
Kini Mentari ikut tinggal bersama Cahaya,Lastri dan Fitri sudah melarangnya namun Mentari mempunyai seribu alasan sehingga dengan berat hati dia mengizinkan adiknya tinggal bersama.
"Sayang hari ini aku kan libur,kok kamu sibuk terus.Aku kan ingin kita berdua menghabiskan waktu bersama." ucap Bayu yang memeluk Cahaya dari belakang.Semenjak menikah Cahaya masih dingin terhadap Bayu apalagi mereka baru beberapa bulan menikah.
"Ya nanti,tunggu aku selesai masak." ucap Cahaya sambil kembali memotong bawang.
"Sudah sana temani suamimu,biar itu ibu yang menyelesaikan." ucap Lastri sambil mengambil alih pekerjaan Cahaya.
"Sayang didepan ada Damar." ucap Fitri sambil menggendong Salsa.
"Ya Mi,sebentar lagi aku kedepan." ucap Cahaya kemudian menuju kedepan.Akhir akhir Ini Damar sering mengajak kedua anaknya jalan,Cahaya memang tidak melarang Damar menemui anaknya.
"Kamu sudah lama menunggu,Sebentar ya aku buatkan minum sekalian panggil anak anak." ucap Cahaya kemudian berbalik dan hendak pergi.
"Tidak perlu,kebetulan aku sedang buru buru aku titip ini saja." ucap Damar sambil menyerahkan dua paper bag.
"Terimakasih nanti akan aku sampaikan,mereka sedang berenang di kolam renang belakang.Kebetulan baru kemarin jadi,mereka sudah tidak sabar berenang."ucap cahaya sambil menerima pemberian Damar.
"Kalau begitu aku permisi pulang dulu,sampaikan salamku pada mereka." ucap Damar sambil meninggalkan kediaman Cahaya.Sementara dari kejauhan Mentari mengawasi kakaknya dari kejauhan.
"Sayang mandinya jangan kelamaan nanti kalian kedinginan,ini ada sesuatu dari ayah kalian.Ibu taruh dikamar ya." teriak Cahaya sambil memperhatikan kedua anaknya yang tampak asik bermain.Setelah adik perempuannya lahir Aska dan Amar menjadi lebih mandiri,terlebih lagi sekarang mereka sudah kelas satu SD.Kedua putranya memanggil Damar dengan sebutan ayah,sedangkan Papi untuk Bayu.Walauoun Bayu bukan ayah kandung mereka tapi mereka memperlakukan Bayu dan Damar sama.
"Nih aku buatin kopi."ucap Cahaya sambil meletakan dimeja kemudian ikut merebahkan badannya disebelah Bayu yang tengah asik bermain handphone sambil mengawasi kedua putranya berenang.Semenjak menikah Cahaya memang selalu menolak disentuh Bayu.
Bayu yang tengah bermain handphone,kemudian berbalik badan dan memandangi Cahaya.Dia merasa senang karena Cahaya sudah mau mendekatinya. Semenjak menikah dia harus tidur di sofa tidak boleh tidur bareng Cahaya di ranjang.
"Ya nanti aku minum,makasih ya." ucap Bayu yang hampir memeluk Istrinya tapi dia urungkan takut kena marah seperti sebelum sebelumnya.
"Kok nggak jadi peluk sih." ucap Cahaya kemudian menyenderkan kepalanya di dada Bayu."Maaf ya Bayu,akhir akhir ini aku sering marah sama kamu.Tapi aku janji kali ini aku akan berubah."ucap Cahaya sambil memeluk Bayu erat.
"Ya sayang nggak papa kok,aku sudah seneng banget kamu nggak jutekin aku lagi." ucap Bayu yang membelai rambut Cahaya kemudian mencium bibirnya.
__ADS_1
"Ih kamu kan ada anak anak,kita lanjutin dikamar aja sayang." ucap Cahaya sambil membalas ciuman Bayu.Dengan sigap Bayu membopong tubuh Cahaya dan berjalan menuju kamar dan mengunci pintunya.
"Dasar kakak aku memang wanita j****g.Awas saja aku tidak akan membuat kalian berdua bahagia." gumam Mentari dari kejauhan sambil mengepalkan kedua tangannya.
Saat malam badan Salsa panas sehingga Cahaya tidur bersama Fitri dan ikut membantu menjaga Salsa.Sejak pulang dari rumah sakit memang Fitri meminta Salsa tidur bersamanya,dan memanggil Cahaya jika Salsa ingin menyusu saja.
"Sayang kok kamu balik lagi sih,katanya mau nemenin Mami jagain Salsa." ucap Bayu dengan mata masih terpejam karena menyadari ada seseorang yang berada disebelahnya.
"Salsa sudah sembuh ya,atau kamu minta jatah lagi." ucap Bayu kemudian memeluknya erat.Sementara Mentari yang dipeluk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini,dia segera membalas pelukan Bayu kemudian menggerayangi tubuhnya.
"Ahhh ayolah bay." ucap Mentari sambil mendesah saat tangan kirinya mematikan lampu serta tangan satunya mulai membelai paha Bayu.
"Braak"
"Pergi kamu dari sini." ucap Bayu sambil mendorong kasar Mentari saat menyadari suara ada suara yang bukan milik istrinya.Dia segera membuka matanya dan menyalakan lampu kamar.
Tampak Menteri mengenakan lingerie seksi berwarna merah mendekat kearahnya.Sementara Bayu beringsut mundur melihat kelakuan Mentari yang seolah ingin menerkamnya.
"Pergi dari sini Mentari kamu itu iparku,tidak pantas seorang adik berbuat seperti itu terhadap kakak iparnya." ucap Bayu sambil mendorong Mentari sehingga keningnya betdarah.Kemudian dia keluar dari kamar dan meninggalkan Mentari di kamarnya.
"Lebih baik aku tidur disini dari pada dikejar wanita gila itu.' gumam Bayu kemudian merebahkan tubuhnya didepan televisi sambil meringkuk.
"Syukurlah panasnya turun juga."ucap Cahaya sambil keluar dari kamar Fitri dan hendak kembali kekamarnya namun sia mendengat Sura tangisan.
"hiks hiks hiks."
"Siapa yang menangis sepagi ini,sepertinya dari kamar Mentari." gumamnya kemudian berjalan kekamar adiknya.Namun dia kaget saat melihat kamar adiknya berantakan serta,luka di kening Mentari.
"Kamu kenapa Mentari?" tanya Cahaya yang buru buru masuk kedalam dan memeluk adiknya yang tengah menangis sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kak Bayu...." sahut Mentari kemudian menangis keras sehingga membuat Fitri dan Lastri berjalan ke kamarnya.
__ADS_1
"Ada apa ini,kenapa kamu menangis Mentari?" tanya Lastri saat masuk kekamarnya.
"Bayu Bu,dia sudah menodaiku."sahut Mentari sambil menunduk.Sehingga semua orang disitu saling tatap.Beruntungya kamar sikembar berada dilantai atas sehingga dia tidak ikut bangun
"Tidak mungkin,Bayu tidak akan berbuat serendah itu kamu jangan sembarangan menuduh!!" ucap Fitri yang tidak menyukai kehadiran Mentari.Senenjak Mentari datang kerumah ini pandangan matanya selalu tertuju pada putranya.
"Tante bisa berkata seperti itu karena tidak berada diposisi ku,coba apa yang akan dilakukan Tante jika dinodai seorang pria.Kenapa Tante membela kelakuan bejad anak Tante,pokoknya aku tidak terima Bayu harus bertanggung jawab padaku." ucap Mentari sambil menangis sesenggukan.
"Tenang dek,jika terbukti Bayu pasti bertanggung jawab." ucap Cahaya kemudian menuju kekamarnya namun dia tidak menemukan suaminya.
"Mi Bayu tidak ada di kamarnya." ucap Cahaya yang kembali ke Mentari.
"Tuh kan Tante,setelah berbuat keji dia pergi meninggalkanku.Tante liat ini,semalam dia mendorongku karena aku menolaknya kemudian dia memaksaku.Aku sudah kehilangan kehormatan ku karena Bayu,dia harus bertanggung jawab padaku."ucap Mentari sambil terus menangis.
"Sudah kamu pakai pakaian mu kita bicara diruang tengah." ucap Lastri tegas kemudian pergi ke ruang tengah.Namun dia mendapati Bayu tengah meringkuk di sofa.
"Bay kamu ternyata disini,dicariin dari tadi.Sebaiknya kamu ceritakan apa yang terjadi semalam." ucap Lastri sambil menggoyang goyangkan tubuh Bayu.
"Aduh bude aku tuh ngantuk banget,semalam itu,ah sudahlah." ucap Bayu sambil berjalan kekamarnya.
"Tunggu Bayu kamu jangan pergi,Mami mau tanya dulu.Apa semalam kamu melecehkan Mentari." tanya Fitri sambil memandangi wajah putranya.
"Ya ampun Mi,ngapain aku melecehkan Mentari aku juga punya istri Mi lagian Mami aneh aneh saja Memang semalam Mentari masuk ke kamarku dan dia merayuku,tapi aku tolak,makanya aku tidur disini menghindari dia." sahut Bayu
"Tuh kan Tante setelah yang dilakukan semalam,dia tidak mengakuinya malah memutar balikan fakta.Kamu benar benar kejam Bayu,apa kamu lupa semalam kamu merayuku dan memaksaku.Benar kak Cahaya aku berani bersumpah aku tidak bohong." ucap Mentari dengan wajah memelas.
"Benar sayang aku tuh nggak bohong aku tidak melakukan apapun,aku sudah berkata yang sebenarnya." ucap Bayu yang memegang tangan istrinya.
"Jangan percaya padanya kak,dia berbohong apa kakak tidak percaya pada adik sendiri.Kakak memang keterlaluan lebih baik aku pergi dari sini saja." ucap Mentari berlari ke kamarnya.
"Tunggu dek,bukan seperti itu maksud aku." ucap Cahaya sambil mengetuk kamar adiknya.
__ADS_1
"Sekarang kakak lebih percaya dia atau aku." teriak Mentari sambil membuka pintu kamarnya.