Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Patah hati


__ADS_3

"Eh Abang sudah pulang,ayo bang kita masuk." ucap Cahaya kemudian memeluk Damar.


"Siapa dia kok malem malem disini?" tanya Damar.


"Udah bang nggak usah dipikirin,dia itu salah alamat tadi.Udah kami pergi saja sana." ucap Cahaya sambil mengambil kopernya.


Kemudian Cahaya menggandeng Damar masuk.


"Jadi ini suami cewek gila itu,mirip banget dengan aku ya.Ngapain Cahaya peluk peluk dia didepan aku sih,kan bisa di dalam saja."gumam Bayu sambil beranjak pulang.


"Abang mau dibikinin kopi,biar aku kebelakang dulu." ucap Cahaya.


"Aku mau tidur saja udah ngantuk." ucap Damar kemudian berbaring di kasur.


"Kok Damar aneh banget ya,apa ingatannya sudah pulih.Apa dia marah padaku karena melihat aku tadi dengan Bayu."gumam cahaya dalam hati.


Cahaya kemudian memeluk Damar yang sudah memejamkan matanya,namun tiba-tiba dia teringat perbuatannya dengan Bayu.Karena merasa bersalah,Cahaya kemudian tidur membelakangi Bayu.


"Ah segar sekali rasanya,nanti aku harus menemui bang Bardi secepatnya.''gumam Cahaya di dalam kamar mandi.


"Kenapa dengan badan kamu,kok banyak tanda merah?" tanya Damar yang melihat Cahaya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.


"Oh ini bang,ini digigit serangga.Kemarin nginep di rumah Sisil,disana banyak serangga."sahut Cahaya kemudian memakai pakaiannya.


Namun saat keluar kamar dia tidak menemukan keberadaan Damar.Setelah satu jam menunggu Damar tidak muncul juga,cahaya memutuskan pergi.


"Rumah sepi banget nggak ada anak anak,kapan sih mereka pulang dari tempatnya BuLastri.Memangnya hajatan sampai berapa hari."gumam Cahaya sambil menuju kearah rumah Bardi.


Setelah menyerahkan uang,Cahaya memutuskan untuk belanja di supermarket.Daat hendak turun dari mobil dia melihat Damar tengah memeluk seorang wanita.Karena penasaran dia mencoba menguping pembicaraan mereka berdua.


"Damar aku sangat merindukanmu,Setelah sekian lama kita terpisah." ucap seorang wanita yang memeluk Damar begitu erat.


"Aku juga sangat merindukanmu Nisa."ucap Damar.


"Bisakah kita kembali menjalin hubungan seperti dulu lagi.Aku akan meyakinkan ibu kamu agar mau menerima kehadiranku." ucap Nisa sambil memegang kepala Damar dan hendak menciumnya.

__ADS_1


"Kamu keterlaluan Damar."gumam Cahaya sambil memalingkan wajahnya kemudian berlari menuju mobil.


"Kenapa aku jadi bodoh seperti ini,seharusnya aku tidak membiarkan Damar tinggal bersama ibunya.Dasar lelaki dimana mana sama saja,giliran lihat yang bening langsung lupa sama istrinya.Memangnya aku jelek banget sampai sampai dia menghianatiku.Baiklah lebih baik aku lupakan Damar saja,aku akan meluapkan kemarahan ku pada Bayu.Aku akan datang ke kantornya dan meminta rumah padanya.Jika Damar menceraikan ku setidaknya aku sudah punya rumah dan tidak bergantung pada ayah." gumam cahaya sambil memukul setir mobilnya.


"Sebaiknya aku bersikap manis dulu,kalau tidak dikasih baru pakai kekerasan." gumam Cahaya sambil turun dari mobilnya.


"Maaf mba,mau cari siapa ya?"


"Aku mau keruangan Bayu,ruangannya disebelah mana ya mas."sahut Cahaya.


"Oh itu mba,apa sudah buat janji dengan pak Bayu." ucapnya sambil menunjuk kesebuah ruangan.


"Nggak sih,kelamaan kalau pakai janjan segala." ucap Cahaya sambil berjalan ke ruangan Bayu.


"Maaf mba anda tidak boleh masuk tadi pak Bayu berpesan tidak boleh diganggu."ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.


"Minggir,mau masuk aja ribut." ujarCahaya sambil menyingkirkan tangannya dan menerobos masuk.


"Maaf pak Bayu tadi wanita ini memaksa masuk,saya sudah menghalanginya." ucapnya sambil menunduk.


"Ya sudah nggak papa,kamu boleh pergi." ucap Bayu.


"Ih kamu ini,aku kan kangen kamu masa nggak boleh." ucap Cahaya sambil memperbaiki dasi Bayu.


"Tumben kamu kangen sama aku,atau kamu mau ngajakin aku main kuda kudaan lagi ya." ucap Bayu.


"Eh kampret,aku kesini itu mau nagih janji kamu." ucap Cahaya sambil menarik dasi Bayu.


"Janji yang mana,aku nggak pernah janjiin apa apa sama kamu kok.,Tolong lepasin aku ini susah napas."ucap Bayu.


Karena kesal Cahaya mendorong Bayu,namu dengan sigap Bayu menahan dan memegangi pinggang Cahaya sehingga keseimbangan Bayu berkurang dan mereka terjatuh dengan tubuh Cahaya berada diatas tubuh Bayu.


"Kamu jangan pura pura lupa,kamu kan mau beliin aku rumah." ucap Cahaya.


"Kan aku sudah bilang nunggu papi sama kakek aku pulang dari London." ucap Bayu.

__ADS_1


"Nggak bisa aku maunya secepatnya,aku bakal bilang kesemua orang kalau kamu telah menodai ku." ujar Cahaya.


"Kan kamu sendiri yang merayuku kamu liat kan dalam vidio itu." ucap Bayu.


"Nggak bisa,kalau kamu nggak mau beliin aku rumah aku bakal cekik kamu.Kamu ini mau enaknya saja,gara gara kamu suamiku sekarang mau balikan lagi sama mantan pacarnya.pojoknya kamu harus tanggung jawab." ucap Cahaya sambil meneteskan air matanya mengingat peristiwa tadi.


"Ya oke,aku akan tanggung jawab.Aku akan turuti keinginan kamu." ucap Bayu kemudian memeluk Cahaya.


"Bay kalian berdua lagi ngapain." ucap Ibra saat membuka pintu.


"Maaf saya permisi dulu." ucap Cahaya sambil menutupi wajahnya dengan tas dan meninggalkan ruangan Bayu.


"Kamu kalau berbuat begitu jangan di kantor dong bagaimana kalau orang lain liat,kamu ini memalukan.Padahal mami bilang kamu sudah menikah tapi masih saja kelakuannya seperti itu.Papi kecewa sama kamu." ucap Ibra kemudian pergi.


Saat hendak mengejar Ibra,Bayu berpapasan dengan Amelia mantan pacarnya.Amelia langsung memeluk Bayu,saat itu Cahaya yang hendak mengambil Ponsel yang terjatuh dikantor Bayu melihat mereka berdua tengah berpelukan.


"Dasar,semua cowok sama saja.Tadi Damar pelukan sama cewek sekarang Bayu.Yang lebih mengenaskan lagi kakek tua yang aku tabrak kemarin,apa dia yang sudah menghamiliku.Kenapa nasibku begini,aku tidak boleh terlihat lemah,aku harus kuat.Aku bisa dapetin cowok yang lebih baik dari mereka berdua.Lebih baik aku belanja saja di mall dari pada sakit hati,kemarin kan Bayu menyisakan uang sepuluh juta di koper." gumam Cahaya kemudian pergi.


"Pilih baju yang mana ya." gumam Cahaya saat sedang memilih baju disebuah mall.


"Silahkan dipilih mba." ucap seseorang yang suaranya sangat Cahaya kenali.


"Dewi,ternyata kamu bekerja disini Bukannya kamu mau menikah dengan kang Diman." sahut Cahaya yang melihat kearah Dewi.


"Nggak jadi,istri kang Diman galak.Ngapain kamu disini,udah sana mendingan kamu pulang saja.Kasihan suami kamu pasti dia nggak sanggup bayar,suami kamu kan hanya seorang pemulung." ucap Dewi sinis.


"Mau belanja lah,suka suka aku." ucap Cahaya kemudian melanjutkan memilih baju.


"Semuanya ayo kesini,kalian liat cewek ini.Suaminya hanya seorang pemulung so soan belanja di mall,nggak kasihan apa sama suaminya.Duitnya habis buat kesenangan dia." teriak Dewi hingga sebagian orang mendekat.


"Denger ya Dewi kamu itu hanya seorang pelayan,tugasnya melayani pembeli.Mau siapapun yang beli kamu harus sopan mau dia pemulung,ataupun pengemis.Dan asal kamu tau suamiku itu orang kaya,nih kamu lihat ini mobil aku." ucap Cahaya sambil menunjukan kunci dan surat surat mobilnya.


"Alah kamu pasti bohong ini hanya akal akalan kamu saja." ucap Dewi.


"Ya kok mba ini asli,nama yang di KTP sama dengan nama yang ada di mobil.Dia pasti orang kaya,mobilnya aja bagus." ucap beberapa pengunjung.

__ADS_1


"Kalian semua jangan percaya padanya,suaminya itu hanya seorang pemulung." ucap Dewi.


"Siapa bilang suaminya pemulung,dia itu menantu saya."teriak Fitri yang sudah berada di belakang Dewi.


__ADS_2