Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Ingatan yang terhapus


__ADS_3

"Damar ayo kita pulang ,anak anak merindukanmu." ucap Cahaya.


"Siapa sebenernya ini cewek,kenapa aku begitu nyaman saat didekatnya.Kenapa aku merasa sudah kama mengenalnya." gumam Bayu dalam hati.


"Lepasin tangan cowok aku,jadi cewek kok kegatelan banget.Kamu juga Bayu,kenapa diem saja dipeluk sama dia." teriak indah.


"Apa, dia Bayu." ucap Cahaya kaget.


"Ayo sayang, nggak usah didengerin cewek gila itu." ucap Indah sambil menggandeng Bayu masuk ke mobil.


"Jadi dia bukan Damar." teriak Cahaya kesal.


Saat sampai rumah dia melihat kedua anaknya tengah tertidur di sofa.Dia segera memindahkan Amar dan Aska ke dalam kamar.


"Bu Lastri,ini benar benar ibu."ucap Cahaya sambil mengucek kedua matanya.


"Iya Cahaya ini beneran ibu nak." ucap Lastri kemudian memeluk Cahaya.


"Dimana Damar Bu,apa dia pulang bersama ibu?" tanya Cahaya kemudian melepas pelukan Lastri.


" Dia berada di depan,sebaiknya kamu jangan menemuinya dulu karena dia...' " kata kata Lastri terputus dan dia menangis.


"Damar,akhirnya kamu sembuh juga." ucap Cahaya yang tidak mendengarkan Lastri dan menyusul Damar ke depan dan memeluknya.


"Kamu siapa,kenapa tiba tiba memelukku." ucap Damar sambil mendorong Cahaya.


"Ini Aku Cahaya,kenapa kamu tidak mengenaliku?" tanya Cahaya sambil menangis.


"Sudah,sudah ayo Damar sebaiknya kamu istirahat dikamar." ucap Lastri sambil menuntun Damar masuk.


"Cahaya,maafkan aku yang tidak memberitahumu terlebih dahulu.Menurut dokter ada masalah ingatan Damar, jadi dia tidak mengenalimu dan juga Tari, dia mengingat peristiwa sepuluh tahun yang lalu saat adiknya masih hidup. sebaiknya kita mengingatkannya dengan pelan.Jika tidak maka akan mengganggu memori ingatan nya.Dan tingkat kesembuhannya akan sangat tipis." ucap Lastri.


"Ya Bu,sekarang aku mengerti kenapa Damar tidak mengingatku." ucap Cahaya.


"Aska ayo bangun,ayah sudah sembuh tadi dia sedang beristirahat di kamar." ucap Amar pada adiknya.


"Ya kak,ayo kita kesana." ucap Aska.


"Ayah,aku kangen ayah." ucap keduanya sambil memeluk Damar yang keluar dari pintu kamar.


"Ayah,apa aku punya anak." gumam Damar lirih.


"Aska,Amar ayo kalian berangkat sekolah nanti kalian telat.Ayah kalian baru pulang butuh istirahat,nanti pulang sekolah kalian main lagi ya." ucap Lastri sambil melihat keduanya.


"Ayah kita pergi sekolah dulu ya,nanti kita main lagi." ucap Amar sambil mencium tangan ayahnya.

__ADS_1


"Aska juga yah,mau sekolah dulu." ucapnya sambil mencium tangan ayahnya.


"Kenapa kepalaku terasa pusing." ucapnya sambil memegangi kepalanya.


"Kamu kenapa bang?"tanya Cahaya yang berlari kearah Damar sambil menahan badannya yang hampir terjatuh.


"Siapa wanita ini,kenapa aku merasa nyaman saat bersamanya.Apa benar dia istri dan yang tadi itu anakku." gumamnya dalam hati.


"Tolong antarkan aku ke kamar." ucap Damar.


Cahaya memapah Damar ke kamar dan menidurkannya.


"Sebaiknya Abang istirahat saja jangan kemana mana." ucap Cahaya.


"Tapi aku ingin mencari adik aku Vivi."ucap Damar sambil memandangi foto yang terpajang dinding kamar.


"Adik Abang sudah meninggal bang." ucap Cahaya.


"Meninggal,apa benar yang dikatakan olehnya.Kenapa ada fotoku memakai baju pengantin,apakah kita pernah menikah?" tanya Damar sambil memegang kepalanya.


"Ya bang,sebaiknya Abang istirahat saja.Jangan berpikir yang macam macam,aku berangkat kerja dulu." ucap Cahaya sambil mencium tangan Damar.


"Benarkah yang dikatakannya."gumamnya lirih.


"Kamu tenang saja Cahaya,aku akan menjaga Damar dengan baik.Tidak akan aku biarkan mereka mengambilnya dariku.Aku merasa bahwa Damar itu anak dari adikku,tanda lahir di punggungnya mengingatkanku akan Biru." gumamnya sambil meneteskan air mata.


Sementara Cahaya yang baru sampai di rumah makan merasa heran karena terlihat sepi.


"Kok sepi sekali,sebenarnya dimana semua orang.Bukankah ini bukan hari libur." gumamnya lirih sambil membuka pintu.


"Doaarrr"


"Kejutan"ucap Doni sambil membawa kue ulang tahun.


"Memangnya ini hari ulang tahunku,aku saja sampe lupa kapan terakhir merayakan ulang tahun." ucap Cahaya.


"Karena hari ini hari ulang tahun Cahaya,maka hari ini rumah makan aku liburkan." ucap Doni kepada semua karyawannya.


"Yang benar saja bos kita akhirnya memberi kita libur.Padahak biasanya dia paling pelit soal libur."bisik Lia ditelinga Mila.


"Sudah jangan banyak komplain,mau liburnya dicabut lagi." ujar Mila yang menggoda Lia.


Setelah merayakan tiup lilin dan potong kue,Doni menyuruh semua karyawannya pulang.


"Makasih ya Don,tapi kamu kayaknya berlebihan deh." ucap Cahaya merasa tidak enak.

__ADS_1


"Nggak lah,aku tuh senang liat kamu ketawa seperti tadi.Aku tuh dulu berpikir kamu tuh wonder women bukan sih." ucap Doni.


" kok wonder women sih." ucap Cahaya.


"Ya lah,habisnya saat kamu berantem aku nggak pernah liat kamu nangis.Bahkan saat kamu terluka atau dihukum kamu masih bisa tetap senyum."ucap Doni.


"Kamu bisa aja,itu kan dulu kamu masih ingat aja." ucap Cahaya.


"Dulu tuh aku takut kalau mau deketin kamu." ucap Doni.


"Memang aku segalak itu ya." ujar Cahaya sambil menggaruk rambutnya.


"Nggak lah aku cuma bercanda,ayo ikut aku kesini." ucap Doni menuntun Cahaya masuk keruangan yang selama ini tidak pernah dimasuki siapapun.


"Wah kamu punya studio musik disini." ucap Cahaya kaget karena dibelakang ruangan Doni terdapat tempat buat menyalurkan hobinya.


"Ayo,kamu pasti suka kan nyanyi." ucap Doni sambil menghidupkan musik.


Cahaya yang suka sekali main musik dan bernyanyi langsung meraih gitar yang tergeletak dilantai.Kemudian bernyanyi bersama Doni.


"Makasih ya Don,hari ini aku bener bener terhibur.Dulu kalau aku kesal aku suka teriak teriak sendiri di sawah,supaya kekesalanku hilang.Kalau tidak aku teriak teriak dikamar mandi." ucap Cahaya senang.


"Ini ada sesuatu kotak kamu." ucap Doni sambil memberikan sebuah kotak kecil.


"Ya ampun ini kan jam tangan aku,kok bisa ada sama kamu." ucap Cahaya heran.


"Jadi waktu kamu berantem sama Dewi,aku melihat jam itu di lantai.Sebenarnya aku pengen kembalikan ke kamu,tapi nggak jadi Aku takut sama ibu kamu." ucap Doni.


"Itu seperti Mentari aku harus mengejarnya sebelum jauh." gumam Cahaya dalam hati.


"Maaf ya Don,aku ada urusan penting.Makan malamnya lain hali saja." teriak si Cahaya sambil berlari meninggalkan Doni.


"Mentari tunggu." ucapnya dengan nafas ngos-ngosan dan memeluknya.


"Aku tidak butuh lajak sepertimu." ujarnya sambil mendorong Cahaya.


"Kamu kenapa dek,kenapa kamu berbicara seperti itu." ucap Cahaya kaget.


"Dengarkan baik baik,mulai hari ini aku memutuskan hubungan denganmu dan kamu bukan kakakku lagi.Jamgan pernah menampakan wajahmu di depanku." ucapnya sambil mendorong Cahaya keras sehingga dia jatuh ke jalan.


"Sssst"


Sebuah mobil mengerem mendadak,hampir menabrak Cahaya.Seorang pria turun dan menghampiri Cahaya.


"Kamu nggak papa,hampir saja aku menabrakmu.Kamu kan wanita yang kemarin."ucapnya sambil mendekati Cahaya.

__ADS_1


__ADS_2