Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Kabar Duka


__ADS_3

Sementara dirumahnya cahaya tengah mondar mandir menunggu kedatangan suaminya yang hingga larut malam belum juga pulang.Sementara ponselnya dihubungi sedari sore tidak aktif.


"Cahaya,belum pulang juga?" tanya Fitri yang melihat menantunya sebentar bentar mengecek ponselnya.


Tok


Tok


Tok


"Permisi,apa benar ini rumahnya pak Bayu." tanya seorang pria yang masih mengenakan helm


"Ya benar,maaf anda siapa ya cari suami saya." sahut Cahaya yang merasa tidak mengenali pria tersebut.


"Maaf mba,saya di suruh pak Anwar untuk memberitahukan.Bahwa tadi siang ada kecelakaan didaerah puncak,dan menurut pak Anwar wajahnya mirip sama pak Bayu.Karena pak Anwar ada urusan jadi dia menyuruh saya untuk memberitahukan anda."ucap pria yang masih mengenakan helm itu.


"Bagaimana ini Mi,jangan jangan yang dikatakan pak Anwar benar." ucap Cahaya yang kini merosot ke lantai.


"Sabar sayang,mungkin dia salah lihat.Sebaiknya kita cek dulu kesana." ucap Fitri yang mencoba meyakinkan menantunya kalau yang dilihatnya bukan suaminya.


"Korbannya sekarang berada di rumah sakit daerah puncak,sebaiknya anda segera mastikan ke sana.Saya hanya menyampaikan pesan dari pak Anwar saja.Kalau begitu saya permisi."


"Ya terimakasih pak atas informasinya." ucap Fitri.


"Ayo mi kita segera kesana,Salsa,Amar dan Aska buar sama Bu Lastri." ucap Cahaya.


"Ya sayang Mami ke dalam dulu mau ngambil tas." ucap Fitri kemudian masuk ke kamar.


Sementara Cahaya bersiap siap dan segera memanaskan mobil.Setelah itu mereka berdua segera menuju kerumah sakit.


"Maaf mba dimana ruangan seorang pria yang mengalami kecelakaan tadi siang?tanya Cahaya saat sampai dirumah sakit pada resepsionis.

__ADS_1


"Yang kecelakaan tadi siang ada dua mba,satunya diruangan IGD dan satunya lagi diruang jenasah." sahutnya.


"Maaf mba kalau boleh tau namanya pasiennya siapa ya.?" tanya Cahaya.


"Maaf mba saya kurang tau,soalnya pasien yang berada di ruang IGD masih Koma dan belum ada pihak keluarga yang sudah kesini Sementara korban yang meninggal juga belum ada."sahutnya.


Kemudian Cahaya dan Fitri segera menuju IGD,namun setelah sampai sana ternyata bukan Bayu.Tanpa pikir panjang mereka berdua segera menuju ruang jenasah.


"Silahkan Bu jika ingin melihat jenasahnya,saya permisi dulu." ucap seorang perawat.


Karena Cahaya hanya diam saja sambil melamun,maka fitri memutuskan untuk masuk terlebih dahulu.Saat dia membuka penutup lainnya Fitri sangat syok karena yang dilihatnya benar benar putranya.


"Sayang,kenapa kamu tinggalin Mami." ucap Fitri sambil menangisi putranya den memeluk tubuhnya.


"Apa itu benar benar Bayu,nggak mungkin." ucap Cahaya yang ikut menangis di depan kamar jenasah.


"Hiks hiks"


"Kamu yang sabar ya sayang." ucap Fitri membelai rambut menantunya.


"Cahaya kamu tau dari mana suamiku sudah meninggal,padahal aku belum memberitahumu." ucap Andin yang berdiri didepannya dengan mata sembab.


"Apa,jadi yang meninggal Damar." ucap Cahaya kaget dan berdiri menghampiri Andin.Begitu juga Fitri yang ikut kaget.


"Ya Cahaya,tadi siang saat menggendong Talita Damar tertabrak,mobil.Dia dan juga Talita meninggal." ucap Andin kemudian meneteskan air matanya.


"Kamu yang sabar ya Andin." ucap Cahaya memeluk Andin.Dalam hatinya ada rasa bahagia karena yang meninggal bukanlah suaminya,tapi dia juga ikut bersedih walau bagaimanapun juga Damar pernah ada dihidupnya.


Setelah menenangkan Andin Fitri dan Cahaya pulang ke rumah,mereka mengira Bayu telah pulang.Namun saat sampai rumah Bayu masih belum pulang juga.


Hingga saat pagi dia dikagetkan dengan kedatangan pak Robi,satpam dikantornya.

__ADS_1


"Ada apa pak,tumben pagi pagi sekali bapak datang kesini?" tanya Fitri yang heran dengan satpam yang sudah dua puluh tahun bekerja dikantornya.


"Begini Bu,sebaiknya ibu segera ke kantor sebelum karyawan yang lainnya datang."sahut Robi.


"Memangnya kenapa pak,ada masalah apa?" tanya Cahaya yang masih bingung dengan kedatangan satpamnya,karena masih pukul empat pagi.


"Saya tidak bisa menjelaskan kepada ibu,sebaiknya ibu lihat sendiri saja." sahut Roby.


Kemudian Fitri Dan Cahaya langsung menuju kantor yang saat itu masih dikunci Mereka segera menuju ruangan Bayu.


Ceklek


Saat pintu dibuka Fitri dan Cahaya kaget melihat Bayu dan seorang wanita tengah berpelukan dan wanita itu menyandarkan kepalanya di dada Bayu.


"Byurrr"


Satu gelas minuman yang berada di meja disiramkan Cahaya kearah wajah mereka berdua,yang masih tertidur lelap.


"Plakkkk"


"Plakkkk'


"plakkkk"


"Dasar ******,ngapain kamu tidur sama suami aku." ucap Cahaya yang menampar wajah perempuan itu, hingga die meringis kesakitan sambil memegangi pipinya.


"Dan kamu Bayu,aku benar benar kecewa sama kamu." ucap Cahaya kemudian pergi dari ruangan itu.


"Mami juga kecewa sama kamu Bay." ucap Fitri yang menyusul Cahaya keluar.


"Ini semua gara gara kamu,kamu pasti yang menjebakku.Mulai hari ini kamu saya pecat,cepat pergi dari sini sekarang juga." teriak Bayu sambil mendorong wanita itu dan melemparkan pakaiannya keluar.

__ADS_1


Sementara wanita itu tersenyum puas kemudian mengenakan pakainya di depan pintu.


__ADS_2