Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Menikah


__ADS_3

Suasana begitu canggung saat Fitri ikut duduk bersama mereka bertiga.Namun tidak dengan Fitri,dia nampak santai dan terlihat senang.


"Ayo pesan makan lagi,itu piring kalian sudah kosong.Kevin kenapa kamu tidak pernah mampir ke rumah mami sih,apa kamu tidak kangen dengan mami?" tanya Fitri sambil menatap wajah kevin.


"Maaf mi,Kevin takut nanti mami bertengkar sama Bayu."Sahut Kevin sambil berdiri kemudian memeluk Fitri erat.Sementara Cahaya hanya diam dengan pikiran yang tidak menentu.


"Kamu tau Cahaya,Kevin itu ponakan Mami.Sejak usia enam tahun dia tinggal bersama Mami,namun saat lulus SMA dia ikut neneknya ke Bandung dan sampai saat ini kita jarang bertemu.Ya sudah kalau begitu mami pulang duluan,jangan lupa mampir ya Vin.Maaf sudah mengganggu waktu kalian." ucap Fitri kemudian memeluk Cahaya dan Kevin secara bergantian kemudian pergi.


"Jadi kamu sepupuan sama Bayu." ucap Cahaya.


"Iya,maaf aku tidak memberitahumu.Sebenarnya saat aku melihat kedua anakmu aku sudah menebak itu anaknya Bayu.Ayo kita pulang,ini sudah larut malam."ucap kevin sambil berdiri kemudian membantu Cahaya berjalan.


Cahaya mengemudikan mobilnya dengan sedikit lambat,namun saat dia hendak membuka pagar Damar dan Bayu sedang menunggu mereka teras wajah keduanya terlihat lebam.


"Kenapa kalian masih disini?sebaiknya kalian segera pulang dan urus istri kalian masing masing!!" ucap Cahaya kemudian menuju kamarnya.


Akhirnya Cahaya bernafas lega karena tidak mendapati kedua kakak beradik itu dirumahnya.Hanya tinggal dia dengan putranya sedangkan Lastri kini belum kembali denganTari.


Bulan ini tepat usia kehamilannya menginjak sembilan bulan.Fitri dan Bayu sering menghubunginya melalui sambungan telefon.Setekah mengantar kedua putranya berangkat sekolah Cahaya menyenderkan badannya dikursi sambil mengatur nafasnya.


Akhir akhir ini dia sering kecapean, beruntungnya Kevin sering datang membantunya.Saat tengah beristirahat dua dikejutkan oleh kedatangan Fitri yang membawa begitu banyak perlengkapan bayi.


"Ya ampun Mami,kenapa repot repot membawa banyak barang seperti ini." ucap Cahaya yang melihat Fitri mengeluarkan semua belanjaan dari dalam mobilnya.


"Enggak kok ini cuma perlengkapan buat cucu mami,kamu nggak usah bantuan buat mami saja yang membawa masuk." ucap Fitri sambil mengambil barang yang dibawa Cahaya dan membawanya masuk.


Setelah meletakan semua barang belanjaannya Fitri memasak didapur.Akhir akhir ini Cahaya begitu malas sekali memasak,dan hanya sibuk bermain ponselnya.

__ADS_1


"Aduh mi,perut aku mules banget." ucap Cahaya sambil memegangi perutnya yang kini semakin besar.


"Mungkin kamu akan melahirkan,ayo kita segera ke rumah sakit." ucap Fitri sambil memapah Cahaya menuju mobil.Dia segera menghubungi Bayu dan menyuruhnya untuk segera datang.


Sesampainya dirumah sakit Cahaya menghubungi kevin dan memintanya untuk menjaga kedua putranya.Kevin dengan senang hati membantu Cahaya,selama ini dia sudah menjadi teman curhatnya.


Saat siang Cahaya yang dari pagi mulas akhirnya melahirkan seorang bayi mungil yang sangat cantik.Fitri yang dari tadi menunggunya merasa sangat senang dan segera menimang cucunya.Kerena Bayu belum juga datang maka Fitri meminta Kevin mengadzani cucunya.Dengan senang hati Kevin menerima permintaan Fitri dan segera menggendong bayi Cahaya.


"Om Kevin aku lapar." ucap Amar sambil memegangi perutnya yang dari tadi keroncongan.


"Ya sudah kalian berdua pulang saja,kalian tunggu dirumah sama om kevin.'" ucap Cahaya yang masih terbaring lemah diranjang.


'Kamu Tenang saja Cahaya,biar anak anak aku yang urus.Kamu istirahat saja,dan jaga kesehatan kamu." ucap Kevin sambil menggandeng kedua bocah kembar itu keluar dari ruangan.


"Beruntungnya ada Kevin,dia itu anak yang baik.Dulu waktu tinggal sama mami Kevin itu tidak pernah punya teman cewek katanya malu.Mami senang akhirnya kamu bisa dekat dengan Kevin." ucap Fitri sambil menimang cucunya.


"Maaf mi Bayu telat,tadi ada sedikit masalah." ucap Bayu dengan nafas yang tidak beraturan.


"Sini Mi biar Bayu yang mengadzani anak Bayu." ucap Bayu sambil mengambil putrinya dari tangan Fitri.


"Udah tadi sama Kevin,lagian kamu kelamaan.Mamivksn telfonnya dua hari lalu,kamu datangnya sekarang.Kita itu mau pulang." Ucap Fitri sambil membiarkan Bayu menggendong bayinya.


"Ya ampun sayang,kamu lucu sekali." ucap Bayu sambil menggesekkan hidungnya dengan bayinya.


Setelah menyelesaikan biaya rumah sakit dan surat surat lainnya mereka pulang kerumah.Bayu yang melihat Kevin sedang bermain dengan Aska dan Amar merasa cemburu.


"Papa Bayu." ucap kedua anak itu sambil menyalami Bayu.Semenjak kehadiran Kevin kedua anak itu menjadi lebih dewasa dan sopan,Kevin mengajari keduanya banyak hal terutama status ibunya.

__ADS_1


Kevin pandai mengambil hati kedua anak itu,apalagi sifatnya yang penyayang.Dari dulu Bayu selalu iri karena Kevin kecil banyak disukai orang terlebih dia bukan orang yang pendendam.


"Selamat ya bro anak kamu cewek,kamu sudah jadi ayah."ucap Kevin sambil memeluk Bayu.Bayu yang tadinya sempat kesal dengan Kevin kini ikut memeluknya erat.


"Makasih ya Vin,kamu sudah banyak membantu Cahaya selama ini." ucap Bayu kemudian mereka duduk bersama.


"Mi,Amel meminta cerai dan dia akan tinggal di Amerika.Senentara indah selingkuh dan dia sekarang hamil anak selingkuhannya mi." ucap Bayu sambil menunjukan raut wajahnya yang sedih.


"Itu mungkin sudah menjadi nasibmu nak,dulu ku suka mempermainkan wanita Mulai sekarang mami minta kamu berubah." ucap Fitri Sisil memegang pundak putranya dan memeluknya.Sementata Cahaya mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Mungkin memang benar apa yang dikatakan Kevin,aku harus memberikan kesempatan kepada Bayu.Terlebih lagi putriku memerlukan kasih sayang dari ayahnya,jika memang kami berjodoh pasti akan takdir akan mempertemukan kami kembali."gumam Cahaya kemudian menghampiri ibu dan anak yang tengah berpelukan.


"Bayu aku bersedia menikah denganmu,asalkan kamu berjanji menjadi ayah yang baik untuk anak anak anak." ucap Cahaya lantang.Wakaupyn sebenernya hatinya masih memikirkan Kevin,namun dia berusaha mengingat nasehat Kevin.


"Ya sayang aku janji aku akan menjadi ayah yang baik untuk anak anak kita." ucap Bayu dengan wajah yang kembali ceria.


Pernikahan dilangsungkan sederhana di kediaman kerabat jauh Fitri.Seyelah acara akikahan dan pemberian nama putrinya Batu dan Fitri tinggal bersama dengan Cahaya.Lastri dan Fitri kini juga akur kembali,terlebih mereka kini kerepotan karena putri cahaya sering menangis.


"Salsa sudah tidur mi,aku pergi dulu ya mau ikut senam." ucap Cahaya yang sudah bersiap siap.Setekah melahirkan badannya kini berisi,untuk memperindah bentuk badannya Dia sering melakukan senam bersama ibu ibu komplek.


"Ya,kamu tenang saja kan neneknya ada dua." ucap Fitri sambil menyenggol lengan Lastri.Semenjak lahir mereka berdua berebut mengurus keperluan Salsa,Bayu memberi nama Salsabila Permana.


"Kakak,sudah pulang." ucap Mentari sambil memeluk Cahaya yang tengah pulang dari senam.


"Ya ampun Mentari,akhirnya kamu kesini." ucap Cahaya yang begitu merindukan adiknya Selana ini Mentari tinggal bersama ayahnya,karena masih marah dengannya .


"Ya ampun kakak sudah punya anak tiga masih tetap seksi ya." ucap Mentari sambil melihat tubuh kakaknya yang semakin terlihat semok apalagi saat ini sedang menyusui.

__ADS_1


"Kenalin ini suami kakak,namanya Bayu.Bayu ini adik aku Mentari." ucap Cahaya memperkenalkan mereka berdua.


"Aku tidak akan membiarkan kak Cahaya bahagia,dulu dia mendekati Doni.Sekarang Bayu juga dia ambil dariku,padahal aku juga sangat mencintainya.Alu akan merebut Bayu darimu dengan cara apapun." gumam Mentari dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya.


__ADS_2