
Pagi harinya Cahaya bangun dengan wajah ceria begitu pula Bayu.Setelah mengantarkan anak anak kesekolah Cahaya mengikuti senam di depan Televisi.
"Aku mandi dulu ah biar seger." ucapnya sambil menuju kekamar mandi.Semenjak usia kehamilannya memasuki Lima bulan dia sering mandi Sampai tiga kali sehari.
Saat dia keluar dari kamar mandi dia melihat Bayu sedang berada dikamarnya.sambil melihat kearah kolong tempat tidur.
"Kamu ngapain nungging begitu dikamar ku?" tanya Cahaya yang masih mengenakan handuk.
"Mau telfon mami.dia pasti seneng kalau aku punya anak." sahut Bayu.
"Jangan sayang." ucap Cahaya sambil berjalan cepat namun handuknya terjatuh.
"Ya ampun sayang kamu mau menggodaku yah." ucap Bayu yang memandangi wajah tubuh polos Cahaya.
"Siapa bilang,GeEr." ucapnya Cahaya sambil membenarkan handuknya.
"Aku mau telfon Mami dulu pakai telfon rumah saja." ucap Bayu sambil beranjak pergi.
"Bay ayo kita main lagi."ucap Cahaya sambil menarik tangan Bayu.
"Tapi ini masih siang,nanti malam aja lah." ucap Bayu.
"Aku maunya sekarang." ucap Cahaya kemudian mendorong ke ranjang.
"Biarin saja lagi pula sudah terlanjur kemarin terusin aja lagi,dari pada Bayu menelfon Mami." ucapnya sambil melucuti pakaian Bayu,keduanya melakukan hal itu lagi.
"Sepertinya ini rumahnya kok sepi ya,di depan ada mobil Bayu loh." ucap seseorang dari luar.
"Sayang kamu denger nggak ada orang mengobrol diluar deh." ucap Bayu yang menggoyang goyangkan tubuh Cahaya.
"Oh iya pintunya lupa nggak di kunci." ucap Cahaya sambil menunjuk jidatnya."Udah sana keluar,aku mau tidur lagi."
"Ya ampun itu mami,kok mami tau aku ada disini." gumamnya lirih saat mengintip dari pintu.Dia segera menuju kamar mandi dan memakai pakaiannya.
"Sayang cepetan bangun,diluar ada mami."bisik Bayu ditelinga Cahaya.
"Apa Mami kesini." ujar Cahaya kaget kemudian bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri.
"Bayu ternyata kamu disini,mana cucu mami katanya Cahaya hamil?"Tanya Fitri yang melihat Bayu baru saja keluar dari kamar.
__ADS_1
"Cahaya lagi istirahat mi,Mami kok tau kalau Cahaya lagi hamil kata siapa?"tanya Bayu.
"Kata Ferdi,pasti itu kamar Cahaya ya.Mami mau kesana." ucap Fitri sambil berjalan kearah kamar.
"Ayah kok kita nggak dijemput sih." ucap Aska dan Amar berbarengan.
"Ya ampun jadi ini beneran anak kamu Bay.Pantesan aku ngerasa pernah kenal Cahaya ternyata dia ibunya si kembar dan mereka cucu aku.Kenapa kamu nggak bilang Bay." ucap Fitri kemudian memeluk mereka berdua.
"Dia itu bukan..."ucap Bayu terhenti karena Cahaya mengikuti lengannya
"Mami apa kabar." sapa Cahaya sambil memeluk Fitri.
"Ya ampun sayang,Mami kangen sekali samu kamu.Kenapa selama ini kamu nggak bilang sih." ucap Fitri sambil mengelus dan mencium pipi Cahaya.
"Maaf Mi,aku nggak bermaksud bohongin mami." ucap Cahaya sambil menunduk.
"Ya udah nggak papa yang penting kamu dan kedua anak kamu sehat juga anak yang ada dikandunganmu.Pokoknya kalian berdua harus menikah." ucap Bayu.
"Iya Mi aku setuju banget." ucap Bayu antusias.
"Tapi mi,aku nggak mau menikah sama Bayu.Dia itu play boy dan suka ganti ganti pasangan." ujar Cahaya.
Fitri segera mengajak kedua cucunya jalan jalan dan belanga di Mall bersama Cahaya.Namun saat pulang dari mall dia kaget karena Mendapat Ibra dan dan Amelia tengah menunggunya di depan rumah Cahaya.
"Jadi ini beneran cucu papi Bayu." ucap Ibra yang melihat Aska dan Amar turun.
"Ih Papi gimana sih?tadi katanya mau marahin Bayu"umpat Amelia sambil menendang mobil Ibra.
"Ayo Pi kita ngobrolnya didalam saja." ucap Bayu sambil merangkul lengan Ibra.Sementara Amelia mengekorinya dibelakang.
"Aska Amar kalian main dikamar ya." ucap Cahaya menciumi kedua pipi anaknya.
"Ya Bu." ucap keduanya kompak,kemudian menuju kamar mereka
"Bayu tolong jelaskan semua sama papi." ucap Ibra kemudian menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Begini om,sebaiknya ajak Bayu pulang bersama om." ucap Cahaya yang melihat kearah Amelia yang dari tadi mengawasi gerak geriknya.
"Tapi Pi aku nggak mau,aku mau menikahi Cahaya." ucap Bayu.
__ADS_1
"Memang kalian seharusnya menikah,aku akan nikahkan kalian secepatnya." ucap Ibra.
"Tapi om aku nggak mau menikah dengan Bayu." ucap Cahaya.
'Pi sebaiknya kita tidak boleh memaksa mereka." ucap Fitri sambil memegang tangan suaminya.
"Keputusanku sudah bulat,apalagi Bayu sudah punya anak dari Cahaya.Dan kamu Bayu kamu jangan tinggal disini." ucap Ibra kemudian pergi.
"Bayu ternyata kamu disini dasar wanita mu**Han beraninya ganggu laki orang." ucap Amelia.
"Amel jaga bicara kamu."ucap Fitri dengan mata melotot kearah Amelia.Amelia yang baru kali ini melihat Fitri melotot tampak begitu kaget dan tidak menyangka akan memarahinya,
***
Keesokan harinya..
Dengan berat hati Cahaya duduk bersebelahan dengan Bayu.Dia hanya bisa memandangi ayahnya yang berada didepannya.Dia merutuki nasibnya sendiri,terlebih saat mengetahui Bayu telah menikah dengan wanita lain.
Sementara kedua putranya masih berada disekolah, Cahaya tidak ingin kedua putranya mengetahui fakta yang sebenarnya.
"Bagaimana Bayu kamu sudah siap menikahi Cahaya?" tanya Ibra yang duduk disebelahnya.
"Ya sudah kita mulai saja,ya pernikahannya." ucap Pak penghulu sambil melihat kesekeliling.Pernikahanya dihadiri keluarga Bayu dan keluarga Cahaya saja.Dipihak Cahaya hanya Anton saja yang hadir,sementara di pihak Bayu hanya kedua orang tuanya saja.
"Tunggu Cahaya kamu tidak boleh menikah dengannya." teriak Damar sambil berlari kearahnya.Semua yang ada disana menatap kearah Damar.Fitri yang dari tadi terlihat bahagia tiba tiba menangis dan berlari kearah Damar.
"Tidak salah lagi,kamu pasti Biru putraku." ucap Fitri yang memeluk Damar begitu erat.
"Maksud Mami apa?" tanya Bayu sambil berdiri.
"Dia itu kakak kamu yang dulu hilang,Mami sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak menemukannya.Akhirnya Tuhan mempertemukan kita nak." ujar Fitri sambil menyeka air matanya.
"Apa,kakaknya Bayu." gumam cahaya lirih sambil menutupi mulutnya,sementara Damar berjalan kearahnya.
"Aku mohon Kembalilah padaku,Amar dan Aska itu putraku.Maafkan aku yang tidak berani jujur padamu,sebenarnya yang menidurimu waktu itu aku.Aku terpaksa melakukan itu semua,waktu itu Tari tengah sakit parah dan memerlukan banyak uang aku terpaksa menodai mu." ucap Damar lirih.
Cahaya yang mendengar hal itu hanya diam sambil mengatur nafasnya.Setelah itu dia bangkit dan berdiri.
"
__ADS_1