
"Jadi gini sayang,aku mijitin kamu terus aku kasih bonus lebih.Dijamin kamu bakal ketagihan deh,kita kan sudah lama tidak bertemu pasti kamu kangen sama aku."bisik Bayu ditelinga Cahaya kemudian dia menyambar bibir Cahaya dan memasukan lidahnya di mulutnya.
"Ahhh Bayu" desahnya dalam hati yang mulai tera**sang akan sentuhan bibir Bayu.Apalagi akhir akhir ini dia begitu iri jika melihat ibu hamil bermesraan didepannya.
"Aku tidak boleh seperti ini,aku tidak boleh terlihat murahan." gumam Cahaya dalam hati kemudian mendorong Bayu."Ih kamu ini,pagi pagi sudah minta begituan."
"Tapi sayang." ucap Bayu.
"Tidak ada tapi tapi,cepatan keluar aku mau mandi atau mau aku lempar pakai ini." teriak Cahaya sambil memegang vas bunga yang berada di dekat meja riasnya.
"Ayah" teriak Aska dan Amar saat Bayu keluar dari kamar Cahaya.
"Aska Amar ayah kangen sekali dengan kalian." ucap Bayu sambil memeluk mereka berdua.
"Ayah kemana saja,kenapa nggak pernah kesini?" tanya Aska.
"Ayah banyak pekerjaan,oh iya ayah punya hadiah buat kalian berdua ayo ikut ayah ambil di mobil."ucap Bayu menuntun mereka berdua ke mobilnya.
"Ayah kok baunya beda lagi,bau bunga melati seperti parfum ibu yang kita pecahin waktu itu." ucap Amar.
"Kebetulan Ayah dikasih sama kakek kalian,memangnya ibu suka wangi melati." ucap Bayu.
"Iya,bulan lalu penginnya bau duren.Ibu aneh aneh saja ya yah."ucap Amar.
"Ini hadiah buat kita yah." ucap Aska yang melihat dua buah sepatu roda.
"Kamu nggak suka yah sama hadiah ayah,kalau gitu kita beli lagi aja nanti ayah ajak kamu ke mall." ucap Bayu.
"Nggak yah kita suka,kok ayah tau sih kalau kita lagi pengin ini." ucap Amar sambil mengambil sepatu rodanya.
"Ya dong Ayah kan hebat." ucap Bayu.
"Masih ya Yah." ucap keduanya sambil mencium pipi Bayu.
"Padahal aku membuka story ibu kalian.Tapi aku seneng banget dicium kalian berdua." gumam Bayu dalam hati.
"Sayang kok kamu nggak bilang sih kalau kamu sedang hamil,kan kasihan anak aku bagaimana nanti kalau dia ngiler karena kangen sama ayahnya." ucap Bayu yang melihat Cahaya sedang berolah raga.
"Siapa bilang ini anak kamu,kamu kan mandul kamu sendiri yang bilang begitu." ucap Cahaya sambil memalingkan wajahnya.
"Aku sudah cek ke dokter ternyata waktu itu hasil tes tertukar,akhirnya aku tes ulang dan aku sehat nggak mandul." ucap Bayu.
__ADS_1
"Cahaya ibu mau pergi dulu,ponakan ibu sakit kamu nggak papa kan sendirian.Ini siapa Cahaya?"tanya Lastri kaget.
"Ini yang namanya Bayu Bu,yang suka aku ceritain ke ibu."sahut Cahaya.
"Apa nama ibu kamu Fitri?"tanya Lastri
"Kok ibu tau,ibu kenal sama mami aku." sahut Bayu.
"Ya sudah,aku sudah ditunggu tolong jaga Cahaya baik baik ya." ucap Lastri terlihat gugup.
"Aku yakin sekali itu anak aku." ucap Bayu sambil menunjuk perut Cahaya.
"Kamu kan sudah janji nggak akan menemui aku kenapa kesini?" tanya Cahaya.
"Aku ketemu Ferdi dan dia lihat kamu lagi hamil jadi aku kesini lah aku mau mastiin itu anak aku." ucap Bayu.
"Udah ini bukan anak kamu,sana pulang mengganggu saja." ucap Cahaya.
"Kok ayah diusir sih Bu." ucap Aska.
"Nggak kok sayang,ibu lagi akting sama kata Drakor yang di televisi itu.Sapa tau ibu bisa jadi artis terkenal iya kan yah." ucap Cahaya sambil mengedipkan matanya.
"Iya sayang,ayo buruan mandi nanti ayah ajak jalan jalan mumpung hari Minggu." ucap Bayu.
"Kalian boleh beli apapun yang kalian mau.Kamu mau beli apa Amar?" tanya Bayu sambil berjongkok.
"Aku mau beli peralatan sekolah saja yah." sahutnya .
"Kalau kamu apa Aska?" tanya Bayu.
"Sama yah."sahutnya.
"Beneran nih nggak ada yang lain,mobil mobilan atau apa gitu" ucap Bayu.
"Nggak usah yah,kata ibu kita harus hemat tidak usah boros boros." ucap Amar.
"Wah hebat anak ayah,ayo pilih apa yang kalian suka." ucap Bayu sambil menemani mereka berdua.
Sementara Cahaya tengah chatting dengan Kevin,sambil senyum senyum sendiri.
"Wah besok Kevin pulang dia ngajakin aku Dinner,kira kira Bayu sudah pulang belum ya.Gimana cara aku ngusir nya?"gumamnya sambil menatap ponselnya tanpa berkedip.
__ADS_1
Setelah memilih barang barang dan membayar dikasir Bayu mengajak mereka makan kemudian pulang.
"Akhirnya anak anak tidur juga." ucap Bayu sambil menegakan pinggangnya karena sebelum tidur anak anak meminta digendong dibelakang.
"Masa aku tidur dikamar tamu,lebih baik aku pindah saja tidur dikamar Cahaya." ucapnya kemudian berjalan kearah Cahaya.
"Tok tok tok"
"Sayang bukain pintu dong."teriak Bayu .
"Buka aja sendiri orang aku di belakang kamu." ucap Cahaya sambil membawa segelas susu ditangannya.Bayu segera berbalik badan.
"Ha,, hantu" teriaknya kaget dan susu panas dingin yang Cahaya bawa tumpah mengenai bajunya.
"Sssst"
"Bisa diam nggak sih.Aku th bukan hantu." ucap Cahaya yang meletakan jari telunjuknya dibibir.
"Habis kamu wajahnya putih gitu kan serem,aku kira hantu." ucap Bayu.
"Aku tuh pakai masker biar terlihat awet muda,malah dibilang hantu.Gara gara kamu susuku tinggal sedikit cepetan buatin lagi,nanti kalau anak kamu ngiler kamu pasti malu.Nih gelasnya sana buat jangan kelamaan." ucap Cahaya sambil menyodorkan gelasnya.
"Nih sudah aku buatin ayo diminum sayang." ucap Bayu sambil menempelkan tangannya diperut Cahaya.
"Ih kamu apaan malah pegang pegang perut aku.Taro disitu saja,sana pergi atau mau mijitin aku.Kaki aku pegel banget tolong ya." ucap Cahaya sambil mengedipkan matanya.
"Ya udah deh aku pijitin ku,padahal aku tuh tadi mau marah karena kamu udah bikin baju aku basah,tapi nggak papa deh demi anak aku apapun akan aku lakuin." ucap Bayu kemudian memijat kaki Cahaya.
"Nah gitu yang kenceng dong mijitnya.""Ucap Cahaya,akhirnya Bayu memijatnya cukup lama hingga kakinya terasa enakan.
"Makasih ya Bayu,kaki aku pegelnya sudah hilang.Dana kamu pindah dikamar tamu saja."ucap Cahaya.
"Enak saja baju aku basah,dan aku sudah buatin susu buat kamu juga mijitin kamu tangan aku aja Ampe pegel sekarang diusir.Pokokya aku mau tidur sama kamu titik.Dan aku juga mau minta bayaran."ucap Bayu.
"Ya aku bayar,kamu mau minta berapa?" tanya Cahaya.
"Aku maunya bayarannya kamu bukan uang." ucap Bayu sambil memijat ke bagian paha kemudian naik ke atas.
Cahaya yang awalnya diam dan berpura pura mengabaikannya,semakin terangsang apalagi Bayu dengan beraninya mencium perutnya.kemudian dia menciumi bibir Cahaya.
"Tolong Bay hentikan ini,kita sudah banyak berbuat dosa.Aku tau aku memang begitu menginginkannya tapi tolong jangan sekarang." ucap Cahaya sambil mendorong Bayu keluar dari kamar.
__ADS_1
Namun Bayu tidak menghiraukannya dia membopong Cahaya ke sofa dan dia melakukannya tanpa perlawanan dari Cahaya yang kini telah pasrah.
"Baiklah,mungkin ini memang nasib ku aku sudah banyak berbuat dosa semoga Tuhan masih mengampuni dosaku.Jika umurku panjang semoga aku diberi jodoh seorang lelaki yang baik hati dan mampu membimbingku ke jalan yang benar."gumamnya dalam hati.