Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Jadi pembantu


__ADS_3

"Aduh bunga mereka malah mendekat,apa sebaiknya kita lari saja." ucap Siti sambil berbisik.


"Lari juga percuma pasti bakal ketangkep,gue dah kagak kuat lari." ucap Cahaya.


"Berhenti bang,iya gue mau kok bang.Tapi jangan sekarang besok aja ya.Abang pan tau kita abis dari kampung cape banget,udah gitu badan kita bau banget lagi.",ucap Cahaya.


"Gimana nih bro?tanya Yudi yang meminta pendapat Judi.


" Oke,jika kalian berdua bohong kalian tau sendiri akibatnya." ucap Judi sambil meninggalkan mereka berdua.


"Aduh bunga,masa kamu setuju sih sama dua bajingan itu." ucap Siti sambil membuka pintu rumahnya.


"Habis mau gimana lagi kagak ada pilihan lain."ucap Cahaya.


"Ayo masuk,ini kontrakan aku maaf sempit.Terus kamu besok mau diajak mereka berdua begituan." ucap Siti sambil mengelar karpet.


"Siapa bilang gue mah ogah,udah deh gue mau istirahat dulu.Lo tenang aja itu pan besok,kita pikirkan aja caranya besok." ujar Cahaya yang langsung merebahkan diri diatas karpet.


Paginya dia terbangun karena mual diperutnya,dan segera berlari di kamar mandi.Siti yang saat itu baru pulang dari warung keheranan melihat Cahaya.


"Maaf ya bunga,aku boleh nanya sesuatu samu kamu nggak." ucap Siti.


" Hemmm" ucap Cahaya sambil kembali muntah dikamar mandi.


" Huek"


"Sorry perut gue bener bener sakit." ucap Cahaya sambil membersihkan mulutnya.


"Apa kamu sedang hamil?" tanya Siti nampak ragu.


" Kok Lo tau sih." sahut Cahaya.


"Aku juga dulu pernah ngalamin kayak gitu,aku dipaksa nikah sama kakek kakek.Demi melunasi hutang orang tua,tapi itu hanya dua bulan saja.Aku tidak kuat dia ringan tangan dan selalu memaksa aku melayaninya,satu malam sampe tiga kali udah gitu pelit lagi Terpaksa aku lari kesini,tapi sayang aku saat itu tengah hamil." ucap Siti sedih.

__ADS_1


"Terus gimana sama bayi Lo,apa Lo gugurin?" tanya Cahaya sbil memandangi wajah Siti.


"Nggak lah bayi itu nggak salah apa apa.Kebetulan waktu itu aku ikut bude,jadi sampai lahiran aku tinggal sama dia.Bude tidak mempunyai anak dan dia akhirnya pulang kampung dan merawat anakku.Aku selalu mengirimkan uang padanya tiap bulan untuk keperluan mereka.Tapi sayang suami bude malah melecehkan ku dan menjual aku pada pria hidung belang.Hingga akhirnya aku terjerumus menjadi wanita malam.Beruntungnya itu hanya berlangsung empat tahun saja,suami budeku meninggal karena kecelakaan.Sejak saat itu aku berhenti dari pekerjaan itu,dan kini jadi tukang cuci gosok pakaian." ucap Siti sambil meneteskan air matanya.


"Maaf ya Ti gue nggak bermaksud buat Lo sedih.Gue juga bernasib hampir sama kayak Lo"ucap Cahaya.


"Memangnya mualnya sampai berapa minggunya Ti?" tanya Cahaya saat selesai makan.


"Dulu aku cuma tiga bulan." sahut Siti.


"Apa,,,lama bener." ucap Cahaya kaget.


"Bunga apa rencana kamu entar malam." tanya Siti yang tengah merapikan pakaian di dalam lemari.


"Gue juga bingung,kan Lo mantan kupu malam.Kalau gitu Lo aja yang ngelayanin dia gimana Lo mau kan?" tanya Cahaya.


"Aduh bunga kalau aku sih mau mau aja,tapi mereka kan maunya sama kamu." sahut Siti.


"Gue punya ide,gimana kalo Lo nyamar jadi gue.Nanti saat masuk ke kamar lo gantiin gue setelah Lo main olesin ini di kepunyaan dia.Gue jamin nggak bakal nambah lagi dan teman satunya bakal ikut kabur."ucap Cahaya sambil memberikan botol kecil pada Siti.


"Sayang sekali,itu yang terakhir." ucap Cahaya.


Kini Cahaya terlihat sangat cantik,dengan menggunakan gaun milik Siti dan di make up olehnya.Dengan rambut yang dibiarkan tergerai.


"Nah bunga kamu terlihat cantik banget.Mereka berdua pasti klepek klepek melihat penampilan kamu." ucap Siti yang merasa takjub dengan penampilan Cahaya.


Cahaya yang sudah menunggu di depan pintu,sementara Siti sedang dag Dig dug di dalam kamar.


"Ya ampun Lo beneran cewek yang kemarin kan,gila cantik banget."ucap Judi sambil menelan air liurnya sendiri.


"Bener gue kagak nyangka Lo bisa secantik ini.Ayo buruan gue dah nggak sabar." ucap Yudi yang dari tadi hanya melongo.


"Ih Lo berdua nggak sabar banget sih,nggak minum dulu ini dah disiapin khusus buat Abang."ucap Cahaya sambil menggoda.

__ADS_1


"Dimana Siti kok ngga kelihatan,kenapa lampu di dalam dimatiin kan jadi nggak keliatan?" tanya Yudi sambil melihat kearah kamar.


"Siti tadi lagi ada urusan,kalau lampunya emang rusak.Tapi ada satu hal lagi yang Lo berdua ketahui.Sebenarnya gue punya kutukan Jadi gini bang,setiap orang yang sudah berhubungan ama gue senjatanya perih dan loyo.Waktu dulu gue pernah ngintip bokap sama nyokap lagi begituan karena marah mereka nyumpahin gue .Abang masih mau."ucap Cahaya.


"Ya udah kagak napa,yang penting puas.Gue kagak percaya kayak begituan.Gue duluan ya bro." ucap Yudi sambil mengandeng tangan Cahaya masuk.


Kemudian Cahaya mendorong Yudi hingga terjengkang setelah itu bersembunyi dan digantikan Siti.kemuduan Siti melakukan apa yang disuruh Cahaya.


"Ahhh panas,perih."ucap Yudi yang berlarian keluar tanpa menggunakan apapun.


"Gila si Yudi kenapa ya lari sambil telanjang gitu." ucap Judi yang keheranan.


"Oh itu bang tadi pan gue udah bilang gue ntu kena kutukan.Ayo bang gue udah nggak tahan ,Abang nggak papa kan masih mau.Soalnya menurut kutukan kalau cowok yang keseratus gue bakal bebas gue sembuh.Dan kutukannya pindah kecowo yang ke seratus.Dan kebetulan Abang yang keseratus." ucap Cahaya dengan penampilan yang berantakan dan menyeret Judi kedalam.


"Nggak gue gak mau." ucap Judi yang melepaskan pegangan tangan Cahaya dan lari terbirit-birit.


"Ya ampun dasar preman Oon begitu aja takut" ucap Cahaya sambil masuk kedalam.


Keduanya cekikikan menahan tawa.Serta membuang pakaian Yudi yang tertinggal.


Setelah kejadian itu Siti kembali bekerja menjadi tukang cuci gosok.Sementata Cahaya menjadi pembantu dirumah kenalan Siti.Majikan Cahaya orangnya suka berpergian dan dia memiliki dua orang anak cowo yang seusia kakak Cahaya.


"Eh kamu pembantu baru ya,cakep juga.Tuh bersihin kamar,awas kalau sampai nggak bersih.Pokoknya kalau aku pulang semua ruangan ini harus bersih." ucapnya sambil keluar dan membanting pintu.


"Ya ampun sombong banget jadi orang,kalo aja nggak butuh duit gak bakal gue mau.Mana ini kamar kotor berantakan banget kayak kapal pecah." gumam Cahaya sambil membersihkan kamar kemudian menyapu rumah .


"Ah tinggal di pel doang nih.Tapi gimana cara ngepel ya.Ah gini kali ya yang penting bersih." Ucapnya sambil mengepel.


Karena selama ini Cahaya tidak pernah mengerjakan apapun dia tidak tau caranya mengepel.Dia menuangkan sunlight untuk mengepel dan berjalan maju.Saat tengah fokus mengepel dia menyenggol ember yang berisi air pel dan dia hampir terjatuh.


"Ahhh"


" Gubbrak."

__ADS_1


"kok empuk yah nggak keras.Ya ampun ...!!" ucapnya kaget saat melihat ke bawah,dia menutup kedua mulutnya dengan tangan.


__ADS_2