Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Menggagalkan pernikahan 1


__ADS_3

Cahaya bangun lebih awal dari biasanya,setelah membuatkan sarapan dia mencium kening kedua putranya yang masih terlelap.Kemudaian mengambil beberapa foto di album yang berada di laci.


"Untung aku punya baju bagus dan mahal,baju kemaren hasil malakin Bayu.Cantik juga ternyata kalau pakai baju ini,ya seenggaknya tidak malu maluin.Masa aku kalah sama pelakor." gumamnya sambil melihat dirinya di cermin


"Bu Cahaya pergi dulu ya,titip Aska dan Amar.Aku harus buru buru ketempat Anggun."ucap Cahaya sibuk mencium tangan Lastri.


" Hati hati dijalan ya,semoga Damar tidak jadi menikahi Anggun." ucap Lastri.


"Dimana dompetku,pasti ketinggalan dirumah mana sudah jauh lagi.Ini juga kenapa hpnya eror segala.Ya Tuhan begini amat nasibku,aku harus ketempat Anggun naik apa dompet aja ketinggalan hp nggak ada kuotanya. "ucapnya sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Eh mbak Aya,tumben mau kemana sepagi ini." tanya Pak Samsul sambil mengelap mobilnya.


"Wah kebetulan ada pak Samsul nih,bisa aku manfaatin." gumam Cahaya dalam hati.


"Ini pak,boleh minta tolong nggak ini penting banget.Bisa tolong anterin saya ke alamat ini nggak,atau pinjam mobilnya deh." ujar Cahaya sambil memberikan kertas alamat rumah Anggun.


"Bentar mbak,tak tanya istri saya dulu." ucap Samsul sambil masuk kedalam.


"Maaf mbak Cahaya,suami saya mau nganterin saya ke puskesmas jadi tidak bisa mengantar mbak Cahaya." ucap Sarah.


"Tolong lah Bu Sarah ini penting banget.Suamiku kan hilang ingatan,dia dibawa sama ibunya dan disuruh menikahi wanita lain.Jika aku tidak segera kesana maka aku akan dimadu,aku tidak mau dan aku tidak mau jadi janda." ucap Cahaya.


"Maaf Ya mba mobilnya mau aku pakai,jadi tidak bisa mengantarkan kamu." ucap Sarah.


"Tolonglah Bu,kita ini kan sesama wanita.Apa ibu mau kalau aku jadi janda.Baiklah jika ibu tidak mau meminjamkan mobilnya,jangan salahkan aku jika pak Samsul nanti aku ambil." ucap Cahaya.


"Ambil saja sana,dia sudah tua mana ada yang mau.Lagian dia sudah loyo dan tidak bertenaga." ucap Sarah.


"Apa ibu bilang barusan?" teriak Samsul.


"Ini pak,Bu Sarah bilang bapak sudah loyo dan tidak bertenaga,jadi Bu Sarah tidak mau sama bapak." ucap Cahaya.


"Eh Sarah,biar begini saja aku masih kuat tiga ronde semalam,kamu jangan meremehkan aku ya."ucap Samsul kesal.


"Ya pak,aku juga masih mau kok sama bapak.Ya sudah pak kita langsung ke hotel saja yuk dari pada aku sedih karena kehilangan suami.Jalan kaki nggak keburu pinjem mobil nggak dibolehin.Mending sama bapak aja,dari pada stress.Ini semua karena Bu Sarah nggak mau pinjemin mobilnya.Nanti jika menantunya pulang aku ajak juga bersenang senang,biar saja anaknya nanti jadi janda." ucap Cahaya sambil menggandeng tangan pak Samsul.


"Tunggu tunggu,mau dibawa kemana suami aku.Iya deh aku pinjemin mobilnya,daripada nanti suami sama menantuku diembat kamu.Biar saja aku puskesmas naik angkot saja." ucap Sarah menggandeng Samsul.


"Nah gitu dari tadi dong,kan aku jadi nggak perlu banyak drama." gumam Cahaya lirih.

__ADS_1


"Nih ya mbak kunci sama STNK-nya.."ucap Sarah sambil menyerahkan ketangan Cahaya.


"Terima kasih Bu Sarah yang cantik dan baik hati." ucap Cahaya sambil masuk kedalam mobil.


"Padahal pak Anton orangnya baik,kok bisa ya anaknya begitu." gumam Samsul lirih.


"Cahaya juga baik pak,maklumi aja hatinya kan lagi kalut suaminya mau nikah lagi.Ibu aja kalau jadi dia pasti calon istrinya tak bikin perkedel.Bapak mau nikah lagi juga kaya Damar." ucap Sarah sambil memelintir baju yang hendak dijemur.


"Nggak Bu,bapak setia sama ibu." ucap Samsul gemetar.


"Tadi aja belagu mau pergi sama Cahaya sekarang ketakutan." ucap Sarah.


Cahaya segera melajukan mobilnya kearah rumah Anggun.


"Kok sepi ya,jangan jangan mereka sudah menikah." gumam Cahaya kemudian turun dari mobil.


"Bu ini rumahnya Anggun kan,kok sepi ya.Bukannya hari ini anggun akan menikah." ucap Cahaya pada seorang ibu yang tengah menyuapi anaknya.


"Iya neng ini memang rumahnya Anggun,mereka menikah di masjid sana." ucapnya sambil menunjuk jalan kearah masjid.


"Jauh nggak Bu." ucap Cahaya.


"Lumayan jauh neng,lurus terus aja nanti belok kiri." ucapnya.


"Ya neng sama sama." ucapnya.


"Cape juga kalo lari begini,nggak papa demi Damar apapun aku lakuin." ujarnya sambil berlari kencang.


"Ayo Damar kamu harus menikahi Anggun hari ini juga." ucap Wanti.


"Tapi Bu Lastri bilang aku sudah menikahi cahaya." ucap Damar.


"Kamu mau jadi anak durhaka,cepetan kamu menikah kalau tidak ibu akan melompat ke jurang biar kamu puas.Ayo pak penghulu nikahkan mereka sekarang." teriak Wanti.


"Baik Bu wanti,kita mulai sekarang ya.Saudara Damar apakah engkau bersedia menikahi saudari Anggun setyawati binti Hartono..." ucap Pak penghulu.


"Tunggu,pernikahan ini tidak akan pernah terjadi.Kalian harus tau aku ini istri sah Damar,dan aku juga bawa buktinya.Ini pak penghulu silahkan liat sendiri." ucap Cahaya sambil menunjukan bukti foto dan surat nikah.


"Benar ini semua asli." ucap penghulu.

__ADS_1


"Ayo Damar lebih baik kita pulang,aku sangat merindukanmu." ucap Cahaya sambil memegang tangan Damar.


"Enak saja,pernikahan ini harus terjadi,Damar harus tetap menikahi aku." ucap Anggun sambil menarik tangan Damar.


Keduanya terlibat tarik menarik,karena kesal Cahaya melepaskan genggaman tangan Damar sehingga Anggun dan Damar jatuh terpental.


"Bugh Bugh"


"Dasar pelakor,beraninya mengganggu suami orang.Akan kubunuh kamu biar tidak menggangu hidupku." ujar Cahaya yang memukuli Anggun dan menunggangi perutnya.


"Mbak,tolong jangan buat keributan disini. kasian mbak Anggun dia bisa mati nanti." ucap salah seorang tamu undangan.


"Aku tidak perduli,biar dia mati saja.Wanita seperti dia tidak pantas diampuni." Ucap Cahaya sambil menarik rambut Anggun.


"Ya benar,aku juga setuju pelakor harus dikasih pelajaran."teriak seorang.


"Ampun Cahaya,tolong lepasin aku." ucap Anggun sambil menangis.


"Aku akan melepaskan kamu,tapi jika kamu berani menikah dengan Damar maka aku akan buat kamu lebih menderita dari pada ini.Aku tidak akan segan segan menjebloskan kamu ke penjara.Aku tau bahwa kamu adalah dalang di balik kecelakaan yang menimpa Damar.Aku bisa saja menyerahkan bukti itu pada polisi,biar kamu membusuk di penjara.Tapi aku masih berbaik hati padamu,tapi jika kamu berani mendekati Damar maka aku tidak akan segan segan melaporkan kamu ke polisi." bisik Cahaya di telinga Anggun sambil menarik rambutnya.


"Baik Pak penghulu silahkan lanjutkan lagi acaranya." ucap Cahaya sambil merapikan bajunya.


"Tidak pak bapak pulang saja,semuanya tolong bubar.Aku setuju padamu Cahaya aku tidak akan mengganggu Damar." ucap Anggun.


"Damar ayo kita pulang." ucap Cahaya sambil memegangi tangan Damar.


"Maaf Cahaya,untuk saat ini aku belum bisa pulang.Jika kesehatan ibu sudah membaik aku akan segera pulang." ucap Damar.


"Baiklah aku pulang dulu." ucap Cahaya sambil mencium tangan Damar.


"Ya ampun ini sudah jam sepuluh lewat,aku harus segera sampai ke pernikahan Bayu tepat waktu.Jangan sampai mereka berdua menikah.Bayu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.Aku tidak akan membiarkan dia bahagia setelah apa yang dia lakukan padaku." ucap Cahaya sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Tin tin tin"


Suara klakson dia bunyikan sepanjang perjalanan dan lampu merah pun dia terjang.


"Sssst brakkk"


Mobil yang dia kendarai menabrak mobil yang terparkir didepannya.Namun dia tidak menghiraukannya dan langsung berlari menuju gedung tempat acara digelar.

__ADS_1


"Bagaimana saksi" ucap penghulu.


"Hentikan,pernikahan ini tidak boleh terjadi."teriak Cahaya dengan nafas ngos ngosan.


__ADS_2