
"Ting Tong"
"Siapa ya siang siang gini bertamu ke sini,apa Bu Lastri sama Tari balik lagi,katanya mereka mau ke pasar." ucap Cahaya yang tengah bersantai menonton televisi.
"Eh Kevin,ayo masuk aku pikir kamu hanya bercanda mau main kesini." ucap Cahaya sambil membukakan pintu.
"Wah rumah kamu luas juga yah,anak anak kamu dimana aku ingin bertemu mereka?" tanya Kevin sambil memandangi sekeliling ruangan.
Anak anak belum pulang,tadinya mau aku jemput sekarang tapi masih mager.Tadi habis ikut senam sama ibu ibu di depan."ucap Cahaya.
"Ya sudah ayo kita jemput anak anak kamu sekarang,sekalian kita ajak jalan." ucap Kevin.
"Kamu beneran mau ngajakin anak aku jalan."ucap Cahaya.
"Iya lah,aku tuh paling seneng sama anak kecil.Dulu waktu tinggal sama bude aku suka berantem sama anaknya,habis itu baikan lagi.Kakau liat anak kecil jadi keinget masa kecil." ucap Kevin.
"Ya ampun Kevin so sweeet banget,andai Bayu seperti Kevin.Aku jadi pengin dipeluk,tapi aku tidak boleh terlihat murahan didepannya.Biar saja aku terlihat murah di depan Bayu saja." gumam Cahaya dalam hati.
Mereka berdua pergi kesekolah menjemput anak anak kemudian mengajak makan siang.Aska dan Amar terlihat begitu senang terlebih lagi Kevin pandai mencuri hati mereka berdua.
"Om aku mau eskrim." ucap Amar.
"Aku juga mau om." ucap Aska yang tidak mau ketinggalan.
"Kita beli disana ya,ayo biar om gendong kalian berdua."ucap Kevin sambil merentangkan tangannya.
Bagi Kevin menggendong dua anak sekaligus merupakan hal yang mudah,dia merupakan seorang pegulat yang hebat.Bentuk badannya yang kekar dan berpostur tinggi serta wajahnya yang tampan membuat wanita banyak yang jatuh hati.Namun belum ada satupun wanita yang berhasil meluluhkan hatinya.
Kevin membelikan kedua anak itu Eskrim dan meninggalkan Cahaya yang tengah memilih baju untuk calon anaknya.Namun tanpa sengaja dia melihat Andin sedang memilih milih baju.
"Maaf mba,apa mba istrinya Damar?" tanya Cahaya yang menghampiri Andin.
"Ya mba,kamu Cahaya kan." sahut Andin.
__ADS_1
Mereka saling berpelukan kemudian pergi dari sana dan mengobrol sambil memesan minuman.
"Dimana Damar kok tidak kelihatan?" tanya Cahaya.
"Sebenarnya mas Damar sudah menalaku,dan dia sekarang menikahi janda kaya.Aku pikir waktu hilang ingatan Damar sudah berubah tapi ternyata tidak,dia hanya berpura pura saja." ucap Andin sambil meneteskan air mata.
"Maksud kamu pura pura,bagaimana?" tanya Cahaya begitu penasaran karena selama ini Damar bersikap baik padanya.
"Jadi saat dia menikah denganku,ingatannya sudah kembali.Dulu dia itu seorang play boy,bahkan dia sempat menghamili seorang gadis.Katena frustasi gadis itu akhirnya bunuh diri,kakaknya tidak terima sehingga dia memperkosa adiknya Damar." ucap Andin.
"Jadi semua yang dia katakan waktu itu hanya kebohongan,kamu bener bener keterlaluan Damar.Beruntungnya kita sudah bercerai,kalau tidak aku pasti akan mencekik mu sampai mati." gumam Cahaya dalam hati.
Setelah mengobrol cukup lama akhirnya Cahaya pamit dan mencari Kevin dan kedua anaknya.
"Rupanya kalian ada disini,Ibu cari cari.Ayo kita pulang kasian om Kevin pasti dia kecapean,kalian kan mintanya suka yang aneh aneh."ucap Cahaya.
"Nggak papa ,aku malah seneng anak anak kamu lucu mengingatkan aku masa kecil." ucap Kevin.
Kevin mengantar Cahaya dan menggendong kedua anaknya secara bergantian karena mereka ketiduran di mobil.
"Cahaya aku pulang dulu ya sudah malam,lain kali kita jalan lagi ya.Oh iya kapan kapan aku ngajak kamu dinner,kamu mau kan nanti aku Kabari.Soalnya beberapa hari ini aku ada pekerjaan diluar kota."ucap Kevin kemudian berjalan menuju mobilnya.
Cahaya hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kearah mobil Kevin,dan segera masuk ke kamar.Namun matanya tidak dapat terpejam karena teringat dengan wajah Kevin.
"Ya ampun diluar berisik sekali ada apa sih,ganggu orang tidur saja.padahal baru merem sebentar,lagi mimpi indah ketemu kevin.Padahal di mimpi Kevin lagi mau nyium aku,dia hanya mengenakan handuk.Mungkin jika diterusin mimpinya Kevin sama aku bisa,,,sudahlah ini semua pasti gata gara Rini wanita yang dandanannya selalu menor." ucap Cahaya sambil keluar dari kamar dan menuju teras.
"Dengar ya Bu Dewi,ibu tuh sudah tua jangan mengganggu suami saya.Jadi wanita jangan kegatelan mentang mentang nggak punya suami,suami orang mau diembat."teriak Rini Sambil menjambak rambut Dewi.
"Beneran mbak Rini tadi saya hanya mengembalikan dompet suami kamu,kebetulan saya menemukan di jalan." ucap Dewi Sambil meringis menahan perih.
"Lepasin lah Rin kasihan Bu Dewi,mungkin yang dikatakannya benar.Kagian Bu Dewi sudah mempunyai cucu,masa iya dua menggoda suami kamu."ucap Sari yang merupakan istri dari pak RT.
"Baiklah kali ini aku percaya denganmu,tapi lain kali jika aku menemukanmu tengah menggoda suamiku lagi aku tidak akan mengampuni." ucap Rini sambil melepaskan cengkraman tangannya kemudian mendorong Dewi.
__ADS_1
"Tapi aku penasaran apa benar mbak Cahaya punya suami,sebab Selama ini aku tidak melihat suaminya datang kesini.Kamu kan masih muda anaknya dua bahkan sekarang kamu hamil,aku aja yang masih muda belum punya anak.Semalam aku melihat kamu diantar pulang sama seorang cowok ganteng lagi.Apa jangan jangan kamu wa*ita ma*am ya,kalau benar aku tida akan membiarkan kamu tinggal disini.Nanti suami aku kamu?" goda juga." ucap Rini sambil melotot kearah Cahaya yang mengintip di gerbang.
"Enak saja kamu bilang aku wanita malam,asal kamu tau ya suami aku pengusaha kaya.Aku tidak tertarik sama suami kamu,lagian kamu tuh aneh masih muda suaminya kakek kakek tua kayak nggak laku aja.Gantengan juga suami aku." ucap Cahaya yang keluar dari gerbang.
"Kamu tuh ya,dasar wanita gila." teriaknya sambil menjambak Cahaya.
"Kamu mau apa,Jangan pikir karena aku lagi hamil jadi nggak bisa membalas kamu." ucap Cahaya yang memelintir tangan Rini kebelakang kemudian membaliknya dan mendorongnya hingga terjatuh kemudian mendudukinya.
"Lepaskan aku,ibu ibu tolongin dong."teriak Rini yang yang posisinya tengkurap dan diduduki Cahaya.
"Biarin saja,ngapain kita tolongin.Dia kan suka menuduh orang sembarangan,masa kemarin aku dikira goda suaminya padahal aku kan cuma menyapa saja."ucap seorang ibu sambil berbisik bisik.
"Iya aku juga udahlah biarin aja,biar dapat pelajaran."
"Sayang kamu lagi ngapain?" tanya Bayu yang baru saja turun dari mobil.
"Oh jadi ini suaminya mbak Cahaya,ya sudah ibu ibu semuanya bubar." ucap Bu RT.
"Eh kamu sayang,sudah pulang dari Amerikanya." ucap Cahaya sambil berdiri dan memeluk Bayu.
"Tapi aku kan di jakarta." ucap Bayu.
"Ayo sayang kita masuk,maaf ya ibu ibu saya permisi dulu.Ayo dong gendong aku." ucap Cahaya.
Bayu menggendong Cahaya masuk kedalam namun saat akan menurunkan di sofa Cahaya menolaknya dan memintanya menurunkan dikamar.
"Jangan jangan dia meminta jatah,selama ini dia pasti kesepian.Ah senangnya baru datang langsung dikasih siapa sih yang akan menolak,apalagi dia terlihat lebih seksi saat hamil." gumam Bayu dalam hati kemudian menurunkannya di ranjang.
"Pagi pagi dibikin keringetan mana gerah lagi " ucap Cahaya kemudian membuka sweater dan kini hanya menggunakan gaun besar yang tipis.Semenjak hamil dia selalu kepanasan sehingga sering mengunakan gaun yang tipis.
"Bay pijitin Kali aku dong,ini nih sebelah sini." ucap Cahaya sambil menunjuk kakinya.
"Iya sayang,kamu mau dipijit yang lain nggak." ucap Bayu sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Yang lain,maksudnya apa sih ni orang aneh kaki aku kan kram." ucap Cahaya.
"Ih kamu pura pura nggak tau aja."ucap Bayu kemudian berdiri dan mendekati Cahaya.