
Cahaya menuju rumah adiknya menggunakan mobilnya,karena makan yang di berikan Desy cukup banyak.Sebenernya jarak rumahnya dekat,namun dia sedang malas jalan kaki.
"Mentari buka pintunya,ini kakak bawa makanan." Teriak Cahaya yang dari tadi memencet bel namun belum dibukakan pintu.
"Iya kak,sabar napa" sahut Mentari sambil membukakan pintu.
"Lagian kamu lama banget,habis ngapain sih.Kalau mau bercinta tuh malam malam,lah ini masih sore udah main hajar aja." ucap Cahaya yang melihat adiknya hanya mengenakan kain yang dililitkan ketubuhnya.
"Ihh kakak,kayak nggak tau aja.Makasih ya makanannya banyak banget." ucapnya sambil membawa masuk semua makanannya dan menutup pintu tanpa menawari kakaknya masuk.
"Dasar otaknya sudah sengklek yang dipikirkan itu mulu."gumam cahaya kemudian meninggalkan rumah adiknya.
Namun saat dia memasukan mobilnya kedalam, suaminya sudah menunggu di pintu.
"Sayang ayo masuk,ditungguin dari tadi aku pikir kemana maghrib gini." ucap Bayu menggandeng tangan istrinya.
"Mas Bayu ayo ke kamarku." ucap Desy sambil menarik tangan Bayu.
"Ihh lepasin,apaan si pakai tarik tangan aku."ujar Bayu dingin.
"Ihhh masa lupa sih,Bu Cahaya gimana sih aku kan mau menuntut hak aku." ujarnya sambil menghentakkan kedua kakinya ke lantai.
"Iya tapi nanti malam,kamu tunggu aja jam sebelas.Lagian ini Maghrib waktunya Salat,ayo sayang kita masuk kamar tadi katanya sudah nggak sabar,ayo dong biasanya kamu gendong aku." ucap cahaya sambil melirik kearah Desy yang nampak cemburu.
"Ya sayang,kamu nggak sabaran yah." ucap Bayu yang menggendong Cahaya dan mencium bibirnya.
"Ihhh awas aja kalian." gumam Desy dalam hati.
"Ayo sayang kamu pasti sudah nggak sabar,kita kan sudah lama nggak begituan." ucap Bayu sambil menurunkan istrinya di ranjang.
"Siapa juga yang nggak sabaran,aku tuh tadi cuma manasin Desy aja.Aku tuh mau salat Maghrib ayo kita salat diatas bersama anak anak." ucap Cahaya sambil memberikan peci dan sajadah pada suaminya.
"Ting"
Ponsel Cahaya berbunyi,dengan cepat dia yang sedang menonton tv dengan suaminya segera membalas pesannya.
"Sayang tolong liat Salsa di kamar Mami ya,tadi aku lupa udah dipakaiin Pampers apa belum." ucap Cahaya pada suaminya.
__ADS_1
"Ya udah malem sayang takut ganggu Mami,aku nggak mau kamu aja sana." ucap Bayu sambil memalingkan wajahnya.
"Beneran kamu nggak mau,habis ini kita kan mau olah raga malam.Nanti kalau tiba tiba Salsa bangun nangis,kita jadi keganggu loh.Ya udah kalau nggak mau juga nggak papa."
"Ya deh aku mau,aku kekamar Salsa sekarang." ucapnya beranjak pergi kemar putrinya.
"Maaf ya Bay aku bohong,aku mau bukaan pintu depan." ucap Cahaya beranjak keluar kamar.
Lalu dia mengirim pesan pada Desy untuk mematikan lampu kamar,karena suaminya suka gelap gelapan.Dan menyuruhnya untuk menunggu sebentar lagi.
"Ya udah kamu langsung masuk saja,kamarnya ada di belakang yang lampunya mati.Ingat jangan bersuara,dan lakukan sepuasmu.Sebelum subuh kamu harus sudah pergi dari sini." ucapnya pada seseorang yang tadi dia bukan pintu.
"Sipp bos." sahutnya pekan sambil berjalan kekamar belakang.
Setelah memastikan pria itu masuk kekamar belakang dia segera mematikan semua lampu.
"Sayang kok kamu disini." ucap Bayu yang tiba tiba ada di hadapannya.
"Ohh tadi aku lupa mengunci pintu." ucap cahaya yang tadi sempat kaget.
"Sayang si Desy tadi bilang minta hak apaan sih?"
"Tadi Salsa udah pakai Pampers jok,tidurnya juga anteng." ucapnya.
"Ooh begitu berarti aku lupa,ya udah kita tidur udah malem aku ngantuk." ucap Cahaya meninggalkan suaminya yang masih kebingungan.
"Sayang tapi aku nggak lupa,ayo kita olah raga malam." ucap Bayu sibuk mengejar istrinya ke kamar.
...----------------...
Pagi harinya Cahaya bangun lebih awal dan beberes rumah di bantu Fitri dan Lastri.Sementara suaminya tertidur pulas setelah melakukan olah raga malam bersama dirinya.
"Mi aku kekamar bentar,mau bangunin Bayu." ucap Cahaya sambil beranjak kekamarnya.
Namun dia mendapati suaminya tengah mandi dan mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
"Sayang kok rambut kamu udah kering sih,sana keramas lagi ingat nggak usah dikeringin.Kalau nggak nggak bakal aku kasih jatah lagi." ucap Cahaya kemudian meninggalkan suaminya
__ADS_1
"Dasar perempuan benar benar aneh,biasanya marah marah jika rambutnya basah.Katanya nanti kemejanya bau,lah ini malah nyuruh nggak dikeringkan.Ya udah lah dari pada nggak dikasih." gumam Bayu sambil menuangkan sampo kembali di rambutnya.
"Sayang itu si Desy nggak di bangunin,ini udah siang loh." ucap Fitri yang tengah meletakan makanan dimeja makan.
"Udah Mi biarkan saja,hari ini biarkan dia bangun siang.Sekali kali nggak papa lah,kasian dia kan kecapean." ujar Cahaya sibuk tersenyum.
"Kecapean,memangnya dia habis ngapain kecapean" ucap Fitri yang kaget dengan ekspresi wajah menantunya.
"Nggak Mi dia kan habis pulang,jadi biarin lah."
"Ohhh ya udah deh,kalau gitu." ujar Fitri sambil menuju ke kamarnya.
Semua orang tengah sarapan, sementara Desy baru bangun tidur dengan kamar yang masih berantakan.
"Ya ampun rasanya badanku pegel semua,sungguh malam yang indah.Aku tidak menyangka Bayu yang terlihat malu malu,semalam begitu ganas.Kalau begitu besok besok aku akan meminta hakku lagi.Rasanya sangat berbeda dengan pacarku,dia begitu cool walaupun tidak bersuara." ucapnya sambil membayangkan pertarungan semalam.
Setelah dia membersihkan badan dan berganti pakaian dia keluar dari kamar,dan memandangi wajah Bayu yang tengah mengambil berkas dimeja.
"Ihhh kamu ngapain sih." ucap Bayu yang merasa risih ditatap begitu tajam oleh Desy.
"Eh Desy tolong beresin ini semua ya,aku mandiin Salsa." ucap Desy yang kini mengintip Bayu dari jendela.
"Ya Bu siap,tapi anu..."
"Anu apa,bilang aja cepetan aku sibuk." ucap Cahaya yang merasa geli melihat tanda merah di leher Desy.
"Boleh kan Bu,lain kali aku minta hak lagi seperti semalam."
"Ohhh itu tentu saja boleh,tiap hari juga boleh kalau dia tidak sibuk dagang." ucap Cahaya sambil menahan tawa.
"Kok dagang sih Bu."
"Maksud aku,tidak begadang Salsa kalau malam rewel kadang minta temenin ayahnya.Nanti kalau nggak begadang aku kabarin kamu deh,yang penting kamu mau bantuin aku beres beres rumah ini.Apalagi tukang setrika sedang pulang kampung, jadi nggak ada yang menyetrika baju suamiku.kasian sekali jika dia kekantor pakai baju kucel,nyuruh mami sama Bu Lastri kan kasian mereka udah tua." ucap Cahaya.
"Ya Bu nggak papa,biar aku bantu pekerjaan ibu." ucap Desy sambil tersenyum senang.
"Ya ampun,jampi dai Mbah Paijo berhasil.Nggak papa untuk sementara di anggap pembantu,besok aku minta jampi uang lebih kuat lagi " gumamnya sambil tersenyum dan membereskan meja makan.
__ADS_1
...Sementara Cahaya melihat dari lantai atas dan ikut tersenyum karena rencananya berhasil....