
Sebuah mobil bak terbuka dengan membawa begitu banyak peralatan bayi dari tempat tidur ranjang bayi popok bedong pokoknya semua komplit tak terlewat satu pun.
Mentari keluar dengan masih menggunakan gamis nya namun kerudungnya sudah terlepas entah kemana.Semenyara Fitri tampak keluar dengan raut muka kecewa.
"Besok aku nggak mau nemenin lagi,kamu saja Cahaya." ucap Fitri sambil memegangi keningnya kemudian masuk kedalam.
"Yah gimana yah,apa kata pak kyai?" tanya Cahaya yang begitu penasaran.
"Besok kita harus kesana lagi,dan sebaiknya Mentari juga dibawa ke psikiater." ucap Anton dengan wajah lesu.
Anton juga menyuruh pak supir untuk mengantarkan barang barangnya kerumah.Dia kemudian pergi ketempat Maman,ditemani Bayu.Sedangkan Mentari ditinggal dirumah sendirian.
Setelah melakukan bada basi dan perundingan akhirnya Maman bersedia kembali dengan Mentari.Malam ini juga Maman kembali ke rumahnya,rumah yang dibelikan mertuanya untuk ditinggali bersama istrinya.
"Ayo Man masuk,biar saya panggil Mentari" ucap Anton yang mempersilahkan menantunya masuk.Kemudian dia membuatkan dia cangkir kopi dan membawanya kedepan.
"Tidak perlu repot pak Anton,biar saya yang membuat sendiri saja " ucap Maman yang sebenarnya bingung harus memanggil mertuanya apa.Fari segi umur memang lebih tua Anton beberapa taun,namun dari penampilan dan raut wajah terlihat lebih tua Maman.Apalagi pekerjaannya yang selalu berada di luar ruangan.
__ADS_1
"Nggak papa,kebetulan saya juga pengin ngopi." ucap Anton sambil menaruh kopinya diatas meja.
"Wah ayah sudah pulang." ucap Mentari kemudian mencium tangan ayahnya kemudian mencium tangan suaminya.
"Mentari ayah mau berbicara dengan kalian berdua.Maman akan kembali lagi kesini dan dia akan bekerja di kantor ayah namun untuk saat ini dia belum bekerja.Dia akan menjagamu sampai kamu melahirkan.Dan kamu harus melakukan tugas tugasmu sebagai istri termasuk melayani semua kebutuhannya,kamu mengerti kan maksud ayah.Jika kamu menolak maka semua fasilitas yang ayah berikan tadi akan ayah cabut." ucap Anton tegas.
"Iya yah." sahut Mentari datar dan tanpa ekspresi apapun.
"Oh iya satu hal lagi,kamu juga harus melayani kewajiban kamu sebagai istri terhadap Maman.Jangan sampai peristiwa yang kemarin terulang lagi,itu sangat memalukan.Dan kamu Maman,jika Mentari tidak menurut padamu kamu boleh lakukan apapun padanya.Sekatamg aku serahkan tanggung jawab putriku padamu aku sudah tidak sanggup lagi." ucap Anton menepuk pundak Maman pekan kemudian pergi dari situ.
"Ayo istriku sayang,kamu sudah paham kan tugasmu.Sekarang tugas pertamamu adalah menemaniku dikamar." ucap Maman sambil menarik tangan Mentari Karena Mentari mencoba berontak maka akhirnya Maman membopongnya menuju kamar dan menguncinya dari dalam.
Sudah beberapa Minggu keadaan Mentari mulai stabil,apalagi Maman menjaganya 24 Jam.Hanya beberapa kali saja dia dibawa ke tempat pak kyai.
Menurut pak kyai Mentari sering melihat perbuatan ibu dan kedua kakaknya yang suka bergota ganti pasangan dan berbuat mesum dirumah.Dia juga suka mengintip kedua kakaknya yang tengah bercinta.
Sewaktu ayahnya diusir Mentari pernah dijual oleh ibunya kepada lelaki hidung belang.Hal inilah yang membuat dia menjadi kecanduan se**.Apalagi dia selalu mandi saat menjelang magrib dan selalu menghayal yang bukan bukan.Hal inilah yang membuat setan datang dan merasuki pikiran seseorang.
__ADS_1
Hari persalinan Mentari tiba dia melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik namun bayi itu tidak menangis saat lahir.Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin,namun bayinya belum menangis juga.
Sesudah melahirkan Mentari tidak mau menyusui bayinya,dengan terpaksa Maman memberinya susu formula.Sedantlsn Anton mencarikan pengasuh bayi untuk cucunya.
Namun kali ini Mentari mulai berulah lagi.Setelah empat puluh hari dia sering keluar malam dan meninggalkan suaminya dan anaknya.
Maman mencoba bersabar dan mengasuh bayinya dengan tulus.Namun dirinya sangat murka saat mendapati istrinya tengah berduaan dikamar dengan seorang pria.
Dia kemudian pergi dari rumah itu dan membawa bayinya dan meninggalkan Mentari.Namun sayang saat Maman tengah menyebrang dengan menggendong Talita putri kecilnya,sebuah mobil dari arah berlawanan menabrak dirinya.Tubuhnya terlempar jauh,dan dia terluka parah.Beruntungnya Talita tidak apa apa hanya memar memar kecil di bagian wajahnya.
Anton dan keluarga lainnya segera menuju kerumah sakit untuk melihat keadaan mereka berdua.Namun sayang sekali setelah sampai disana Maman sudah meninggal dunia karena kehilangan banyak darah.
Sedangkan Talita untuk sementara tinggal bersama Cahaya dan diasuh olehnya.Keluarga pun tidak keberatan,mengingat Mentari yang tidak pernah peduli terhadap putrinya sendiri.
Pemakaman pun dilaksanakan hari itu juga,mengingat Maman sudah tidak mempunyai sanak saudara yang jauh.Sementara Mentari datang ke pemakaman suaminya dengan menggunakan pakaian hitam serta kaca mata hitam.
Mentari tersenyum menyeringai kearah kakaknya yang saat itu ikut di acara pemakaman.
__ADS_1
"Aku akan merebut suamimu,jika aku tidak bisa memilikinya maka kamu juga tidak."gumam Mentari sambil meremas gundukan tanah didepannya.