Sahut Damar.


" kemungkinan janin di perut istri anda kembar." ucap Dokter.


" Hamil kembar dok,jadi istri saya Edang hamil."ucap Damar sambil memandang Cahaya.


"Iya anda ini bagaimana,masa istri sendiri sedang hamil tidak tau." ucap Dokter.

__ADS_1


Sementara Cahaya dan Damar saling menatap.


"Akhirnya ketahuan juga,tapi kenapa harus kembar,satu aja susah ngurusnya.Pasti setelah ini gue bakal hidup di jalanan dan tidak punya tempat tinggal,Damar pasti bakal ngusir gue." gumam Cahaya dalam hati.


__ADS_2