
"Ngapain kamu kesini.satpam tolong usir wanita ini dari sini."teriak Indah.
"Tidak perlu repot repot mengusirku nanti juga aku pergi,aku cuma ada perlu sebentar sama Bayu."ucap Cahaya Sambil mendorong kedua satpam yang memeganginya.
"Tante sebenarnya aku sudah menikah dengan Bayu,ini foto pernikahan kami." ucap Cahaya sambil menyerahkan foto pernikahan dirinya dan Damar.
"Iya benar ini Bayu dan kamu." ucap Fitri sambil memegangi fotonya.
"Nggak mungkin Tante,itu semua pasti editan." ucap Indah yang ikut melihat fotonya.
"Ya mi,mami tidak usah percaya padanya.Wanita ini pasti menginginkan harta kita saja." ,ucap Bayu.
"Kamu benar benar kelewatan Bayu,Setelah kamu mengambil kesucianku Sekarang malah menuduhku.Kalau kalian semua tidak percaya tanyakan saja sama pak penghulu." ucap Cahaya sambil terisak.
"Benar Bu Fitri,saya yakin sekali foto ini asli.Sebab yang menikahkan mereka itu kakak kandung saya.Saya sangat mengenalnya,dia orang yang jujur." ucap Penghulu.
"Sekarang kalian percaya kan aku tidak berbohong." ucap Cahaya sambil tersenyum dan melirik kearah Bayu.
"Mami jangan pingsan dong,Tante ini bagaimana pokoknya aku harus menikah dengan Bayu ."teriak Indah sambil menangis.
"Sini kamu,ada hal yang lebih penting dari pada ini." ucap Cahaya sambil menarik tangan Bayu yang hendak menghampiri Indah.
"Ih kamu ini apa apaan sih,sudah bikin kekacauan di pernikahanku sekarang apa lagi." ucap Bayu kesal.
"Ini demi anak anak aku,ayo sekarang kamu antarkan aku pulang." ucap Cahaya sambil menarik Bayu menuju mobilnya.
"Jadi kamu sudah punya anak,terus motif kamu apa kemarin mengaku hamil sekarang mengaku sudah menikah besok apa lagi." teriak Bayu.
"Jelasinnya nanti saja,sekarang antar aku kerumah." ucap Cahaya.
"Baiklah akan aku antar,dasar cewe aneh plus gila.Apa iya kelakuan wanita jaman sekarang begitu." gumamnya lirih.
"Stop berhenti disini saja,rumah aku deket dari sini." ucap Cahaya kemudian turun dari mobil.
"Eh mbak Cahaya sudah pulang mana mobilku?"tanya Sarah yang sedang berada diteras.
"Tadi mobilnya mogok,jadi saya taruh di bengkel ngga papa kan Bu besok saya kembalikan." sahut Cahaya sambil menggandeng Bayu.
"Itu mas Damarnya,berarti nggak jadi menikah lagi kan mbak.?" tanya Sarah sambil melihat Bayu.
"Ya nggak lah Bu,suami aku ma setia ya kan sayang." sahut Cahaya sambil mencubit perut Bayu.
__ADS_1
"I iya sayang." ucap Bayu.
"Mari Bu saya permisi dulu." ucap Cahaya.
"Syukurlah,jadi suami dan menantuku aman." ujar Sarah kemudian masuk ke dalam.
"Cepetan buka bajunya,nih pakai ini." ucapnya sambil mengambil baju dari lemari.
"Buat apa baju ini,baju aku juga masih bersih wangi lagi." ujar Bayu sambil mencium bajunya.
"Anak pertama aku tuh sensitif,jika dia nyium ayahnya bau parfum kamu pasti dia tau kalau kamu bukan ayahnya.Sekarang tugas kamu berpura pura menjadi ayahnya." ucap Cahaya.
"Memangnya anak kamu berapa?" tanya Bayu yang mendekati Cahaya.
"Anak aku dua." sahut Cahaya.
"Kamu masih muda tapi sudah punya anak dua,jangan jangan kamu hamil diluar nikah ya.Kamu cewek nggak benar ya." ucap Bayu
"Plakkk."
"Ini semua juga gara gara kamu,jika kamu tidak meniduri aku maka aku tidak akan seperti ini." teriak Cahaya sambil memukul pantat Bayu.
"Kapan aku menidurimu,dasar cewek aneh." gumam Bayu lirih.
"Kenapa ada foto pernikahanmu denganku,memangnya aku sudah menikah denganmu.Tapi ngomong ngomong kamu hebat ya,aku salut melihat ektingmu.Kamu dengan mudah mengelabuhi penghulu dan semua orang dipernikahanku." ucap Bayu yang menemani Cahaya memasak.
'Kamu bisa diam nggak,atau mau aku potong milikmu sampai habis tidak tersisa seperti ini." ucap Cahaya sambil menunjukan mencincang bawang.
"Memang bener cewek ini gila,aku harus berhati hati dengannya.Aku tidak menyangka cewek secantik dia bisa gila.Jangan jangan dia psikopat,aku jadi penasaran muka anaknya seperti apa.Apa sama gilanya dengannya." gumam Bayu dalam hati.
"Wah bau harum,ibu pasti sudah pulang bersama ayah." ucap Amar segera berlari ke dapur.
"Ayah,aku kangen sama ayah." ucap Amar sambil memeluk Bayu yang tengah mengantuk.
"Aku juga kangen ayah." ucap Aska yang ikut memeluk Bayu dengan erat.
"Gubrakkk."
"Ya ampun ini kan Aska,kenapa ada dua." ucapnya sambil mengucek kedua matanya dengan tangan.
"Maaf yah,Ayah sakit yah." ucap Aska yang menduduki perut Bayu sementara Amar menduduki kakinya.
__ADS_1
"Kok ayah baunya aneh ya." ucap Amar sambil mengendus dengan hidungnya.
"Jadi Aska itu anak kamu." ucap Bayu
"Dari mana kamu tau Aska,jangan jangan waktu dulu kamu yang sudah menculik anakku ya." ucap Cahaya sambil mendekati Bayu.
"Ibu dan ayah kenapa sih aneh banget." ucap Aska melihat kearah keduanya.
"Oh itu ibu lagi latihan akting,ayo lebih baik kalian makan pasti kalian lapar." ucap Cahaya mencoba mengalihkan perhatian.
Setelah selesai makan Cahaya meminta Bayu memandikan Amar dan Aska kemudian menemaninya tidur.Sebelum tidur Bayu dan Aska bermain terlebih dulu.
"Eh bangun,sana pulang kedua anakku sudah tidur." ucap Cahaya sambil menepuk wajah Bayu.
"Ya aku pulang,giliran sudah dituruti kemauannya diusir." gumam Bayu lirih.
Kemudian dia pulang kerumah dan merebahkan dirinya ke kasur.Namun belum sempat dia memejamkan matanya ibunya sudah memanggilnya.
"Bay,mana sih Bunga,katanya dia istri kamu kok nggak kamu ajak pulang sih." ucap Fitri yang duduk disebelahnya.
"Bunga yang mana,bunga mawar kali.Udah ah mi Bayu ngantuk dan mau tidur tolong jangan ganggu Bayu." ucap Bayu sambil menguap.
"Ya istri kamu lah siapa lagi,Masa sama istri sendiri lupa." ucap Fitri.
"Oh maksud mami Cahaya,dia dirumahnya lah mi."ucap Bayu kemudian menutup telinganya dengan bantal.
" Ya terserah kamu siapa namanya,pokoknya menantu mami malam ini harus menginap disini.Kalau tidak kamu juga nggak boleh tidur disini."teriak Fitri Sambil membuang bantal yang menutupi Bayu.
Dengan berat hati Bayu kembali lagi kerumah Cahaya dan mengetuk jendela kamarnya. Karena terganggu akhirnya Cahaya keluar dan menemui Bayu.
"Ngapain sih kamu malam malam gangguin orang tidur,aku tuh cape banget tau." ucap Cahaya sambil menguap.
"Aku juga ngantuk cape,kalau bukan karena mami aku juga nggak akan datang kemari.Mami meminta malam ini kamu menginap dirumahnya." ujar Bayu.
"Aku nggak mau,ngapain aku tidur ditempat kamu.Yang ada nanti kamu apa apain aku enak saja,aku nggak mau." ucap Cahaya hendak beranjak masuk.
"Nggak bisa gitu dong,kamu kan yang sudah mengaku jadi istri aku jadi kamu harus bertanggung jawab.Aku akan bayar berapapun yang kamu mau asalkan kamu ikut kerumah aku." ucap Bayu.
"Pokoknya aku nggak mau,mendingan kamu pulang saja.Kalau nggak aku akan teriak biar para warga datang dan menghajar kamu.Memangnya aku cewek matre yang bisa disuap pakai duit " Ucap Cahaya.
"Ya sudah teriak aja,siapa takut.lagian mereka mengira aku suami kamu mana ada suami sendiri ditangkap." ujar Bayu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya juga yah,tapi ada syaratnya.Yang pertama kamu harus menganti semua biaya mobil orang yang aku tabrak dan orang yang aku pinjam mobilnya waktu acara pernikahan kamu.Dan yang kedua,kamu harus beliin aku mobil,kalau nggak mau ya sudah aku masuk aja." ucap Cahaya yang hendak beranjak masuk.
"Dasar cewe matre,dituruti nggak ya.Tapi kalau nggak diturutin pasti mami marah."gumam Bayu lirih.