
"Bagaimana ini,jangan jangan si Desy beneran hamil." gumam Cahaya sambil mengamati kertas itu secara teliti.
"Ya sudah kita cek langsung aja ke dokter." ucap Cahaya sambil memikirkan ide selanjutnya.
Setelah berganti pakaian Cahaya dan Bayu segera mengajak Desy ke rumah sakit,setelah mengantri beberapa lama akhirnya tiba waktunya pemeriksaan Desy.
Dan dokter menyatakan Desy benar hami dan menurut hasil USG janinnya baru dua Minggu.
Hingga akhirnya Cahaya membawa Desy kembali kerumahnya.
"Bayu kalian habis dari mana saja,Mami hubungi malah ponselnya dirumah.Dan itu kenapa wanita itu datang lagi?" tanya Fitri sambil menatap Desy tajam.
"Mami selamat ya,aku akan memberikan cucu baru buat mami." sahut Desy sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Apa hamil,nggak mungkin itu pasti bukan cucu mami." ujar Fitri sambil menatap kearah Bayu.
"Nggak mi itu bukan anak aku,mami jangan percaya sama dia."
"Bagaimana ini Cahaya,apa benar itu anak Bayu?" tanya Fitri sambil melihat kearah menantunya.
"Aku pusing mi,ngobrolnya nanti dulu ya.Keoalaku rasanya mau pecah." ucap Cahaya sambil meninggalkan semua orang dan menuju kamarnya.
",Bagaimana menjelaskan sama mami." ucap cahaya sambil memegangi kepalanya.
"Dengar Bayu,jika benar itu anak kamu.Maka Mami tidak akan pernah memaafkan kamu,mami kecewa kurang baik apa menantu mami." ucap Fitri sambil meninggalkan Bayu dan Desy.
__ADS_1
"Ini semua gara gara kamu." ucap Bayu ketus sambil meninggalkan Desy.
Kemudian dia menyusul istrinya ke kamar,dan mendapati istrinya tengah tapi dan menggunakan tasnya.
"Aku pergi dulu sayang,aku mau cari solusi sambil jalan jalan.Tolong titip anak anak,ini kan hari libur jadi aku gunakan buat jagain mereka." ucap Cahaya kemudian beranjak pergi meninggalkan Bayu yang hanya mematung di kamar.
"Tadi katanya pusing,sekarang mau pergi." gumam Bayu dalam hati.
Cahaya segera menuju ke pangkalan Malik,namun warungnya ternyata tutup.Kemudian dia mendatangi kontrakannya dan kebetulan sekali Malik baru saja sampai dan masih membawa tas besar di tangannya.
"Aku cari cari ternyata kamu disini,kenapa warungmu libur?" tanya Cahaya.
"Maaf aku baru saja pulang kampung,istriku meminta cerai.Katanya dia tidak mau menjadi beban ku,sebenarnya aku sedih.Tapi karena dia terus memaksa,aku terpaksa menceraikannya.Dan aku menjual tanah dikampung untuk biaya hidup istriku." ucap Malik dengan wajah bersedih.
"Aku turut bersedih,kamu yang tabah ya.Kalau begitu aku permisi pulang.' ucap Cahaya yang merasa tidak enak mengatakan tujuannya datang kesini.
"Lain kali saja,aku pulang dulu aku lupa ada sesuatu yang harus aku kerjakan." ucap Cahaya kemudian beranjak pergi.
Tidak mungkin baginya meminta Malik membantunya,dia tidak tega apalagi Malik baru saja bersedih atas perceraian dengan istrinya.
Hingga akhirnya dia memutuskan kerumah pak Sodik,pemilik rumah di ujung gang yang akan di jual.
"Terimakasih ya pak,uangnya nanti saya transfer jika suami saya mengijinkan.Kalau begitu saya permisi dulu." ucap Cahaya sibuk menyalami tangan pak Sodik.
"Ya neng sama sama." ucapnya.
__ADS_1
Kemudian dia segera pulang kerumah,namun saat sampai dirumah dia melihat Mentari tengah mengobrol dengan Desy di teras.
"Eh kak Cahaya baru pulang,dari mana saja kak.Kasian tau Desy menunggu,Desy kan lagi hamil harusnya kakak membelikan dia mobil.Dia kan juga istrinya Bayu,Masa kakak doang yang menguasai gajinya.Pelit banget jadi orang .." ucap Mentari sambil memakan buah yang tadi di bawa Desy.
"Berisik...bisa diem nggak sih." teriak Cahaya sambil melemparkan gorengan yang di bawanya sehingga gorengannya hancur.
"Hiks hiks hiks...Bu Cahaya jajat banget." ucap Desy sambil menangis.Karena kali ini baru melihat Cahaya yang marah dengan Maya melotot dan suara tinggi.
"Ihh kakak ini masih saja galak,sudah jangan menangis.Nanti biar aku yang akan membujuk Tante Fitri." ucap Mentari sambil memeluk Desy.
"Sejak kapan Mentari jadi baik dan perhatian sama orang." gumam Cahaya kemudian masuk kedalam.
Saat selesai makan malam cahaya meminta anak anaknya segera tidur,kemudian menyuruh Bu Lastri menemani salsa tidur.
Sementara yang lainnya disuruh tetap ditempatnya.
"Oh ya Desy aku sudah memutuskan
mulai malam ini kamu tinggal di rumah pak Sodik,aku sudah bilang kamu akan tinggal disana."ucap Cahaya,tadi dia sudah berdiskusi dengan suami dan ibu mertuanya.
"Tapi aku lagi hamil,Ibu nggak tau orang hamil aja.Pasti bawaannya pengin bermesraan sama suaminya terus." ucap Desy.
"Bener banget tuh,aku setuju sama Desy.Kakak jangan pelit gitu dong,berbagilah suaminya jangan maunya menang sendiri.Kalau aku dimadu,pasti aku juga bersikap adil."ucap Mentari yang masih berada disitu.
"Diem ini bukan urusan kamu,dan ku juga Desy jika kamu tidak setuju denganku.Kamu boleh pergi dari sini,jika anak itu lahir dan terbukti itu anak Bayu.Maka aku akan memberikan semua milik Bayu padamu.Sampai anak itu lahir maka kamu harus tinggal disana,dan ingat jangan pernah datang kesini."ucap Cahaya sambil memandangi Mentari dan juga Desy.
__ADS_1
"Ya sudah kamu terima aja, nanti kita pikirkan rencana selanjutnya."bisik Mentari yang menggandeng Desy keluar.
...Sementara Fitri, Cahaya dan Bayu sedikit lega.Semenyata itu Cahaya mencoba memikirkan cara lain....