
Cahaya merosot ke lantai dan kemudian menangis sampai ketiduran dibawah.
"Mukaku terlihat sembab sekali."ucapnya sambil memandangi Cermin.Setelah membersihkan badan dia merias wajahnya supaya dapat menutupi sembab dimatanya.
"Aku harus kerumah Bayu,dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.Aku tidak mau menikah dengan play boy seperti dia.Sebentar lagi aku menjadi janda,aku harus pergi dari tempat ini." gumamnya sambil berjalan menuju mobilnya.
"Eh mbak Aya pagi pagi sudah cantik sekali.Tau nggak mba si Vivi tetangga yang diujung gang sana,kemarin diarak warga hampir saja di telanjangi.Beruntungnya ada pak RT yang datang kalau tidak...ihh." ucap Mala tetangga sebelah rumahnya.
"Memangnya kenapa mbak Vivi sampai diarak warga mba?" tanya Cahaya.
"Dia itu ketahuan lagi menggoda pak Samsul mba."sahut Mala sambil berbisik.
"Wah gawat,aku harus segera pindah dari sini kalau tidak aku pasti bisa bernasib sama seperti itu.Disini janda sangat dicurigai warga,dikira tukang goda suami orang." gumam Cahaya dalam hati.
"Maaf ya mbak Mala aku lagi buru buru,duluan ya mari." ucap Cahaya sambil menuju ke mobilnya.
"Aku harus merayu Bayu apapun caranya akan aku lakukan,lagian aku sudah ternoda olehnya dan tengah mengandung anaknya." gumam Cahaya sambil mengemudikan mobilnya dengan kencang.
"Pagi Mami, mau kemana?"tanya Cahaya sambil memeluk Fitri yang tengah menenteng tas kecil.
"Eh sayang,Mami mau kerumah teman.Nah begitu dong makeup yang Tante belikan dipake,jadi terlihat lebih cantik kan.Jaman sekarang itu pelakor banyak jadi istri harus selalu waspada.Jika Bayu berbuat macam macam dengan wanita lain,kamu bilang saja sama mami,biar mami kasih pelajaran sama Bayu."ucap Fitri.
"Aku permisi dulu ya mi,mau ketemu Bayu." ucap Cahaya yang dibalas senyuman dari Fitri.
Bayu yang baru saja keluar dari kamar mandi tengah mengambil baju di lemari kaget karena mendapat pelukan dari belakang.
"Bayu aku kangen sekali dengan kamu." ucap Cahaya sambil memainkan tangannya di bagian inti Bayu.
"Ya ampun ni cewek kesambet setan apa,pagi pagi sudah bikin punyaku tegang." gumam Bayu yang merasa sudah terangsang secara cepat dia berbalik hingga posisinya berhadapan.
"Ya ampun aku seperti wanita psk saja,biarlah sudah tanggung.Lagian tiba tiba aku menginginkannya,mungkin ini bawaan bayi yang ada dalam kandunganku." gumam Cahaya dalam hati kemudian mendorong Bayu ke kasur.Sehingga posisi Cahaya berada diatas tubuh Bayu.
"Apa kamu menginginkannya sayang,jika iya aku akan membatalkan meeting hari ini." ucap Bayu kemudian membalik keadaan sehingga tubuh Bayu berada di atas tubuh Cahaya.Dia segera mencium cahaya dan ******* bibirnya Cahaya pun membalas serangan Bayu.Namun tiba tiba diluar terdengar keributan,mereka berdua tidak mempedulikan nya.
"Bayu cepat keluar,tolongin mami ini Indah mau bunuh diri." teriak Fitri dari luar.
__ADS_1
"Sial,kenapa selalu ada gangguan saja disaat seperti ini."gumam Bayu kesal.
"Ya sudah kita lanjutkan nanti saja permainannya." ucap Cahaya sambil meninggalkan Bayu.
"Ya elah nih cewek pake drama begini lagi." gumam Cahaya lirih.
"Tante mana Bayu,pokoknya jika dia tidak mau menikahi denganku aku mau bunuh diri." ucapnya sambil memegangi pisau.
"Sayang,apa kamu mau menikahi indah?" tanya Cahaya yang langsung memeluk dan mencium Bayu saat keluar dari pintu.
"Ehmmm tidak akan sayang,aku sangat mencintaimu." ucap Bayu yang membalas mencium bibir Cahaya.
"Menjijikan"gumam indah dalam hati kemudian dia menempelkan pisaunya ketangan"Kamu lihat Bayu aku akan bunuh diri jika kamu tidak menuruti keinginanku."
Cahaya kemudian berjalan menuju dapur dan mengambil pisau besar yang biasa untuk mencincang ayam.
"Nih pakai ini saja,itu nanggung kekecilan.Sini biar aku bantu kamu potongin tangan saja biar cepat,aku ahli soal potong memotong." teriak Cahaya dari arah dapur dan berjalan menuju Indah.
"Apa,pakai ini kamu gila." ucap Indah sambil melotot kearah Cahaya.
"Sini biar aku saja yang melakukannya." ucap Cahaya kemudian memegangi tangan indah.
"Tadi katanya mau bunuh diri."ucap Cahaya.
"Tante tolong bujuk Bayu supaya mau menikah denganku,aku mau kok jadi istri yang kedua." ucap Indah sambil memegangi tangan Fitri.
"Maaf ya Indah itu urusan mereka berdua,lagi pula Bayu Itu sudah menikah sudah punya istri." ucap Fitri kemudian pergi.
"Ayo sayang kita lanjutkan lagi permainannya." ucap Bayu sambil membopong Cahaya masuk kamar.
"Ihh kalian berdua,awas saja." ucap Indah sambil menghentakkan kakinya kemudian pergi.
"Bay cepetan meetingnya sebentar lagi,jangan sampai telat loh."teriak Ibra dari luar.
"Biarin saja ayu kita lanjutkan lagi." ucap Bayu yang berada diatas tubuh Cahaya.
__ADS_1
"Sudah kamu kekantor saja,nanti dilanjutkan lagi.Aku mau kesalon dulu biar terlihat cantik." ucap Cahaya mendorong Bayu yang terus saja menciumi lehernya.
"Ya sudah,ini kartu kredit aku pakai saja PINnya ******." ucap Bayu sambil menyerahkan pada Cahaya.
Cahaya segera melakukan perawatan di salon dan membeli baju yang seksi untuk nanti malam dan berdandan secantik mungkin.Mereka janjian di sebuah hotel berbintang lima.
"Udah cantik kan,pasti Bayu terpesona denganku." ucap Cahaya sambil memandangi cermin.
"Cekrek"
"Sayang kamu terlihat cantik sekali." ucap Bayu kemudian memeluk Cahaya.
"Nih kartu kredit kamu aku balikin." ucap Cahaya sambil mendorong Bayu.
"Kok dibalikin buat kamu saja,tadi pagi kamu bersemangat main kuda kudaan sekarang kok begitu.Disini tidak ada yang mengganggu, kita bisa main sepuasnya." ucap Bayu sambil memandangi Cahaya tapa berkedip.
"Iya itu jika kamu mau memenuhi syarat dari aku." ucap Cahaya.
"Aduh syarat apa lagi sih tadi pagi nggak ada syaratnya deh."ucap Bayu.
"Kamu harus beliin aku rumah di daerah Bogor,ini aku sudah cek lokasinya dan sudah liat kesana juga beberapa hari yang lalu." ucap Cahaya sambil menyodorkan kertas.
"Aduh sayang beli rumah itu mahal butuh uang banyak.Kamu tinggal sama mami saja,rumah mami kan besar." ucap Bayu sambil melihat brosur rumah yang diberikan. Cahaya.
"Ya sudah kalau tidak mau,padahal aku sudah cape cape ke salon perawatan mana ketiduran di salon lagi.Udah pakai baju seksi begini,aku pulang saja."Ucap Cahaya sambil mengambil pakaian yang sebelumnya dia pakai.
"Ya sayang aku turuti keinginan kamu." ucap Bayu sambil memeluk Cahaya dan menciumi bibirnya.
"Tunggu dulu,nggak sabaran banget.Nih tanda tangan disini dulu,aku sudah ketemu pemiliknya ini tinggal persetujuan dari kamu.Disitu juga ada harganya kamu tinggal lihat saja biar jelas.Kalau tidak begitu pasti aku bohongin kamu lagi." ucap Cahaya menyerah kan sebuah map.
"Ya ampun mana duit aku tinggal dikit lagi. Ya udah deh ambil dari perusahaan saja,itu masalah nanti sama papi.Yang penting aku senang senang dulu."gumam Bayu lirih sambi menandatangani map tersebut.
"Ih kamu mandi dulu,kan kamu bau habis pulang dari kantor langsung kesini." ucap Cahaya sambil mendorong Bayu yang langsung menciumnya tiba tiba.
"Ribet banget jadi cewek,padahal aku udah semprot parfum banyak biar nggak mandi.Eh masih ketahuan juga,mana dingin lagi diluar kan hujan.kalau dia kabur bagaimana,aku bodoh sekali seharusnya aku tidak menandatangani terlebih dahulu.Aku sudah lama di kamar mandi,jangan jangan dia kabur." gumam Bayu kemudian memakai handuk dan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Cahaya kamu dimana?" tanya Bayu sambil mencari di sekeliling ruangan.Karena tidak menemukan keberadaan Cahaya dia kembali kamar tidur dan merebahkan diri ke kasur.
"Aku begitu bodoh cewek gila itu pasti menipuku.Harusnya aku tidak percaya kata kata manisnya.Ini kertas apa, sepertinya ini tulisan Cahaya." gumamnya sambil memandangi kertas yang dia temukan di tempat tidur.