Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Bertemu teman sesama napi


__ADS_3

"Wah aku sudah nggak sabar nih." ucap Bowo menjilat bibirnya sendiri.


"Tunggu,,,Kalau kalian menyentuh cewek ini secuil saja maka kalian berdua akan berhadapan dengan aku" ucap Komar.


"Maksud Abang bagaimana,bukankah Abang tadi bilang penasaran ingin melihat cewek yang sudah berani membuat aku jadi impoten.Kenapa sekarang jadi berubah gini."ujar Agus sambil menatap Komar.


"Ya aku memang ingin tau siapa cewek itu,tapi aku malah bangga sama dia." ujar Komar sambil menepuk bahu Cahaya.


"Apa,bangga!!"ucap keduanya bersamaan.


"Asal kalian tau,Cahaya ini sudah aku anggap seperti adik aku sendiri.Walaupun pertemuan kami singkat tapi aku bersyukur bisa bertemu dengannya.Sekarang kamu minta maaf dengannya Gus." ujar Komar sambil memandangi Agus.


"Tapi bang dia kan yang buat aku jadi begini.Masa Abang tega sama adik ipar sendiri dan memilih orang lain.Apa karena dia cantik,pasti Abang terperdaya sama ucapannya sama seperti aku dulu.Sadar bang dia ini wanita ular,nanti aku adukan semua sama istri Abang." ucap Agus.


"Ya sudah sana adukan saja aku tidak takut.Kamu ini mentang mentang aku suami dari kakakmu ,bentar bentar ngadu ini semua juga kesalahanmu.Jika kamu tidak suka melecehkan perempuan Cahaya tidak mungkin akan melakukan hal seperti itu sama kamu.Fam kamu Bowo lebih baik kamu pulang jangan pernah ikutin kelakuan Agus yang nggak benar." ucap Komar.


"Ya bang,aku pulang dulu.Maaf ya neng." ucap Bowo sambil menyalami tangan Cahaya.


"Ya bang." balas Cahaya.


"Ya sudah aku pulang bang,siap siap aja besok jadi duda." ucap Agus sambil meninggalkan mereka berdua.


"Maaf ya bang gara gara aku Abang jadi berantem sama istri Abang." ucap Cahaya.


"Kamu tidak perlu merasa bersalah justru aku senang akhirnya Agus tidak bisa melecehkan perempuan lagi.Dia sekarang merasakan apa yang diperbuat olehnya biarlah dia impoten mungkin itu teguran dari Allah untuknya." ucap Komar.


"Tapi bang istri Abang pasti marah,kalau dia meminta cerai bagaimana? Ucap Cahaya.


"Sebenarnya aku kesal dengan istriku,dia selalu percaya pada sandiwara adiknya dan sama sekali tidak percaya padaku.Dia tidak menghargai pengorbananku,kamu tahu Cahaya kemarin aku dijebloskan ke penjara karena memerkosa seorang gadis.sebenarnya aku tidak melakukan hal keji itu tapi Agus lah pelakunya istriku memohon dan bersujud di kakiku untuk mengantikan Agus di penjara katanya dia masih muda dan masa depannya masih panjang.Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tapi nyatanya dia mengingkari janjinya.Jika nanti istriku menggugat cerai,maka aku ikhlas mungkin dia memang bukan jodohku.Selama ini aku sudah bersabar dan menuruti keinginannya.Ayo ini sudah malam sebaiknya aku antar kamu pulang." ucap Komar berjalan bersebelahan dengan Cahaya.


"Ya ampun Cahaya,aku nyari nyariin kamu dari tadi.Syukurlah kamu baik baik saja,aku khawatir tadi kamu tidak pulang pulang."ucap Damar.


"Maaf tadi aku ketemu bang Komar jadi tadi ngobrol sebentar.Kenalin bang ini Damar." ucap Cahaya memperkenalkan mereka.


Tiba tiba hujan turun deras saat Komar tengah mengobrol dengan Damar di ruang tamu.

__ADS_1


"Wah hujannya deras banget Abang menginap saja disini" ucap Damar.


"Ya bang nanti kita ijin sama pak RT,kebetulan rumah pak RT di sebelah kita." ucap Cahaya.


"Terserah kalian saja,ayo biar aku ikut kerumah pak RT ." ucap Komar.


Lalu keduanya meminta ijin kerumah pak RT kebetulan pak RT mengenal Komar.Damar dan Komar tidur diruang tamu menggunakan tikar.Kevwrulan hari ini Damar tidak bekerja dia ikut menemani Komar makan bersama.


"Cahaya anak kamu lucu sekali ya.Ganteng mirip ayahnya."ucap Komar sambil memandangi Amar yang tengah dipangku Tari.


"Ya bang." ucap Cahaya yang tersenyum namun melirik ke arah Damar.


"Ayo bang nambah lagi." ucap Damar yang merasa diperhatikan Cahaya.


"Aku sudah kenyang banget ini." ucapnya sambil memegang perutnya.


"Prang"


"Keluar kamu komar,dasar laki nggak tau untung." ucap seseorang dari arah luar.


Cahaya meminta Tari dan Amar masuk ke kamar.Sementara Cahaya Komar dan Damar bergegas kedepan.Tampak beberapa warga berdatangan.


"Ya kak,dan wanita itu yang udah membuat masa depan adikmu hancur.Sebaiknya kakak ceraikan saja suami tukang selingkuh dan tidak berguna seperti dia kak." ucap Agus mengompori kakaknya.


"Dasar wanita murahan dibayar berapa kamu semalam sama suami aku.Kamu juga harus bertanggung jawab dama adik aku."ucap Susi sambil berteriak.


"Maaf Bu aku tidak ada hubungan apapun dengan suami ibu kami hanya sebatas teman." ucap Cahaya.


"Benar Bu,dan semalam suami ibu tidur bersama saya di ruang tamu." ucap Damar.


"Alasan,pasti kamu menutupi kebusukan istri kamu buktinya adik aku jadi impoten karena istri kamu." ucap Susi.


"Cukup Susi,adik kamu seperti itu karena kelakuannya sendiri." ujar Komar yang dari tadi diam.


"Sudah jangan buat keributan disini,kita selesaikan masalahnya sambil menunggu pak RT.Sebentar lagi dia pulang tadi dia ada urusan." ucap salah seorang warga.

__ADS_1


"Pokoknya aku mau wanita ini diarak keliling kampung dan bakar saja rumahnya.Ayo Bowo,Rudi,Bagus selesaikan tugas kalian." ucap Susi sambil tersenyum.


"Maaf Mpok aku tidak bisa,ini uangnya aku balikin lagi saya permisi." ucap Bowo sambil berlalu pergi.


"Nih Mpok kita juga nggak bisa." ucap Rudi yang menyeret Bagus pergi.


"Dasar kalian tidak berguna begitu aja takut." ucap Susi marah.


"Sudahlah mah,lebih baik kita pulang saja malu diliat orang.Cahaya itu teman Abang dan kita itu tidak melakukan apapun." ucap Komar membujuk Susi.


"Aku tidak mau sebelum Abang masukan wanita itu dipenjara kalau tidak aku mau kita cerai."ujar Susi sambil menghentakkan kakinya.


"Rasain kamu bang,pasti kamu akan luluh mendengar kata kata istri kamu.Akhienya dendam aku terbalas." gumam Agus dalam hati sambil tersenyum.


"Ceraikan saja wanita seperti itu Komar,untuk apa kamu pertahankan." ucap pak RT dari arah belakang.


"Baiklah Susi hari ini aku kabulkan permintaanmu.Aku akan menceraikan kamu." ucap Komar.


"Tidak bang aku tidak mau bercerai dengan Abang,bagaimana nasib anak kita bang.Maafin aku bang tadi aku cuma menggertak Abang."ucap Susi sambil menangis.


"Kamu tenang saja Susi sebentar lagi polisi akan datang dan memasukan adik kamu ke penjara." ucap pak RT.


"Loh kok adik aku sih bang,seharusnya kan wanita itu.Tolonglah bang aku tau Abang pasti marah sama aku karena dulu pernah menolak Abang.Aku akan kembali dengan Abang jika sudah bercerai dengan bang komar." ucap Susi berbisik di telinga pak RT.


"Maaf aku sudah punya istri yang lebih segalanya dari kamu.Karena kesalahan adik kamu,ponakanku mengalami depresi dan gantung diri setelah dilecehkan oleh adikmu.Saat itu aku hanya diam karena tidak cukup bukti dan hari ini aku sudah punya banyak bukti." ucap pak RT.


Kemudian para warga menangkap Agus dan membawa ke kantor polisi,sementara Susi menangis meraung raung seperti anak kecil.Seyelah merasa cape dan tidak dipedulikan dia diam dan pulang.


"Maaf apa benar ini rumahnya Cahaya." ucap seorang pria yang turun dari mobil.


"Ya benar,maaf bapak siapa ya?" tanya Cahaya yang masih di depan pintu.


"Saya supirnya Bu Lastri ,saya ingin memberi tahu bahwa non Cahaya disuruh kerumah sakit.Bu Lastri beserta menantu dan anaknya berada disana,saya disuruh menjemput non Cahaya."sahutnya.


"Memang siapa yang sakit pa?'tanya Cahaya.

__ADS_1


"Kurang tau non,tadi saya hanya menerima telfon dan langsung kesini,katanya ini darurat." sahutnya.


"Ayo bang kita segera kesana,aku takut terjadi apa apa dengan Aska." ucap Cahaya.


__ADS_2