
Akhirnya hari itu juga Mentari dinikahkan dengan Ibra dan Anton menjadi walinya.Senentara Cahaya sudah pulang dengan Bayu terlebih dulu.
"Ibu,,,"ucap Salsa yang sedari pagi sudah menunggu ibunya pulang.
"Ya ampun cantiknya ibu sudah wangi,pasti sudah mandi ya ?"tanya Cahaya yang langsung memeluk putrinya dan mencium rambutnya yang sudah wangi.
Salsa hanya tersenyum sambil memeluk ibunya erat,kemudian Cahaya menggendongnya masuk kerumah.
"Bay gimana dengan Mentari,apa kamu berhasil menemukannya?" tanya Fitri yang begitu penasaran dan dari tadi menunggu di teras.
"Ayo Mi kita masuk dulu,aku mau ganti pakaian bicaranya nanti dulunya."sahut Bayu menggandeng tangan Fitri masuk kedalam karena sedari tadi mereka menunggu diluar.
Cahaya mengajak Salsa bermain setelah itu dia menidurkannya dikamar,sementara Talita tengah digendong Lastri.
"Mi sebenernya Mentari sudah ketemu." ucap Bayu yang mendekati ibunya yang tengah bersantai di depan televisi.
"Ya benar Mi,Cahaya minta maaf sama mami atas kelakuan Mentari.Sekarang Mentari sudah menikah dengan Papi Ibra." ucap Cahaya sambil memeluk ibu mertuanya.
"Sudahlah sayang,ini semua bukan salah kamu.Lagi pula Mami sudah bercerai dengan dia,sekarang sudah tidak ada hubungan apapun lagi.Mami bersyukur sekarang sudah bercerai dengannya,jika tidak pasti mami akan sangat kecewa melihat kelakuannya."ucap Fitri yang kini berusaha untuk melupakan mantan suaminya.
Namun di hati kecilnya dia merasa sedih melihat rumah tangga yang sudah dia bina selama puluhan tahun hancur.Apalagi kini mantan suaminya menikah lagi dengan adik dari menantunya.
Dia berusaha tegar,dan tidak boleh lemah dihadapan kedua putranya.Hari ini Damar berkunjung kerumahnya setelah sekian lama tidak bertemu.Dia dilarang istrinya yang saat itu tau kalau dia pernah meniduri Mentari.
"Ya ampun Damar,sudah lama Mami tidak ketemu kamu." ucap Fitri memeluk putranya.
__ADS_1
"Ya Mi maafkan Damar yang jarang kemari.Kenalin Mi ini Andin istri Damar." ucap Damar memperkenalkan istrinya.
Setelah itu mereka berpelukan dan saling mengobrol,Sementara Cahaya sedang pergi ke pasar dengan membawa Salsa.
"Damar mana istrinya yang kemarin,siapa namanya mami lupa?" tanya Fitri.
"Oh Rania Mi,dia sudah bercerai dengan aku mi.Saat ini aku mau jadi lelaki yang baik dan bertanggung jawab Mi,sekarang istri aku cuma Andin."ucap Damar sambil menggenggam erat tangan Andin.
"Syukurlah Mami senang kamu sudah berubah." ucap Fitri sambil tersenyum.
"Ya ampun Andin,kapan kamu datang?" tanya Cahaya yang kaget saat melihat Andin dirumahnya.
"Sudah lama,anak kamu cantik sekali.Lalu anak yang sedang tidur disofa juga anak kam.sahut Andin yang dari tadi melihat Talita tidur disofa.Dia memang suka sekali tidur disofa jika siang hari tidurnya nyenyak.
"Oh itu anak adik aku,dia memang tinggal disini bersama aku.Lalubdinana anak kamu,dari tadi aku tidak melihatnya?" tanya Cahaya sambil menyerahkan belanjaannya pada Lastri sementara Salsa turun dari gendongannya dan menghampiri Fitri.
"Sabar ya Nadin,semoga kamu dapat mempunyai momongan kembali secepatnya." ucap Cahaya yang memegang pekan pundak Andin.
"Aminn..."Sahut Damar dan Andin kompak.
Andin dan Damar kemudian mengajak Salsa main,karena Talita ikut bangun kemudian Andin menggendongnya.Seteleah itu Damar Andin berpamitan pulang dan meminta ijin Cahaya untuk mengajak Aska dan Amar menginap dirumahnya.
Cahaya mengijinkannya,namun saat itu Aska dan Amar belum pulang sekolah,hingga akhirnya mereka menunggu hingga Aska dan Amar pulang.
Andin sering datang kerumah Cahaya dan mengajak Talita dan Salsa bermain.Dia juga sering mengajak mereka berdua jalan jalan,bahkan Andin mengajak mengajak Talita dan Salsa menginap.Namun Salsa menangis tidak mau.
__ADS_1
Sehingga Andin hanya mengajak Talita,dia memang baru berusia empat bulan.Berbeda dengan Salsa yang hampir genso dua tahun.
***
Sedangkan ditempat lain Mentari dan Ibra tengah berbulan madu di sebuah hotel di jakarta.Saat ini perut Mentari terlihat sedikit membuncit,dia sedang hamil muda.
"Ayo sayang sebaiknya kita kembali saja villa kamu,tapi sebelum itu kita mampir dulu kerumah ayah Anton yang di Bogor." ucap Mentari sambil menenteng koper dan keluar dari sebuah hotel.
"Iya sayang,apapun permintaan kamu aku turuti." ucap Ibra kemudian membopong Mentari menuju mobil kemudian dia kembali lagi dengan membawa kopernya.
Orang orang yang berada disitu tampak memandanginya,namun mereka berdua tidak menghiraukannya.
"Berhenti sayang,Bagaimana kalau kita bercinta didalam mobil." ucap Mentari sambil memegang tangan Ibra,semenjak hamil kelakuannya memang aneh dan tidak masuk akal.Namun Ibra selalu menuruti semua permintaan istrinya.
Kemudian dia menepikan mobilnya dan mereka melakukanya di dalam mobil.Seyelah merasa puas Mentari meminta suaminya melanjutkan perjalanannya.
"Itu kan Bayu,kenapa dia ada disini sambil menggendong Talita.kali ini akan akan menghabisi nyawamu Bayu,kamu tidak boleh bahagia dengan Cahaya." gumam Mentari dalam hati.
Kemudian dia meminta agar suaminya duduk di samping, sementara dia mengambil alih kemudi.Kemudisn dia berputar balik dan melajukan mobilnya sangat kencang.
"Brakkkk"
Seorang pria yang tengah membawa anak kecil tertabrak mobilnya dan terpental dengan darah yang berceceran dijalan.
Sementara Mentari tersenyum menyeringai dan mempercepat laju mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Tolong,tolong."teriakannya begitu keras,namun tempat itu jauh dari keramaian sehingga tidak ada satupun yang menolong.
Hingga Setelah cukup lama ada kendaraan yang lewat,kemudian pengemudinya turun dan membantu membawa kerumah sakit terdekat.