
Acara tahlilan digelar dirumah Cahaya,Kerena adiknya sama sekali tidak mempedulikan apapun.Bahkan setelah kematian suaminya dia jarang pulang.Bahkan untuk anaknya sendiri sama sekali dia tidak peduli.
Talita kini semakin bertambah usianya,namun ada hal yang aneh dengan dirinya.Selama tinggal dirumah Cahaya dia sama sekali belum menangis.
Karena merasa ada hal yang tidak wajar dengan cucunya,Anton membawa Talita kerumah sakit.Setelah melakukan berbagai pemeriksaan doktor menyatakan Talita mengalami tuna wicara.
Anton beserta keluarga mencoba ikhlas dan menerima kekurangan Talita.
"Kak Cahaya,mulai hari ini aku akan tinggal dirumah ini lagi." ucap Mentari sambil menyeret kopernya kekamar yang dulu ditempatinya.
"Eh tunggu kamu tidak boleh tinggal disini,sebaiknya kamu pulang dan tinggal di rumahmu sendiri." ucap Fitri yang baru saa memandikan cucunya.
Namun Mentari tidak menghiraukannya dan terus berjalan menuju kamarnya.
"Sabar ya mi,kita tunggu sampai ayah pulang.Kita diskusikan sama ayah dulu." ucap Cahaya mencoba menenangkan ibu mertuanya.
Fitri menerima saran dari menantunya.Sambil menunggu kedatangan besannya yang kini berada di jakarta.
Namun Mentari makin menjadi dengan terang terangan dia mengumbar auratnya di depan semua orang.
"Mentari jika kamu tinggal disini,maka tolong berpakaian lah yang sopan."ucap Fitri yang begitu geram melihat kelakuan Mentari yang sakin hari semakin menjadi.
"Iya Mentari,jika tidak sebaiknya kamu pergi dari sini." ucap Anton yang berada di depan pintu.Sebenarnya dia berdiri cukup lama di pintu,sambil memperhatikan tingkah putri bungsunya.
"Ayah,kapan ayah datang?" tanya Mentari kemudian memeluk ayahnya.
"Ayah sudah lama,ayo kita pulang kerumah lama kita.Sekalian kamu bawa pulang Talita,kasihan dia sudah lama disini pasti dia sangat merindukanmu ." ucap Anton kemudian menggendong cucunya Talita.
__ADS_1
"Aku tidak mau pulang,aku maunya tinggal disini saja.Aku baru mau pulang jika ayah menikahkan ku dengan ustad Jamal." ucap Mentari.
Ustad Jamal merupakan ustad pindahan dari kota putrinya Bu RT.Dia merupakan seorang duda dan belum mempunyai anak.Mentari kali ini sedang tergila gila padanya.
"Ya ampun Mentari kamu itu ngaca,ustad Jamal itu pasti menginginkan wanita shalihah untuk jadi istrinya.Bukan seperti kamu,coba liat pakaianmu jika ustadz lihat dia pasti jijik melihat penampilanmu."ucap Anton sambil memegangi keningnya yang begitu pusing.Baru saja dia pulang sudah dimintai hal aneh oleh putri bungsunya.
"Kalau ayah tidak mau,lebih baik nikahkan saja aku sama Bayu.Kak Cahaya pasti setuju ya kan kak." ucap Mentari sambil melihat kearah kakaknya.
"Nggak boleh,enak saja kayak nggak ada lelaki lain saja.Kamu mau cari model yang seperti apa nanti kakak cantikan yang penting jangan suamiku." ucap Cahaya sambil memalingkan wajahnya.
"Ayolah kak kita berbagi suami saja,kakak tau jika berbagi suami pahalanya besar.Aku rela kok menjadi istri kedua,aku mohon kak mengalah lah masa sama adik sendiri perhitungan." ucap Mentari.
"Ini bukan masalah perhitungan,tapi ini masalah rumah tangga.Pokoknya aku tidak mau berbagi.Jika Bayu ingin menikah maka dia harus menceraikan aku dulu." ucap Cahaya kemudian meninggalkan adiknya.
"Ihhh dasar pelit banget jadi orang." gumam Mentari lirih.
"Bay ayo tolong antarkan aku kedepan!!" ucap Mentari sambil menarik narik tangan Bayu yang baru saja keluar dari kamar.
"Maaf ya Mentari aku tidak bisa,kamu naik taksi atau ojol saja." ucap Bayu yang kesal karena baru keluar dari kamar sudah ditarik tarik tangannya.
Cup
Tiba tiba saja Mentari mencium pipi Bayu dan berjalan kedepan tanpa rasa bersalah apapun.Seyelah melihat kakaknya sudah jauh dari rumah dia segera mendekati Bayu kembali.
"Ayo Bay mumpung kak Cahaya lagi pergi.kita kemar saja,atau kita jalan jalan." ucap Mentari sambil l menarik tangan Bayu.
"Sudahlah Mentari aku tuh capek,ini hari libur aku tuh mau istirahat tolong jangan ganggu aku." ucap Bayu.
__ADS_1
Cahaya sedang diluar mengajak anak anaknya jalan pagi mumpung hari ini hari libur.Biasanya Bayu ikut,namun kali ini dia tidak ikut karena semalam pulang larut.
"Ayolah Bay" ucap Mentari yang memeluk Bayu dari belakang.Rencananya Bayu akan menyusul istrinya jalan pagi dari pada di rumah di ganggu Mentari.Semenjak menikah dengan Cahaya dia banyak berubah dan tidak lagi suka main perempuan.
"Bughhh"
Bayu terpaksa mendorong iparnya yang dianggap sudah tidak wajar karena dia terus saja memeluknya.
"Aghhh"
"Bayu,liat ini kakiku bengkak.Cepat angkat aku ke sofa ,aku tidak kuat jalan." ucap Mentari 6ang pura pura meringis menahan sakit.
"Maaf tadi aku nggak sengaja." ucap Bayu sambil memijit kaki adik iparnya.Tiba tiba saja Mentari memeluknya erat hingga Bayu kesusahan bernapas.
"Ayolah Bay mumpung Kakak kamu pergi." ucap Mentari menciumi leher Bayu.
Ceklek
"Apa yang kalian lakukan,Mentari cepat keluar dari rumahku.," teriak Cahaya sambil menarik tubuh suaminya menjauh dari adiknya.Cahaya bergegas masuk ke kamar Mentari dan memasukan baju bajunya ke koper.Kemudian melemparkannya ke depan.
"Keluar dari sini sebelum kesabaranku habis." teriak Cahaya dari dalam rumah.namun tiba tiba ibu ibu komplek datang dan masuk ke dalam.
"Ada apa ini mbak Cahaya,kok ribut ribut." tanya Bu RT yang kaget melihat baju baju berserakan di lantai.
" Hiks hiks,,,Ini Bu kakak aku mau ngusir aku,padahal aku tidak salah apapun." ucap Mentari sambil pura pura menangis.
"Udah nggak usah banyak drama cepetan pergi dari sini.Dan jika ibu ibu ada yang iba,silahkan bawa adik saya tinggal di rumah kalian.Kalian tau pelakor itu bisa siapa saja termasuk adik kita sendiri." ucap Cahaya dingin kemudian menyeret adiknya keluar.
__ADS_1
Pata tetangga hanya melihatnya sambil berbisik bisik dibelakang.Ada yang mendukung perbuatan Cahaya,yang dianggap benar dan tepat.Ada juga yang merasa kasihan dan iba melihat keadaan Mentari.