Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Semakin Menjadi


__ADS_3

Cahaya hanya membiarkan adiknya tanpa memberikan hukuman Walaupun dia terkenal galak,namun didalam lubuk hatinya dua begitu menyayangi adiknya.


"Ayo sayang kita pulang.." ucap Cahaya menggandeng lengan suaminya.


"Ihh sayang kamu romantis deh." ucap Bayu sambil menjawil dagu istrinya.


"Bukkk"


"Malam ini kamu tidur diluar." ucap Cahaya sambil melemparkan bantal kearah suaminya.


"Sayang kok kamu gitu sih,aku kan gak salah gak ngapa ngapain.Kok disuruh tidur diluar,diluar kan dingin." ucap Bayu sambil melihatkan tampang memelas.


"Itu karena mata kamu udah jelalatan,lihat wanita telan*ang matanya ijo." gumam Cahaya sambil menutup pintu kamar.


"Tapi sayang,aku kan gak liat adik kamu kok." teriak Bayu sambil mengetuk pintu kamar.Namun istrinya cuek dan tidak menghiraukannya.Terpaksa malam ini dia tidur di sofa,bahkan Cahaya tidak memberikan selimut hanya memberikan sebuah bantal.


......................


Sementara Mentari kini tengah mendapat hukuman dari ayahnya.Dia di jatah uang belanja oleh ayahnya,dia yang biasanya begitu boros dan tidak pernah memasak.Kini harus memasak sendiri dan hanya di jatah telor dan beberapa sayuran hijau di dalam kulkas tanpa diberikan uang sedikitpun oleh Anton.


Sedangkan Ibra kini tengah proses sidang perceraian,karena Fitri mengajukan gugatan cerai Dan sebentar lagi hidup Ibra dikeluarkan dari pekerjaannya,karena selama ini perusahaan yang dia pimpin adalah perusahaan milik istrinya.


"Dooaar"


Bunyi petir begitu melengking sehingga mengagetkan jantung.Mentari yang tengah tertidur lelap pun terbangun.


"Ya ampun dingin banget " ujarnya sambil meraih selimut dan menutupi tubuhnya kemudian dia memejamkan matanya.


Namun matanya belum terpejam,dan dia berusaha memejamkan kedua matanya,namun belum berhasil juga.Hingga akhirnya dia membayangkan tengah bercinta dengan seseorang. Semenjak kehamilannya menginjak lma bulan dia selalu ingin dipeluk seseorang dan selalu mendambakan sentuhan pria namun dia enggan disentuh suaminya sendiri.

__ADS_1


Karena sudah tidak mampu menahan ha****a Mentari akhirnya melakukan sendiri menggunakan tangannya.Namun dia merasa belum puas,hingga terpikirkan ide gila otaknya.


"Lebih baik aku kamar ayah saja,mungkin ayah bisa membantuku.Lagi pula selama ini ayah kesepian,semenjak bercerai dengan ibu dia belum mencari pengganti.Mungkin ayah mau,siapa sih yang berani menolak Mentari." ujarnya sambil memandangi penampilannya di cermin.


Dia segera ke kamar mandi dan membersihkan badannya Setelah itu menggenakan daster setinggi lutut,karena pakaian seksi miliknya sudah tidak muat di bagian Perutnya sudah besar dan badannya mulai melebar sehingga semua pakaian seksinya tidak berguna.


Dia segera memoles bibirnya dengan lipstik merah menyala,dia juga merias wajahnya dengan riasan yang tebal Serta menyemprot seluruh badannya menggunakan parfum.Kemudian menyisir rambutnya yang setinggi bahu dan membiarkan terurai.


Tok


Tok


Tok


"Yah buka pintunya dong" teriak Mentari dari luar sambil menggedor pintu.Sebelumnya dia sudah mencoba membuka pintu kamar ayahnya namun ternyata pintunya di kunci.


Ceklek


Setelah peristiwa penggrebekan Mentari,Anton tinggal bersamanya untuk memantau perkembangan putri bungsunya,dan dia juga berniat membuat Maman kembali lagi dengan putrinya.


"Yah aku takut,tolong biarkan malam ini aku tidur sama ayah. Cuma malam ini saja,aju mohon." ucap Mentari dengan wajah memelas.


"Nggak kamu tidur dikamar sendiri saja,lagian kamu sudah besar bukan anak kecil lagi." ucap Anton dingin.


"Ah ayah,tolonglah sekali ini saja.Ayah pelit banget giliran sama Kak Cahaya baik banget,giliran sama aku pelitnya minta ampun Sebenarnya aku anak ayah apa bukan sih.Jangan jangan aku cuma anak pungut,makanya ayah pilih kasih." umpat Mentari sambil memandangi wajah ayahnya.


"Ya iya,tapi sekali ini saja." ucap Anton kesal.Selama ini dia tidak pernah membeda bedakan kedua putrinya.Bahkam Cahaya cenderung mengalah terhadap adiknya.


"Makasih yah." teriak Mentari sambil memeluk dan menciumi ayahnya pipi ayahnya.

__ADS_1


"Ih kamu apa apaan sih"ucap Anton sambil menyingkirkan bibir Mentari yang menempel dipipinya dengan tangannya"Kamu mau tidur apa jalan jalan,orang tidur pakai dandan begitu menor.Mana badan kamu bau wangi banget,Sana ganti baju dulu,pakai daster yang besar,orang hamil pakai pakaiannya yang lebar biar bayinya bernafas lega bukan pakaian ketat.Dan nggak usah pakai parfum segala,kayak mau kondangan saja." ucap Anton kemudian masuk kemar.


"Ihh ayah,awas aja nanti pasti ketagihan jika aku sudah memberi servis untuknya." rutuk Mentari dalam hati.Dengan terpaksa dia kembali kamarnya dan menggunakan daster yang besar.Selama ini Maman sering membelikannya daster sepulang dari bekerja,namun Mentari selalu menolak memakainya dengan alasan panas jika harus menggunakan daster.Dan dia lebih sering memakai pakaian ketat yang menampilkan buah dadanya.


Setelah mengganti pakaiannya Mentari segera menuju kamar Anton yang kini tekang tertidur lelap dengan badan yang menghadap dinding dan memunggunginya.


"Ya ampun ayah,sebenarnya ayah masih ganteng.Aku mau kok jadi istri ayah,dari pada harus jadi istri bandot tua itu." gumam Mentari dalam hati kemudian dia membaringkan tubuhnya disamping ayahnya.Setelah menghayal yang bukan bukan cukup lama dia memberanikan diri memeluk ayahnya dari belakang.


Awalnya dia hanya memeluk ayahnya sambil membayangkan bercinta dengannya.Namun lama kelamaan tubuhnya merasa begitu bergetar sehingga dia memberanikan diri mencium tengkuk ayahnya sementara tangannya bergerilya masuk keselimut tebal dan mencoba meraba paha ayahnya yang hanya mengenakan celana pendek kemudian meremas dan menfusap pelan milik ayahnya yang masih terlelap.Tiba tiba dia merasa milik ayahnya keras.


"Mentari apa yang kamu lakukan."ucap Anton kaget saat mengetahui putrinya tengah memegang miliknya yang kini semakin tegang.


"Ayolah yah kita bersenang senang,aku tau ayah pasti kesepian.Semenjak berpisah dengan ibu ayah tidak mencari pasangan." ucap Mentari kemudian berdiri dan duduk di atas tubuh ayahnya.


"Kamu gila Mentari cepat turun." ucap Anton yang kini sudah dibawah tubuh putrinya yang kini sudah menanggalkan pakaiannya.Kini hanya tersisa pakaian dalam dan B*a saja.


"Ayolah yah,ayah jangan munafik ayah juga menginginkannya kan." ucap Mentari sambil membuka pengait B*Anya.


Kini terpampang dua gunung kembar Mentari yang begitu padat tanpa penutup apapun.Anton yang disuguhi pemandangan didepan mata tampak susah payah menelan salivanya.


"Ayolah yah aku sudah tidak tahan Ayah jangan pura pura,sok alim." ucap Mentari sambil membelai milik Anton pelan kemudian menggesek gesekkan ke memilikinya yang hanya mengunakan penutup segitiga nya.Entah sejak kapan Mentari berhasil meloloskan celana kolor milik ayahnya.


"Mentari kamu benar benar gila ya,aku akan teriak biar semua warga datang untuk menggerebek kamu."ucap Anton begitu murka.


"Teriak saja yah,ayah pasti akan malu sendiri jika mereka tau perbuatan bejat anak dan ayah.Lagian cuma malam Ini saja yah,diluar sedang hujan deras ayah juga kedinginan kan Ayolah yah.",ucap Mentari yang kini Semakin liar bahkan dengan sengaja membuka segitiga miliknya didepan ayahnya.


"Brakk"


Dengan kasar Anton mendorong wanita dihadapannya sehingga terjengkang,namun Mentari bangun dan tetap tersenyum.

__ADS_1


"Ayah mau lari kemana pintunya sudah aku kunci,ayo nikmati saja malam ini." ucap Mentari sambil berjalan pelan kearah ayahnya mencium bibir ayahnya.


__ADS_2