
Bayu bergegas pergi ke kantor dan tidak menghiraukan ucapan istrinya.Akhirnya cahaya membopong adiknya bersama Fitri ke kamar.Kerena merasa kasihan adiknya belum sadarkan diri.
Cahaya membalurkan tubuh adiknya dengan minyak kayu putih kemudian menempelkan juga dihidungnya.Namun saat bangun Mentari marah marah mengetahui Bayu mengabaikannya.Hal ini membuat kepulangannya ke Jakarta jadi tertunda.
"Hoek"
Mentari memuntahkan kembali makanannya dikamar mandi,setelah seharian dia mengurung diri dikamar.Namun saat keluar dari kamar dia berjalan sempoyongan dan hendak terjatuh.
"Auwwww"
ucapnya sambil berpegangan terhadap tubuh seseorang didepannya kemudian membopongnya dan menaruh disofa.
"Kamu nggak papa,muka kamu pucat banget.Sebentar y aku cari mami dulu." ucapnya segera pergi meninggalkan Mentari seorang diri di sofa.
"Tadi siapa ya,Damar atau Bayu dia baik banget." ucap Mentari sambil tersenyum sendiri.Tidak lama setelah itu Fitri datang sambil menggendong Salsa.
"Mentari aku sudah menelfon dokter,sebentar lagi dia kesini.Sebaikbya kamu pindah ke kamar saja." ucap Fitri.
"Aku lemes,tolong gendong aku ya." rengek Mentari sambil memandangi pria didepannya.
"Ya sudah aku akan menggendong mu." ucapnya sambil membopong Mentari kedalam kamarnya.Tidak lama setelah itu dokter Heru datang dengan tas dan pakaian dinasnya.
Setelah memeriksa keadaan Mentari,dokter Heru keluar dari kamar sambil tersenyum kemudian memandangi seluruh keluarga yang dari tadi menunggu di ruang tengah.
"Selamat ya Bu Fitri,nak Mentari sedang hamil.Untuk lebih jelasnya lagi lebih baik kalian cek di rumah sakit .Kalau begitu saya permisi dulu." ucap Dokter Heru sambil berjalan menuju depan.Fitri mengikutinya di belakang dengan perasaan kacau.
__ADS_1
"Dokter serius kan kalau Mentari hamil?" tanya Fitri sambil membukakan gerbang.
"Ya Bu Fitri,sebaiknya ibu menjaga kehamilannya usia kandungannya masih muda sehingga perlu perhatian lebih.Mari Bu saya permisi dulu." ucap Dokter Heru kemudian menuju mobilnya.
Sementara Fitri yang begitu syok mengetahui kehamilan Mentari berjalan pelan kearah keluarga yang lainnya yang sama sama merasa bingung.
"Cahaya tolong panggilkan adik kamu kesini,kita harus menyelesaikan masalah ini secepatnya." ucap Fitri sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa.
Setelah membujuk adiknya dengan berbagai cara akhirnya Mentari keluar dari kamar juga.Dengan tatapan aneh dari yang lainnya.Semenara Mentari sendiri merasa sangat senang dalam hatinya.
"Mentari katakan yang sejujurnya,siapa yang telah menghamili kamu." teriak Fitri sambil menatap wajah Mentari tajam.Beruntungnya pintu depan sudah tertutup sehingga tidak menimbulkan kegaduhan diluar.Katena jarak teras dengan ruang tengah cukup jauh.
"Aku akan mengatakannya asal Tante janji harus menikahkan aku dengannya." sahut Mentari yang terlihat santai sambil melirik ke arah Bayu dan Damar.
"Kenapa kamu lakukan ini dek,kamu kan tau kalau kamu belum menikah." ucap Cahaya yang dari tadi diam menahan amarah.
"Apa maksud kamu Mentari,cepat katakan jangan bertele tele." ucap Fitri kesal.Begitu juga Cahaya yang memandang wajah suaminya dengan tatapan tajam.
"Anak yang dikandung ini adalah anak Bayu,dan dia hanya arus segera mempertanggung jawabkan perbuatannya padaku.Aku mau Bayu menikahiku secepatnya sebelum anak ini lahir." ucap Mentari lantang sambil tersenyum kearah Bayu.
"Apa anakku?kamu jangan menuduhku sembarangan Mentari.Aku sama sekali tidak menyentuhmu sedikitpun." ucap Bayu sambil mendekati istrinya yang dari tadi menatapnya tajam.
"Benar yang kamu katakan Bay." ucap Cahaya sambil memandangi wajah suaminya.
"Ya sayang,aku berani bersumpah.Kamu tau sendiri kan setiap malam aku selalu tidur bersama kamu,bahkan kita sering tidur sampai larut malam.Apa kamu pernah melihat aku tidak ada dikamar saat kamu terbangun terlebih dulu.Percayalah padaku sayang aku tidak mungkin berbohong,jika terbukti berbohong aku rela kok disunat lagi." ucapnya Bayu sambil memegangi tangan istrinya.
__ADS_1
"Oke aku pegang kata katamu,tapi jika semua terbukti maka aku tidak akan segan segan memotong milikmu sampai habis tidak tersisa." ucap cahaya yang memelototi suaminya.
"Ya sayang,aku nggak mungkin bohong." ucap Bayu.
"Sudahlah Bayu kamu akui saja kalau kita memang sering melakukannya.Bahkan selama satu Minggu lebih kamu selalu datang ke kamarku tiap malam.Kami melakukannya sampai berulang kali,bahkan ketika kalian pergi ke acara itu.Bayu sampai belain pulang kerumah malam malam demi menemuiku ya kan sayang." ucap Mentari sambil tersenyum kearah Bayu.
"Tuh kan sayang,otak adik kamu kayaknya sengklek deh.Waktu kita pergi keacara temen Mami kan kita menghabiskan waktu berdua kamu masih ingat kan,aku nggak kemana mana semaleman aku bersama kamu.' ucap Bayu.
"Iya juga ya,atau itu perbuatan kamu Damar Aku nggak akan mengampuni kamu.Ayo katakan yang sebenarnya,kamu kan yang melakukan ini semua?" tanya Cahaya sambil menarik kerah baju Damar dan siap melayangkan pukulan diwajahnya.
"Ampun Cahaya,bukan aku pelakunya.Akan aku jelaskan semuanya tapi tolong turunkan tanganmu aku kesusahan bernapas." sahut Damar.Setelah Cahaya menurunkan tangannya dan kembali tenang Damar berdiri.
"Aku akan menjelaskan semuanya,tapi aku mohon kalian semua dengarkan penjelasan ku sampai selesai.Sebenarnya malam itu aku ketiduran setelah menemani Aska dan Amar bermain ketika aku hendak pulang aku melihat pintu kamar Mentari terbuka.Karena penasaran aku masuk kekamarnya dan menyalakan ponselku untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.Aku kaget karena Mentari tidak mengenakan pakaian apapun dan kamarnya terlihat berantakan.Karena penasaran aku berjongkok dan mendekatinya dan mencoba menyentuhnya.Karena dia merespon dan membalas serangan ku jadi aku melakukanya malam itu.Tapi cuma sekali saja,karena ketahuan aku segera membersihkan diri dan buru buru pulang." ucap Damar sambil menunduk.
"Kamu nggak bohong,kalau bohong aku juga akan membuat milikmu gundul." ucap Cahaya sambil mengeluarkan pisau besar entah kapan dia mengambilnya.
"Sebenarnya bukan sekali sih,waktu malam Minggu aku hendak menemui Aska dan Amar.Tapi rumah kalian sepi lampunya juga mati ,saat aku mencoba masuk ternyata pintunya tidak dikunci.Ketena penasaran aku masuk.Aku melihat seseorang keluar mengendap endap dari kamar Mentari.Karena penasaran aku juga mengintip kamarnya dan ternyata dia sedang tidur dalam keadaan telan*ang.Aku yang waktu itu tengah marah dengan istriku begitu Ter****sang saat melihat Mentari yang tidak mengenakan apapun.Aku langsung saja menindih tubuhnya.Karena dia membalas serangan ku akhirnya aku melakukannya lagi.Sumpah Cahaya,aku hanya melakukannya dua kali saja,itupun karena aku melihat dia tanpa mengenakan apapun." ucap Damar sambil melihat kearah Cahaya.
"Awas jika kalian berdua berbohong,aku tidak akan segan segan menghabisi kalian berdua."ucap Cahaya.
"Tapi aku aku tidak bohong,aku melakukannya tiap malam.Kalau tidak mana mungkin aku bisa hamil." ucap Mentari sambil memanyunkan bibirnya.
"Mungkin kamu melakukanya sama pacar kamu,dirumah ini pria yang sering mondar mandir itu Bayu,Damar papi terus pak Maman tukang kebun.Jika kalian berdua tidak melakukannya berarti kemungkinan pacar kamu atau mungkin pak Maman atau Papi pelakunya." ucap Fitri.
"Tapi Tante aku tidak punya pacar,aku yakin sekali tang setiap malam melakukanya itu Bayu.Ayolah Bay kamu mengaku saja!!" ucap Mentari sambil melirik kearah Bayu.
__ADS_1
"Nggak Mi demi tuhan Bayu tidak melakukan apapun, Mungkin Damar bohong,dia melakukanya berulang kali." ucap Bayu.
"Jadi kelakuan kamu dibelakang aku begitu sayang." ucap seorang wanita yang membuat Damar menoleh kebelakang dan kaget.