Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Mencari kerja


__ADS_3

"Ayah sama nenek tidak usah turun,terimakasih ya sudah mengajak Aska kerumah kalian." ucap Aska sambil turun dari mobilnya.


"Kak aku minta maaf,tolong jangan bilang ibu.Aku mohon tolong jangan katakan apapun pada ibu." ucap Aska sambil menjewer telinganya sendiri.


"Baiklah,lain kali jangan diulangi." ucap Amar kesal.


"Loh Bu kenapa barang barang kita semua dikeluarkan?" tanya Amar heran melihat barang barangnya berantakan di luar.


"Amar bawa adikmu naik mobil yang di depan,nanti ibu menyusul." ucap Cahaya sambil memunguti barang barangnya.


"Dengar ya Lastri itu saudara aku,jadi aku yang lebih berhak atas rumah ini bukan kamu.Kamu itu bukan siapa siapanya,ingat ya jangan berani lagi datang kerumah ini." ucap Santi sambil tersenyum.


"Kita mau kemana Bu,kok kita tidak tinggal dirumah nenek Lastri lagi kenapa?" tanya Aska.


"Sekarang kita tinggal dirumah kakek,kalian mau kan." ucap Cahaya kepada kedua anaknya.


"Iya aku mau,rumah kakek juga luas." ucap Amar senang.


"Nah kalian tidur disini ya,kemarin ibu sudah merapikan kamar kalian.Kalian tinggal pilih mau kamar yang mana ibu mau istirahat.Jika kalian masih lapar kalian ambil sendiri di meja makan ya." ucap Cahaya sambil mencium kening putranya.


"Sil aku mau cari kerjaan,tapi apa ya aku kan cuma lulusan SMP." ujar Cahaya sambil memainkan ponselnya.


"Kebetulan ditempat aku sedang membutuhkan karyawan,kamu melamar di tempatku saja.Di rumah makan dekat sekolah anak kamu." ucap Sisil.


"Ya sudah aku mau,ayo kita melamar sekarang." ucap Cahaya antusias.


"Tapi disana sedang memerlukan bagian cuci piring sama Waitress."ucap Sisil.


"Nggak papa lah,dari pada ngga ada kerjaan.Masa aku harus bergantung sama ayah terus sih." ucap Cahaya.


"Maaf pak,apa lowongan pekerjaannya masih ada?" tanya Sisil pada atasannya.


"Ya masih tapi bagian cuci piring,sudah teman kamu suruh masuk aja dan kamu silahkan kembali bekerja." ucap Doni sambil memainkan laptopnya.


"Tok tok tok."


"ya silahkan masuk." ucap Doni yang masih sibuk dengan laptopnya.


"Maaf pak apa saya bisa kerja disini." ucap Cahaya grogi.


" Ya tapi untuk bagian cuci piring apa kamu bersedia.Soalnua untuk bagian waitress sudah diisi oleh orang lain." ucap Doni.


"Ya pak tidak papa,saya bersedia." ucap Cahaya.

__ADS_1


"Tunggu,kamu Cahaya kan." ucap Doni kaget.


"Ya pak,saya memang Cahaya maaf bapak siapa ya." ujar Cahaya sambil mengingat ingat.


"Aku Doni teman SMA kamu,apa kamu masih mengingatku?" tanya Doni sambil berdiri.


"Ya ampun kamu Doni,wah kamu sekarang sudah berubah yah.Kamu terlihat keren dan tampan aku saja sampai pangling." ucap Cahaya.


"Bagaimana kalau kita ngobrolnya disamping aja biar lebih enak gimana?" tanya Doni.


"Terserah bapak saja."sahut Cahaya


"Kok bapak sih,emang aku kayak bapak bapak banget ya.Panggil saja Doni seperti dulu."ucapnya sambil pergi keruangan sebelah.


...Ruangan yang biasa digunakan untuk meeting maupun santai,karena bisa melihat pemandangan dari luar.Rumah makan milik Doni merupakan rumah makan terkenal didaerah situ....


..."Kamu terlihat berbeda ya sekarang,terlihat cantik dan dewasa.Aku saja hampir tidak mengenalimu." ujar Doni sambil memandang Cahaya...


..."Kamu bisa saja,mulai kapan nih aku bisa bekerja?" tanya Cahaya...


..."Terserah kamu saja." ucap Doni....


"Loh kok terserah aku,kan bapak bosnya." sahut Cahaya.


"Kok bapak sih." ucap Doni.


"Ini pak minumannya." ucap salah seorang karyawan.


"Ya terimakasih,nanti tolong bilangin Desi supaya segera keruangan saya " ucap Doni.


"Ya pak,saya permisi."


"Ayo diminum Cahaya." ujar Doni sambil menyodorkan minumannya.


"Ya makasih Don,kamu ingat saja minuman kesukaan aku." ucap Cahaya sambil meraih minumannya dan meminumnya.


"Aku nggak nyangka bisa ketemu kamu lagi,setelah sekian lama.Aku senang sekali melihatmu apalagi kamu sekarang bener benar berbeda dengan dahulu saat SMA" ujar Doni yang melihat Cahaya dari jendela.


Setelah mengantarkan kedua anaknya Cahaya bergegas ke rumah makan.


"Eh pegawai baru buruan cuci perabot disana cepetan." teriak Desi.


"Ya ampun Desi,jangan galak galak dong sama pegawai baru." ucap Mila kesal melihat tingkah Desi.

__ADS_1


Cahaya hanya diam dan segera kebelakang mencuci perabotan.


"Mila apa kamu melihat Cahaya.maksudku pegawai baru." ucap Doni.


"Oh namanya Cahaya bos,tadi ada di belakang lagi nyuci perabot." ucap Mila.


"Loh kok perabot,siapa yang nyuruh dia mencuci perabot " teriak Doni.


"Desi bos,katanya ponakannya Desi yang disuruh di depan." ujar Mila ketakutan melihat Doni marah.


" Beraninya si Desi,kemarin kan aku sudah bilang Cahaya jadi Waitress.Kok malah disuruh nyuci piring,mau ditaruh dimana harga diri aku." ucap Doni sambil menuju belakang.


"Maaf Cahaya karyawan aku salah,ayo kamu kedepan bagian kamu di depan bukan di belakang." ucap Doni menarik tangan Cahaya.


"Tapi kan Don,ini belum selesai." ucap Cahaya .


"Udah nggak papa,nanti ada yang menyelesaikan." ujar Doni sambil mengajak kedepan.


"Lia sini,tolong suruh Sari kebelakang dan kamu ajar Cahaya dengan baik.Jangan sampai Cahaya tidak betah buat dia nyaman." ucap Doni sambil meninggalkan Lia.


"Tumben ya si bos mesen begitu,memangnya siapa ya Cahaya kenapa kelihatannya istimewa sekali." gumam Lia lirih.


"kak tangan aku pegel aku cape nyuci terus.Kakkak ini katanya aku mau dijadiin Waitress eh malah tukang cuci piring."ucap Sari kesal.


"Sudah kamu tenang saja,aku akan bukan cewek itu kapok dan berhenti bekerja disini " gumam Desi sambil memandangi Cahaya.


"Don aku mau minta ijin,nganterin anak aku pulang dulu boleh nggak?" tanya Cahaya saat rumah makan agak sepi.


"Boleh,ayo aku antar." ucap Doni.


"Nggak usah nanti merepotkan." ucap Cahaya merasa tidak enak.


"Ah kamu,kayak sama siapa ayo." ujar Doni sambil menggandeng tangan Cahaya.


"Kalian baik-baik dirumah ya,jangan mainan dijalanan.Amar jaga adik kamu ya,kalau ada apa apa telfon ibu ya." ucap Cahaya sambil mencium kening kedua putranya.


"Ya ampun Cahaya anak kamu lucu sekali,seandainya itu anak aku bersama kamu pasti aku bahagia sekali." gumam Doni dalam hati.


Saat tengah pulang Cahaya terpleset dan hampir jatuh untung seseorang segera menangkapnya.


"Auw,ya ampun kenapa tiba tiba disini licin." ucap Cahaya sambil memejamkan matanya.


"Maaf, aku..." ucapnya saat menyadari bahwa seorang pria telah menangkapnya.

__ADS_1


"Damar,ini beneran kamu." ucapnya sambil menepuk wajah pria didepannya kemudian memeluknya dengan erat.


"Ayo kita pulang,pasti anak anak sangat senang melihatmu.Mereka selalu menanyakan dirimu."ujar Cahaya sambil menyeret tangannya.


__ADS_2